{"id":23133,"date":"2026-01-14T00:49:51","date_gmt":"2026-01-13T16:49:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=23133"},"modified":"2026-01-14T00:49:51","modified_gmt":"2026-01-13T16:49:51","slug":"umkm-keripik-umbi-umbian-desa-candiwatu-meningkat-pesat-dengan-adanya-alat-pengiris-umbi-umbian-yang-mudah-diaplikasikan-berdaya-rendah-dan-keergonomisan-tercapai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/umkm-keripik-umbi-umbian-desa-candiwatu-meningkat-pesat-dengan-adanya-alat-pengiris-umbi-umbian-yang-mudah-diaplikasikan-berdaya-rendah-dan-keergonomisan-tercapai\/23133\/","title":{"rendered":"UMKM KERIPIK UMBI \u2013 UMBIAN DESA CANDIWATU MENINGKAT PESAT DENGAN ADANYA ALAT PENGIRIS UMBI \u2013 UMBIAN YANG MUDAH DIAPLIKASIKAN, BERDAYA RENDAH, DAN KEERGONOMISAN TERCAPAI"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-64.jpg\" alt=\"\" width=\"508\" height=\"285\" class=\"aligncenter size-full wp-image-23134\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-64.jpg 508w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-64-300x168.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 508px) 100vw, 508px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com <\/strong>&#8211; Keripik umbi \u2013 umbian Ibu Ngatiyah \u2013 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Jawa Timur, berhasil menarik perhatian masyarakat dengan produk keripik umbi-umbian yang khas. Produk ini bukan hanya menjadi camilan favorit, tetapi juga menjadi sumber penghasilan utama bagi puluhan keluarga di desa tersebut. Bahan \u2013 bahan yang digunakan dalam pembuatan keripik tersebut yaitu dari singkong, sukun, ketela, dan juga ada yang dari pisang, dengan berbagai macam olahan keripik tersebut, produsen bisa memasok dibeberapa toko yang ada di Surabaya. <\/p>\n<p>Permasalahan yang sering timbul didalam UMKM keripik yaitu proses produksi yang masih menggunakan alat tradisional, dari permasalahan tersebut menjadikan waktu produksi menjadi lebih lama. Selain waktu produksi yang lebih lama, keergonomisan dan kehigienisan dari produk tersebut menjadi berkurang karena pekerja sering mengalami kecapean yang berlebihan ketika melakukan proses pemotongan, sehingga pekerja sering mengeluhkan nyeri pada badan. Disisi lain, dengan adanya penggunaan alat yang masih tradisional, maka kehigienisan dari produk tersebut tidak terjamin dengan baik karena alat yang digunakan tidak berstandart food grade.<\/p>\n<p>UMKM keripik umbi-umbian ini bermula dari inisiatif kelompok ibu rumah tangga yang ingin memanfaatkan hasil panen lokal seperti singkong, sukun, ubi jalar, dan pisang. Dengan bahan baku yang dibuat berasal dari pertanian langsung, dan diolah secara tradisional, mereka bisa membuat keripik dengan citarasa yang khas, UMKM keripik ini mulai memproduksi secara sederhana sejak tahun 2010.<\/p>\n<p>Kini, usaha tersebut telah berkembang dengan kapasitas produksi mencapai ratusan bungkus per hari dan membutuhkan bahan baku beberapa kuintal dalam sehari. Produk keripik dikemas menarik dan dipasarkan ke pasar tradisional, hingga beberapa toko oleh-oleh yang ada di Surabaya. <\/p>\n<p>Dari permasalahan yang timbul ddari penjelasan diatas, maka langkah yang tepat yaitu dengan cara mengubah cara produksi pada UMKM tersebut dari yang tradisional menggunakan alat pengiris yang biasa, beralih dengan menggunakan alat pengiris yang mudah diadjustable tingkat ketebalan potongannya, berstandart food grade, dan bisa mencapai keergonomisan pekerja, sehingga pekerja lebih nyaman dalam melakukan pekerjaannya.<\/p>\n<p>Dengan efisiensi produksi yang meningkat dengan menggunakan alat pengiris umbi \u2013 umbian yang memiliki kecepatan putaran sebesar 2800 RPM, maka kapasitas produksi akan meningkat, dan membuat produk memiliki cita rasa gurih dan renyah, keripik umbi-umbian Desa Candiwatu kini menjadi ikon kuliner lokal. Harapannya, UMKM ini terus berkembang dan mampu menembus pasar nasional.<\/p>\n<p>Nama Penulis : Muhammad Hafidz Syarifudin<br \/>\nMahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya<br \/>\nPembimbing : Muhammad Ridha Febriyani, S.H., M.Kn., M.H.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Keripik umbi \u2013 umbian Ibu Ngatiyah \u2013 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Jawa Timur, berhasil menarik perhatian masyarakat dengan produk keripik umbi-umbian yang khas. Produk ini bukan hanya menjadi camilan favorit, tetapi juga menjadi sumber penghasilan utama bagi puluhan keluarga di desa tersebut. Bahan \u2013 bahan yang digunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23134,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-23133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23133"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23133\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}