{"id":22929,"date":"2026-01-12T11:39:25","date_gmt":"2026-01-12T03:39:25","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=22929"},"modified":"2026-01-12T11:39:36","modified_gmt":"2026-01-12T03:39:36","slug":"mahasiswa-kkn-univeritas-17-agustus-1945-surabaya-memodifikasi-alat-semprot-otomatis-untuk-tani-di-desa-tamiajeng-trawas-mojokerto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mahasiswa-kkn-univeritas-17-agustus-1945-surabaya-memodifikasi-alat-semprot-otomatis-untuk-tani-di-desa-tamiajeng-trawas-mojokerto\/22929\/","title":{"rendered":"Mahasiswa KKN Univeritas 17 Agustus 1945 Surabaya memodifikasi alat semprot otomatis untuk tani di Desa Tamiajeng, Trawas, Mojokerto"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-37.jpg\" alt=\"\" width=\"807\" height=\"753\" class=\"aligncenter size-full wp-image-22930\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-37.jpg 807w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-37-300x280.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-37-768x717.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-37-750x700.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 807px) 100vw, 807px\" \/><\/p>\n<p><strong>Desa Tamiajeng, JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya telah menciptakan terobosan inovatif di tengah masyarakat pedesaan dengan memodifikasi alat semprot pestisida menjadi versi otomatis yang dirancang khusus untuk mendukung kegiatan pertanian petani di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Program KKN ini, yang secara resmi diluncurkan pada 7 Januari 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 18 Januari 2026. Tema utama program tahun ini adalah &#8220;Membangun Ketahanan Masyarakat melalui Teknologi Tepat Guna&#8221;, Di Desa Tamiajeng, yang terletak di kawasan pegunungan Trawas dengan kontur lahan berbukit curam dan dikenal sebagai sentra produksi tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, serta sayuran segar lainnya, tim mahasiswa KKN dari Untag Surabaya memfokuskan upaya mereka pada pengembangan alat semprot otomatis ini. Inovasi tersebut lahir dari pengamatan mendalam terhadap tantangan harian petani lokal, yang selama ini bergantung pada alat semprot manual konvensional. Alat manual tersebut mengharuskan petani memompa tangan secara berulang-ulang dengan tenaga fisik yang melelahkan, terutama saat menyemprotkan pestisida di lahan-lahan miring yang sulit dijangkau, sehingga sering kali menimbulkan kelelahan kronis, penurunan produktivitas, dan bahkan risiko kesehatan akibat paparan kimia berlebih.<\/p>\n<p>Proses modifikasi alat semprot otomatis ini dilakukan secara bertahap dan kolaboratif oleh tim mahasiswa yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, termasuk teknik elektro, mesin, dan manajemen agribisnis. Mereka memulai dengan analisis kebutuhan lapangan melalui wawancara intensif dengan kelompok tani setempat, di mana petani mengeluhkan bobot alat yang berat, distribusi semprotan yang tidak merata, serta ketidakefisienan bahan bakar atau tenaga manual. metode tradisional. Inspirasi modifikasi ini sebagian besar diambil dari prototype spray pestisida elektrik yang pernah dikembangkan dalam program KKN Untag sebelumnya, tetapi kali ini disempurnakan dengan penambahan panel surya mini opsional untuk pengisian daya di lapangan, menjadikannya solusi ramah lingkungan yang mendukung pertanian berkelanjutan. Prototipe pertama berhasil dipamerkan pada pekan pertama KKN, di mana mahasiswa melakukan uji coba langsung di lahan milik petani, membuktikan efektivitasnya dalam menjangkau tanaman<\/p>\n<p>Kegiatan dimulai observasi Desember 2025, diikuti perakitan prototipe alat berdimensi 42&#215;34 cm dengan tangki 24 liter, pompa dinamo DC bertenaga baterai, dan nosel tekanan tinggi 90 psi. Uji coba pada 18 Desember 2025 membuktikan efisiensi waktu hingga 30%, semprotan merata, serta pengurangan biaya produksi 15-30%. Pelatihan learning by doing mencakup operasional, pemeliharaan, dan pendampingan 12 hari, dilengkapi buku panduan dan konsultasi jarak jauh.<\/p>\n<p>Petani di Desa Tamiajeng menyambut antusias inovasi ini, karena selain memperlancar pekerjaan harian mereka dalam mengelola tanaman sayur dan hortikultura, alat tersebut juga berkontribusi pada peningkatan hasil panen berkualitas tinggi yang menjadi andalan ekonomi desa. Selama masa KKN, mahasiswa tidak hanya memamerkan dan mendemonstrasikan alat tersebut, tetapi juga memberikan pelatihan intensif kepada kelompok tani setempat agar mereka mampu memproduksi dan memelihara alat secara mandiri pasca-program berakhir. Ketua<br \/>\nLembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya menegaskan bahwa inisiatif seperti ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan yang nyata dalam mendukung kemandirian desa menghadapi tantangan pertanian modern, sejalan dengan semangat pengabdian masyarakat yang menjadi core value perguruan tinggi tersebut. komitmen jangka panjang untuk menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan desa. &#8220;Inovasi teknologi tepat guna seperti alat semprot otomatis ini dirancang agar bisa diproduksi massal secara mandiri oleh warga, mendukung kemandirian ekonomi desa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desa Tamiajeng, JurnalPost.com &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya telah menciptakan terobosan inovatif di tengah masyarakat pedesaan dengan memodifikasi alat semprot pestisida menjadi versi otomatis yang dirancang khusus untuk mendukung kegiatan pertanian petani di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Program KKN ini, yang secara resmi diluncurkan pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22930,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-22929","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22929"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22929\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}