{"id":22917,"date":"2026-01-12T11:33:16","date_gmt":"2026-01-12T03:33:16","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=22917"},"modified":"2026-01-12T11:33:16","modified_gmt":"2026-01-12T03:33:16","slug":"mahasiswa-kkn-untag-surabaya-hadirkan-teknologi-tepat-guna-alat-semprot-otomatis-untuk-petani-desa-tamiajeng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mahasiswa-kkn-untag-surabaya-hadirkan-teknologi-tepat-guna-alat-semprot-otomatis-untuk-petani-desa-tamiajeng\/22917\/","title":{"rendered":"Mahasiswa KKN Untag Surabaya Hadirkan Teknologi Tepat Guna Alat Semprot Otomatis untuk Petani Desa Tamiajeng"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_22918\" aria-describedby=\"caption-attachment-22918\" style=\"width: 314px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-14.png\" alt=\"\" width=\"314\" height=\"258\" class=\"size-full wp-image-22918\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-14.png 314w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-14-300x246.png 300w\" sizes=\"(max-width: 314px) 100vw, 314px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-22918\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1. 1 Penyerahan Alat Teknologi Tepat Guna (TTG) Penyemprot Pestisida Otomatis<\/figcaption><\/figure>\n<p>Penulis: R<strong>icky Adhika Saputra<\/strong><\/p>\n<p><strong>Mojokerto, JurnalPost.com<\/strong>, 8 Januari 2026 \u2014 Sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini merupakan wadah bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat dan berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang dihadapi oleh warga setempat.<\/p>\n<p>Fokus utama KKN kali ini diarahkan pada upaya modernisasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi tepat guna (TTG). Mahasiswa secara khusus menaruh perhatian pada proses perawatan tanaman yang selama ini masih mengandalkan metode konvensional. Dengan memadukan inovasi teknologi, program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani serta mendorong produktivitas sektor pertanian desa agar lebih maksimal.<\/p>\n<p>Berdasarkan observasi lapangan di Desa Tamiajeng, mayoritas petani masih menggunakan alat semprot pestisida manual yang dioperasikan dengan pompa tangan. Metode ini dinilai memiliki beberapa kelemahan signifikan:<\/p>\n<p>\u2022\tKelelahan Fisik: Pekerja cepat merasa lelah karena harus memompa secara manual terus-menerus selama proses penyemprotan di lahan yang luas.<br \/>\n\u2022\tPemborosan Bahan Kimia: Air pestisida sering terbuang sia-sia (menetes ke bawah) karena tekanan pompa yang tidak konsisten saat dipompa manual.<br \/>\n\u2022\tWaktu Kerja Tidak Efisien: Proses penyemprotan memakan waktu lebih lama dikarenakan semprotan yang dihasilkan kurang kencang dan tidak merata.<\/p>\n<p>Menanggapi masalah tersebut, salah satu sub-Kelompok KKNR 19 Tamiajeng memperkenalkan Alat Semprot Pestisida Otomatis yang dirancang untuk memberikan solusi praktis bagi petani.<br \/>\nAlat ini bekerja dengan sistem elektrik yang hemat energi dan dilengkapi fitur cerdas:<\/p>\n<p>1.\tSistem Semprot Otomatis: Menggunakan tenaga elektrik sehingga petani tidak perlu lagi memompa secara manual, yang secara signifikan mengurangi beban fisik.<br \/>\n2.\tMonitoring Volt Meter: Dilengkapi dengan layar volt meter untuk memantau sisa tegangan aki secara akurat.<br \/>\n3.\tSistem Peringatan Dini (Audio Alert): PCB pada alat akan mengeluarkan suara peringatan jika tegangan aki berada di bawah 10 Volt, sebagai penanda bahwa daya aki dalam keadaan drop dan perlu diisi ulang.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaan program ini, tim mahasiswa didampingi langsung oleh perangkat desa setempat yang menjabat sebagai Kepala Dusun sekaligus Ketua Kelompok Tani di Desa Tamiajeng, Trawas. Kehadiran beliau memastikan bahwa teknologi yang dibawa tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan rill para petani di lapangan. Selain penyerahan alat, tim KKN juga memberikan pelatihan penggunaan serta perawatan alat agar memiliki masa pakai yang lama.<\/p>\n<p>Tujuan utama program ini adalah meningkatkan produktivitas tanpa menambah beban tenaga kerja. Melalui penggunaan alat yang lebih efektif, proses penyemprotan menjadi lebih cepat, konsisten, dan efisien. Dampak yang diharapkan adalah peningkatan efisiensi waktu kerja sehingga petani dapat mengalihkan tenaga ke tahapan perawatan lahan lainnya.<\/p>\n<p>Di samping program inti, mahasiswa KKN juga menyelenggarakan serangkaian kegiatan pendukung, seperti sosialisasi teknik perawatan tanaman yang efektif, pelatihan intensif mengenai cara penggunaan dan pemeliharaan alat semprot elektrik, serta diskusi mengenai optimalisasi manajemen hasil panen. Serangkaian pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para petani mengenai pentingnya efisiensi kerja dan penerapan teknologi dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian desa.<\/p>\n<p>Melalui inisiatif KKN ini, mahasiswa berharap inovasi yang diberikan dapat menghadirkan pengaruh positif yang berkelanjutan bagi produktivitas pertanian di Desa Tamiajeng. Sinergi antara dunia akademik dan masyarakat tani ini membuktikan bahwa implementasi teknologi tepat guna yang selaras dengan kendala nyata di lapangan mampu menciptakan perubahan signifikan serta memperkuat ketahanan pangan lokal.<\/p>\n<p>Sebagai penutup dari seluruh rangkaian kegiatan, perwakilan mahasiswa KKN Reguler 21 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dosen Pembimbing Lapangan, Pemerintah Desa Tamiajeng, serta warga masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh selama program berlangsung. Rasa terima kasih juga ditujukan kepada LPPM Untag Surabaya atas segala bimbingan dan fasilitas yang memungkinkan kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan sukses dan lancar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Ricky Adhika Saputra Mojokerto, JurnalPost.com, 8 Januari 2026 \u2014 Sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini merupakan wadah bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat dan berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan nyata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22918,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-22917","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22917","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22917"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22917\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22917"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22917"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22917"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}