{"id":22883,"date":"2026-01-12T02:26:27","date_gmt":"2026-01-11T18:26:27","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=22883"},"modified":"2026-01-12T02:26:27","modified_gmt":"2026-01-11T18:26:27","slug":"teknologi-tepat-guna-dorong-efisiensi-produksi-umkm-bumbu-hj-emi-di-desa-tamiajeng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/teknologi-tepat-guna-dorong-efisiensi-produksi-umkm-bumbu-hj-emi-di-desa-tamiajeng\/22883\/","title":{"rendered":"Teknologi Tepat Guna Dorong Efisiensi Produksi UMKM Bumbu HJ. EMI di Desa Tamiajeng"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-29.jpg\" alt=\"\" width=\"880\" height=\"587\" class=\"aligncenter size-full wp-image-22884\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-29.jpg 880w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-29-300x200.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-29-768x512.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-29-750x500.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 880px) 100vw, 880px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Penerapan teknologi sederhana terbukti mampu meningkatkan kinerja pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pedesaan. Hal ini dirasakan langsung oleh UMKM bumbu milik Hj. Emi yang berlokasi di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, setelah memanfaatkan mesin pencuci rempah dalam proses produksinya.<\/p>\n<p>Inovasi tersebut hadir melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Program ini bertujuan membantu UMKM mengatasi permasalahan produksi dengan menghadirkan teknologi tepat guna yang praktis, efisien, dan sesuai dengan kapasitas usaha rumahan.<\/p>\n<p>Sebelum penggunaan mesin, seluruh proses pencucian bahan baku masih dilakukan secara manual. Beragam jenis rempah, mulai dari cabai hingga rimpang dapur seperti kunyit, kencur, dan lengkuas, harus dibersihkan satu per satu menggunakan peralatan sederhana. Proses tersebut menyita banyak waktu dan tenaga, terutama ketika jumlah pesanan mengalami peningkatan.<\/p>\n<p>Hasil pendampingan di lapangan menunjukkan bahwa tahapan pencucian menjadi salah satu titik terberat dalam alur produksi. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Untag Surabaya memperkenalkan mesin pencuci rempah yang bekerja dengan sistem sirkulasi air untuk menghilangkan kotoran secara menyeluruh tanpa merusak bahan.<\/p>\n<p>Dengan kapasitas pencucian yang lebih besar, mesin ini mampu memangkas waktu produksi secara signifikan. Selain mempercepat proses kerja, tingkat kebersihan bahan baku juga menjadi lebih terjaga sehingga mendukung kualitas produk akhir.<\/p>\n<p>Pemanfaatan alat tersebut membawa perubahan nyata dalam aktivitas produksi UMKM bumbu Hj. Emi. Beban kerja pekerja berkurang, ritme produksi menjadi lebih stabil, serta pengelolaan waktu kerja dapat dilakukan dengan lebih baik.<\/p>\n<p>Tidak hanya menyerahkan alat, mahasiswa Untag Surabaya juga memberikan pelatihan mengenai pengoperasian dan perawatan mesin. Pendampingan ini dilakukan agar pemilik dan pekerja UMKM dapat menggunakan teknologi tersebut secara mandiri serta menjaga keberlanjutan pemanfaatannya.<\/p>\n<p>Pemilik UMKM bumbu Hj. Emi menyampaikan bahwa penggunaan mesin pencuci rempah sangat membantu kelancaran produksi harian. Proses kerja menjadi lebih efisien dan kebersihan bahan baku meningkat, yang berdampak langsung pada konsistensi mutu bumbu yang dihasilkan.<\/p>\n<p>Keberhasilan penerapan teknologi tepat guna ini menunjukkan bahwa dukungan akademisi dapat berperan penting dalam mendorong peningkatan produktivitas UMKM. Tanpa menambah tenaga kerja, pelaku usaha tetap mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa Untag Surabaya berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dapat terus dikembangkan. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi UMKM lain di kawasan Trawas dan sekitarnya dalam memanfaatkan teknologi sederhana guna meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Penerapan teknologi sederhana terbukti mampu meningkatkan kinerja pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pedesaan. Hal ini dirasakan langsung oleh UMKM bumbu milik Hj. Emi yang berlokasi di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, setelah memanfaatkan mesin pencuci rempah dalam proses produksinya. Inovasi tersebut hadir melalui program pengabdian kepada masyarakat yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22884,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-22883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22883"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22883\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}