{"id":22859,"date":"2026-01-11T22:59:25","date_gmt":"2026-01-11T14:59:25","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=22859"},"modified":"2026-01-11T23:00:45","modified_gmt":"2026-01-11T15:00:45","slug":"dari-tpa-ke-jalan-raya-mengurai-krisis-sampah-di-tangerang-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/dari-tpa-ke-jalan-raya-mengurai-krisis-sampah-di-tangerang-selatan\/22859\/","title":{"rendered":"Dari TPA ke Jalan Raya: Mengurai Krisis Sampah di Tangerang Selatan"},"content":{"rendered":"<p>Penulis: <strong>Raihan Nabil<\/strong> ( Universitas Muhammadiyah Jakarta )<\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com <\/strong>&#8211; Kota Tangerang Selatan adalah salah satu kota penyangga besar di Provinsi Banten dengan jumlah penduduk yang terus meningkat dan aktivitas urban yang pesat. Peningkatan populasi ini turut mendorong volume timbulan sampah yang semakin tinggi setiap tahunnya. Sebagai contoh, data penelitian menunjukkan bahwa sampah rumah tangga di Tangsel mencapai sekitar 800 ton per hari, dengan kontribusi paling besar berasal dari sektor rumah tangga sekitar 93 % dari total produksi sampah dan sebagian besar merupakan sampah organik (sisa makanan) pada 2022.<\/p>\n<figure id=\"attachment_22861\" aria-describedby=\"caption-attachment-22861\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-4.png\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"166\" class=\"size-full wp-image-22861\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-4.png 602w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-4-300x83.png 300w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-22861\" class=\"wp-caption-text\">Data timbulan sampah Tangerang selatan tahun 2020-2024 Sumber; simalih.tangerangselatankota.go.id<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pertumbuhan jumlah penduduk serta konsumsi masyarakat yang semakin tinggi menjadi faktor utama meningkatnya volume timbulan sampah, yang nantinya menjadi beban serius bagi sistem pengelolaan wilayah. <\/p>\n<p>Selain itu, penelitian lain mengungkapkan bahwa kebijakan pengurangan sampah yang diatur dalam Perda No. 13 Tahun 2019 masih belum optimal dalam pelaksanaannya, walaupun sudah dilaksanakan beberapa program seperti Zero-Waste Homes dan TPS3R di berbagai kecamatan. Evaluasi menunjukkan bahwa kebijakan tersebut belum secara signifikan menurunkan volume sampah secara keseluruhan di kota ini<\/p>\n<p>Secara struktural, sistem pengelolaan sampah di Tangsel masih menghadapi kendala utama, seperti minimnya fasilitas pemrosesan akhir (TPA) yang memadai, keterbatasan armada angkut, serta kurangnya segregasi sampah dari sumbernya. Akibatnya, sampah yang dihasilkan tidak semua terangkut secara efektif, sementara sebagian lagi tetap menumpuk di TPS atau di lingkungan masyarakat.<\/p>\n<p>Pada akhir tahun 2025, penumpukan sampah terlihat jelas di sejumlah titik di Ciputat, termasuk di sekitar Pasar Ciputat, Flyover Ciputat, dan sepanjang bahu jalan utama kota. Sampah menumpuk selama beberapa hari berturut-turut karena gangguan pada alur pembuangan ke fasilitas akhir (TPA) dan terganggunya operasional pengangkutan rutin, sehingga membuat tumpukan sampah menjadi pemandangan umum di ruang publik.<\/p>\n<figure id=\"attachment_22860\" aria-describedby=\"caption-attachment-22860\" style=\"width: 401px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar3-3.jpg\" alt=\"\" width=\"401\" height=\"315\" class=\"size-full wp-image-22860\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar3-3.jpg 401w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar3-3-300x236.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 401px) 100vw, 401px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-22860\" class=\"wp-caption-text\">Sampah menumpuk di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (20\/12\/2025) Sumber; dokumentasi pribadi<\/figcaption><\/figure>\n<p>Warga dan pengguna jalan mengeluhkan aroma tidak sedap yang menyengat, sekaligus terganggunya aktivitas sehari-hari karena bau dan penurunan kenyamanan ruang publik.<br \/>\nMasalah penumpukan sampah di Ciputat muncul karena sistem pengelolaan tidak mampu menampung dan mengangkut volume sampah yang dihasilkan ketika terjadi gangguan pada fasilitas akhir (TPA) atau tempat penampungan sementara, serta karena ketidaksiapan mitigasi saat fasilitas tersebut berhenti beroperasi. Fenomena ini bukan hanya terjadi sekali, tetapi mencerminkan kekurangan dalam perencanaan dan kapasitas pengelolaan sampah kota yang lebih luas<\/p>\n<p>Kondisi penumpukan sampah di Ciputat juga memperlihatkan keterbatasan kapasitas pemerintah kota jika bekerja secara sektoral dan sendiri. Dalam situasi krisis seperti terganggunya operasional TPA atau jalur pembuangan, Dinas Lingkungan Hidup, kecamatan, dan kelurahan sering kali tidak memiliki cukup sumber daya, armada, maupun ruang pengolahan untuk merespons lonjakan sampah secara cepat. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Tangsel bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan tata kelola pemerintahan.<br \/>\nDi sinilah pentingnya pendekatan kolaborasi antar pemerintah dan lintas sektor collaborative governance. Penanganan sampah di Ciputat membutuhkan kerja sama antara pemerintah kota, pemerintah daerah lain, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat, terutama ketika fasilitas lokal seperti TPA Cipeucang tidak dapat beroperasi optimal. Kolaborasi lintas wilayah menjadi krusial untuk menjamin keberlanjutan alur pembuangan, misalnya melalui pemanfaatan fasilitas pengolahan di daerah lain atau dukungan infrastruktur dari pemerintah yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Selain kolaborasi antarpemerintah, keterlibatan sektor swasta dan komunitas masyarakat juga tidak bisa dipisahkan dari peran pemerintah. Pemerintah berfungsi sebagai orkestrator kebijakan, yang mengatur regulasi, insentif, dan pembagian peran agar perusahaan pengangkutan, pengelola TPS3R, bank sampah, serta komunitas warga dapat bekerja dalam satu sistem yang terkoordinasi. Tanpa koordinasi ini, upaya masyarakat dan swasta cenderung terfragmentasi dan tidak mampu menahan tekanan timbulan sampah yang besar.<\/p>\n<p>Dengan demikian, penumpukan sampah di Ciputat bukan sekadar akibat dari keterbatasan armada atau TPA, tetapi merupakan sinyal bahwa model pengelolaan yang masih hierarkis dan terfragmentasi perlu bergeser ke model kolaboratif. Pemerintah kota tidak lagi cukup berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi harus menjadi penghubung, pengatur, dan penggerak kolaborasi antar aktor. Hanya dengan tata kelola kolaboratif inilah Tangerang Selatan dapat membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di tengah tekanan urbanisasi yang terus meningkat.<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><br \/>\nAntara Foto. (2025). Sampah menumpuk di Tangerang Selatan akibat penutupan TPA Cipeucang. Diakses dari https:\/\/www.antarafoto.com<br \/>\nBadan Riset dan Inovasi Nasional &#038; Institut Pertanian Bogor. (2022). Karakteristik dan timbulan sampah rumah tangga di Kota Tangerang Selatan. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. IPB University. Diakses dari https:\/\/journal.ipb.ac.id\/jpsl\/article\/download\/54295\/31487<br \/>\nDetik News. (2025). Warga Tangsel khawatir sampah memicu penyakit. Diakses dari https:\/\/news.detik.com<br \/>\nIDN Times Banten. (2025). Sampah menumpuk di Ciputat, ada apa? Diakses dari https:\/\/banten.idntimes.com<br \/>\nMDPI Sustainability Journal. (2023). Municipal solid waste management in South Tangerang City. Diakses dari https:\/\/www.mdpi.com\/2071-1050\/15\/8\/6560<br \/>\nNTV News. (2025). TPA Cipeucang dalam penataan, sampah menggunung di Tangsel. Diakses dari https:\/\/www.ntvnews.id<br \/>\nPemerintah Kota Tangerang Selatan. (2019). Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah. Tangerang Selatan.<br \/>\nPemerintah Kota Tangerang Selatan. (2020\u20132024). Data Timbulan Sampah Kota Tangerang Selatan. Sistem Informasi Manajemen Lingkungan Hidup (SIMALIH). Diakses dari https:\/\/simalih.tangerangselatankota.go.id<br \/>\nResearchhub Indonesia. (2022). Pengelolaan sampah pasar tradisional di Ciputat. Diakses dari https:\/\/researchhub.id<br \/>\nSTIE Pariwisata Internasional. (2023). Optimalisasi TPS3R Pasar Cantik Ciputat dalam pengelolaan sampah. Jurnal SAFARI. Diakses dari https:\/\/jurnal-stiepari.ac.id<br \/>\nUniversitas Muhammadiyah Bengkulu. (2023). Evaluasi implementasi Perda No.13 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan. Jurnal Manajemen dan Kebijakan Publik. Diakses dari https:\/\/jurnal.umb.ac.id<br \/>\nUniversitas Suryadarma. (2022). Analisis sistem pengelolaan sampah perkotaan di Tangerang Selatan. Jurnal Teknik Lingkungan. Diakses dari https:\/\/ojs-teknik.usni.ac.id<br \/>\nVOI Indonesia. (2025). Penumpukan sampah di Tangerang Selatan akibat gangguan TPA. Diakses dari https:\/\/voi.id<br \/>\nDokumentasi Pribadi. (2025, 20 Desember). Sampah menumpuk di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Raihan Nabil ( Universitas Muhammadiyah Jakarta ) JurnalPost.com &#8211; Kota Tangerang Selatan adalah salah satu kota penyangga besar di Provinsi Banten dengan jumlah penduduk yang terus meningkat dan aktivitas urban yang pesat. Peningkatan populasi ini turut mendorong volume timbulan sampah yang semakin tinggi setiap tahunnya. Sebagai contoh, data penelitian menunjukkan bahwa sampah rumah tangga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22860,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-22859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22859"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22859\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}