{"id":22920,"date":"2026-01-12T11:34:49","date_gmt":"2026-01-12T03:34:49","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=22920"},"modified":"2026-01-12T11:34:49","modified_gmt":"2026-01-12T03:34:49","slug":"dari-peluh-ke-sentuhan-jari-cerita-perubahan-kecil-di-sawah-tamiajeng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/dari-peluh-ke-sentuhan-jari-cerita-perubahan-kecil-di-sawah-tamiajeng\/22920\/","title":{"rendered":"Dari Peluh ke Sentuhan Jari: Cerita Perubahan Kecil di Sawah Tamiajeng"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-34.jpg\" alt=\"\" width=\"330\" height=\"306\" class=\"aligncenter size-full wp-image-22921\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-34.jpg 330w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-34-300x278.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 330px) 100vw, 330px\" \/><\/p>\n<p><strong>Trawas, Mojokerto, JurnalPost.com<\/strong> &#8211; 11 Januari 2026, Di bawah terik matahari di kaki Gunung Penanggungan, Desa Tamiajeng menyimpan kisah tentang kerja keras yang nyaris tak pernah berhenti. Setiap hari, para petani melangkah menyusuri pematang sawah dengan tangki semprot di punggung. Bunyi tuas pompa yang ditekan berulang kali berpadu dengan napas yang semakin berat. Pemandangan ini bukan hal baru, melainkan rutinitas yang telah berlangsung puluhan tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan bertani di desa.<\/p>\n<p>Bertani di Tamiajeng bukan sekadar soal menanam dan menunggu panen. Ada lelah yang harus ditahan, ada tenaga yang terus terkuras. Alat semprot manual memang setia menemani, tetapi menuntut kerja fisik yang tidak ringan. Tangan harus terus memompa agar tekanan tetap stabil, sementara panas matahari perlahan menguras energi. Tak jarang, karena kelelahan, penyemprotan menjadi kurang merata dan hasilnya pun tidak maksimal.<\/p>\n<p>Di tengah rutinitas yang terasa stagnan itulah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kelompok R19 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya hadir membawa sudut pandang baru. Mereka datang bukan dengan konsep yang rumit, melainkan dengan kepekaan melihat persoalan kecil yang selama ini dianggap wajar. Dari pengamatan dan obrolan sederhana bersama petani, lahirlah gagasan untuk meringankan beban kerja di sawah.<\/p>\n<p>Sub-kelompok 5 KKN R19 memulai perubahan dari alat penyemprot pestisida. Alat yang sebelumnya harus dipompa berkali-kali itu kemudian dimodifikasi menjadi sistem otomatis. Tidak ada lagi tuas yang harus ditekan terus-menerus. Kini, cukup satu sentuhan jari untuk menyalakan alat, dan semprotan bekerja dengan tekanan yang stabil hingga dimatikan kembali.<\/p>\n<p>Tujuan mereka sederhana, yakni membuat pekerjaan petani menjadi lebih ringan dan efisien. Dengan sistem otomatis ini, tenaga yang biasanya habis untuk memompa bisa dialihkan untuk pekerjaan lain. Waktu penyemprotan pun menjadi lebih singkat, sementara hasilnya lebih merata. Perubahan kecil ini memberi dampak nyata dalam keseharian para petani.<\/p>\n<p>Respon warga Desa Tamiajeng pun terasa hangat. Bagi para petani, kehadiran mahasiswa UNTAG Surabaya bukan hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi membawa perhatian dan kepedulian. Mereka melihat bahwa teknologi tidak selalu harus rumit atau mahal, selama mampu menjawab kebutuhan di lapangan.<\/p>\n<p>Apa yang terjadi di Tamiajeng menjadi pengingat bahwa inovasi bisa lahir dari hal-hal sederhana. Tidak semua kemajuan harus datang dari mesin besar atau teknologi canggih. Terkadang, cukup dengan memahami lelah yang dirasakan petani dan menghadirkan solusi yang tepat guna, perubahan sudah bisa dirasakan.<\/p>\n<p>Meski masa KKN akan berakhir, harapannya inovasi ini tidak berhenti di sana. Alat penyemprot otomatis yang ditinggalkan menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa. Lebih dari sekadar alat, yang diwariskan adalah semangat untuk terus mencari cara agar pertanian menjadi lebih manusiawi.<\/p>\n<p>Kini, di sawah-sawah Tamiajeng, bunyi pompa manual perlahan berkurang. Sebagai gantinya, terdengar dengung halus mesin yang bekerja dengan sekali sentuhan. Sebuah tanda bahwa perubahan telah hadir, pelan namun pasti, langsung dari desa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Trawas, Mojokerto, JurnalPost.com &#8211; 11 Januari 2026, Di bawah terik matahari di kaki Gunung Penanggungan, Desa Tamiajeng menyimpan kisah tentang kerja keras yang nyaris tak pernah berhenti. Setiap hari, para petani melangkah menyusuri pematang sawah dengan tangki semprot di punggung. Bunyi tuas pompa yang ditekan berulang kali berpadu dengan napas yang semakin berat. Pemandangan ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22921,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-22920","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22920"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22920\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}