{"id":22831,"date":"2026-01-11T21:05:25","date_gmt":"2026-01-11T13:05:25","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=22831"},"modified":"2026-01-11T21:05:25","modified_gmt":"2026-01-11T13:05:25","slug":"sulap-daun-jadi-karya-seni-bernilai-ekonomi-mahasiswa-kkn-untag-surabaya-gelar-pelatihan-ecoprint-di-desa-tamiajeng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/sulap-daun-jadi-karya-seni-bernilai-ekonomi-mahasiswa-kkn-untag-surabaya-gelar-pelatihan-ecoprint-di-desa-tamiajeng\/22831\/","title":{"rendered":"Sulap Daun Jadi Karya Seni Bernilai Ekonomi, Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Gelar Pelatihan Ecoprint di Desa Tamiajeng"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-7.png\" alt=\"\" width=\"464\" height=\"299\" class=\"aligncenter size-full wp-image-22833\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-7.png 464w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-7-300x193.png 300w\" sizes=\"(max-width: 464px) 100vw, 464px\" \/><\/p>\n<p><strong>TAMIAJENG, MOJOKERTO, JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok R19 Universitas 17 Agustus 1945  Surabaya (UNTAG) sukses menggelar pelatihan Ecoprint bagi warga Desa Tamiajeng pada Minggu (11\/01\/2026). Bertempat di Balai Desa Tamiajeng, kegiatan ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan kreatif berbasis lingkungan yang memiliki nilai jual tinggi sekaligus memanfaatkan potensi alam desa secara bijak.<\/p>\n<p>Ecoprint merupakan teknik memberi warna dan motif pada kain menggunakan pigmen alami dari daun, bunga, atau batang tumbuhan. Teknik ini dipilih sebagai program kerja unggulan karena Desa Tamiajeng yang terletak di lereng gunung memiliki kekayaan flora yang sangat melimpah. Namun, selama ini potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga untuk menghasilkan produk kerajinan bernilai tambah.<\/p>\n<p>Ketua Kelompok KKN R19, menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya nyata mahasiswa Kampus Merah Putih untuk mendorong transformasi ekonomi kreatif di tingkat pedesaan. &#8220;Kami melihat potensi vegetasi di Desa Tamiajeng sangat luar biasa. Melalui ecoprint, warga tidak perlu lagi bergantung pada bahan kimia sintetis yang mahal dan mencemari lingkungan. Cukup dengan memanfaatkan daun di sekitar rumah, mereka bisa menghasilkan kain atau tas dengan motif unik yang memiliki segmentasi pasar eksklusif di perkotaan,&#8221; ujarnya di sela-sela kesibukan pelatihan.<\/p>\n<p><strong>Proses Kreatif dan Edukasi Bahan Alam<\/strong><br \/>\nAntusiasme warga, terutama ibu-ibu penggerak PKK, tampak sangat tinggi sejak pagi hari. Mahasiswa mengawali kegiatan dengan memaparkan teori dasar mengenai jenis-jenis daun yang memiliki kadar tanin tinggi agar warna yang dihasilkan tajam dan permanen. Dalam praktik kali ini, mahasiswa memfokuskan pada teknik pounding (teknik pukul).<\/p>\n<p>Para peserta diajak mempraktikkan langsung cara menata daun jati yang menghasilkan warna merah kecoklatan, daun pepaya untuk serat yang detail, serta daun singkong di atas media kain katun dan tas blacu (totebag). Setelah proses penataan komposisi yang artistik, kain dilapisi plastik kemudian dipukul secara perlahan menggunakan palu kayu hingga pigmen warna tumbuhan meresap sempurna ke dalam serat kain.<\/p>\n<p>&#8220;Awalnya saya kira rumit, ternyata sangat seru dan sederhana jika kita tahu caranya. Hasilnya sangat cantik, alami, dan yang paling penting setiap orang punya motif yang berbeda-beda.&#8221; ungkap Ibu Tutuk, salah satu peserta yang tampak bangga menunjukkan hasil karyanya.<\/p>\n<p><strong>Digitalisasi Pemasaran dan Kemandirian Ekonomi<\/strong><br \/>\nTidak berhenti pada proses produksi, mahasiswa KKN UNTAG Surabaya juga memberikan edukasi komprehensif mengenai aspek hilirisasi produk. Mengingat tantangan utama UMKM desa adalah akses pasar, tim mahasiswa memberikan materi mengenai teknik fotografi produk menggunakan ponsel dan cara pemasaran melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Capture-2.jpg\" alt=\"\" width=\"524\" height=\"195\" class=\"aligncenter size-full wp-image-22832\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Capture-2.jpg 524w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Capture-2-300x112.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 524px) 100vw, 524px\" \/><\/p>\n<p>Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok R19, menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan misi universitas dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat. &#8220;Kami berharap ecoprint ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial sehari saja. Kami mendorong terbentuknya kelompok wirausaha baru di Desa Tamiajeng sehingga desa ini memiliki produk unggulan yang bisa dijadikan cinderamata bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah Mojokerto,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Melalui sinergi antara mahasiswa dan warga ini, Desa Tamiajeng diharapkan dapat bertransformasi menjadi desa kreatif yang ramah lingkungan. Produk ecoprint hasil karya warga tidak hanya menjadi simbol kreativitas, tetapi juga menjadi mesin baru bagi peningkatan pendapatan asli keluarga. Kegiatan pelatihan ini ditutup dengan sesi pameran mini di selasar Balai Desa, di mana puluhan karya totebag dengan motif jejak alam berjejer rapi, menandai awal mula kebangkitan ekonomi kreatif berbasis alam di Desa Tamiajeng. Kegiatan pelatihan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pameran hasil karya kain ecoprint yang telah dibuat oleh para peserta sepanjang acara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TAMIAJENG, MOJOKERTO, JurnalPost.com \u2013 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok R19 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG) sukses menggelar pelatihan Ecoprint bagi warga Desa Tamiajeng pada Minggu (11\/01\/2026). Bertempat di Balai Desa Tamiajeng, kegiatan ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan kreatif berbasis lingkungan yang memiliki nilai jual tinggi sekaligus memanfaatkan potensi alam desa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22833,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-22831","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22831"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22831\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}