{"id":22735,"date":"2026-01-09T21:48:11","date_gmt":"2026-01-09T13:48:11","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=22735"},"modified":"2026-01-10T14:09:06","modified_gmt":"2026-01-10T06:09:06","slug":"fisioterapi-dalam-membantu-anak-berkebutuhan-khusus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/fisioterapi-dalam-membantu-anak-berkebutuhan-khusus\/22735\/","title":{"rendered":"Fisioterapi dalam Membantu Anak Berkebutuhan Khusus"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_22736\" aria-describedby=\"caption-attachment-22736\" style=\"width: 634px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-22736\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-09-at-9.45.58-PM.jpeg\" alt=\"\" width=\"634\" height=\"634\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-09-at-9.45.58-PM.jpeg 634w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-09-at-9.45.58-PM-300x300.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-09-at-9.45.58-PM-150x150.jpeg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-09-at-9.45.58-PM-75x75.jpeg 75w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-09-at-9.45.58-PM-350x350.jpeg 350w\" sizes=\"(max-width: 634px) 100vw, 634px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-22736\" class=\"wp-caption-text\">Sumber : https:\/\/physiocuredubai.com\/pediatric-physiotherapy-how-it-helps\/<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Oleh: Erisha kusumawardani<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong>  &#8211; Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki hambatan tertentu dalam perkembangan fisik, motorik, sensorik, kognitif, atau perilaku yang mengharuskan adanya dukungan tambahan dalam proses tumbuh kembangnya. Salah satu bentuk intervensi yang penting bagi kelompok ini adalah fisioterapi. Fisioterapi merupakan layanan terapi yang berfokus pada pergerakan, fungsi tubuh, dan kemampuan motorik anak agar mereka dapat berkembang secara optimal sesuai kemampuan masing-masing.<\/p>\n<p>Banyak anak berkebutuhan khusus mengalami kesulitan dalam bergerak, mempertahankan postur, atau mengendalikan gerak tubuh. Kondisi ini dapat menghambat aktivitas sehari-hari seperti berjalan, duduk, berdiri, maupun bermain. Oleh karena itu, fisioterapi hadir sebagai bentuk pendampingan profesional yang menyediakan latihan, stimulasi, dan teknik intervensi untuk meningkatkan kemampuan motorik anak secara bertahap.<\/p>\n<p>Fisioterapi berperan penting dalam membantu anak yang memiliki keterlambatan perkembangan gerak atau kelainan neuromuskular. Terapi ini membantu meningkatkan kekuatan otot, kelenturan, dan koordinasi yang diperlukan agar anak dapat bergerak lebih mandiri. Melalui latihan berulang dan stimulasi yang terarah, fisioterapi memungkinkan anak mempelajari kemampuan dasar seperti merangkak, duduk, berdiri, berjalan, hingga melakukan aktivitas bermain.<\/p>\n<p>Selain itu, fisioterapi juga membantu melatih sistem sensorik anak, seperti keseimbangan, orientasi tubuh, dan kemampuan mengendalikan gerakan. Anak yang memiliki gangguan sensorik seringkali kesulitan memahami posisi tubuhnya, sehingga memerlukan bimbingan untuk membangun kontrol gerak yang lebih baik.<\/p>\n<p>Penerapan fisioterapi memberikan manfaat luas, baik bagi perkembangan fisik maupun psikologis anak. Beberapa manfaat utama meliputi:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Meningkatkan kemampuan gerak dasar<\/strong><br \/>\nAnak belajar mengontrol gerakan tubuh seperti berdiri, berjalan, melompat, atau memegang benda.<\/li>\n<li><strong>Menguatkan otot dan memperbaiki postur<\/strong><br \/>\nLatihan yang diberikan membantu mengurangi kekakuan otot dan memperbaiki posisi tubuh saat beraktivitas.<\/li>\n<li><strong>Meningkatkan kemandirian<\/strong><br \/>\nAnak menjadi lebih mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, berpakaian, atau bermain tanpa terlalu banyak bantuan.<\/li>\n<li><strong>Mengurangi risiko cedera<\/strong><br \/>\nDengan kemampuan motorik yang lebih baik, anak lebih mampu menjaga keseimbangan dan menghindari jatuh.<\/li>\n<li><strong>Meningkatkan kepercayaan diri<\/strong><br \/>\nKetika anak dapat bergerak lebih bebas dan mandiri, hal ini berdampak positif pada perkembangan emosional dan sosial.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Fisioterapis biasanya menggunakan berbagai teknik sesuai kondisi anak, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Latihan mobilisasi<\/strong> untuk meningkatkan kelenturan sendi.<\/li>\n<li><strong>Latihan penguatan otot<\/strong> agar anak mampu menopang tubuh dengan baik.<\/li>\n<li><strong>Sensory integration therapy<\/strong> untuk anak yang memiliki gangguan sensorik.<\/li>\n<li><strong>Neurodevelopmental treatment (NDT)<\/strong> untuk memperbaiki pola gerak pada anak dengan kelainan neurologis.<\/li>\n<li><strong>Latihan keseimbangan dan koordinasi<\/strong> untuk membantu anak bergerak lebih stabil.<\/li>\n<li><strong>Terapi bermain<\/strong>, yaitu teknik latihan melalui permainan agar anak belajar sambil merasa nyaman.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Keberhasilan fisioterapi tidak hanya bergantung pada terapis, tetapi juga pada peran keluarga dan lingkungan terdekat. Orang tua perlu mendampingi anak selama proses terapi, melanjutkan latihan di rumah, serta memberikan dukungan emosional. Kerja sama yang baik antara fisioterapis dan keluarga dapat mempercepat perkembangan anak dan meningkatkan motivasi mereka dalam menjalani terapi.<\/p>\n<p>Fisioterapi merupakan intervensi penting bagi anak berkebutuhan khusus, terutama mereka yang memiliki kesulitan bergerak atau gangguan perkembangan motorik. Terapi ini membantu anak belajar bergerak, duduk, berdiri, hingga bermain secara lebih mandiri. Dengan latihan yang tepat dan dukungan keluarga, fisioterapi mampu meningkatkan kualitas hidup anak serta membantu mereka beraktivitas seperti anak lainnya. Pengembangan program terapi yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk membantu anak mencapai potensi terbaiknya.<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Bly, L. (2011). <em>Motor <\/em><em>Skills Acquisition in the First Year<\/em>. Psychological Corporation.<\/li>\n<li>Darrah, J., Law, M. C., &amp; Pollock, N. (2001). \u201cFamily-Centered Functional Therapy for Children with Developmental Delay.\u201d <em>Developmental Medicine &amp; Child Neurology<\/em>, 43(12), 839\u2013846.<\/li>\n<li>Haley, S. M. &amp; Fragala-Pinkham, M. (2006). <em>Pediatric Physical Therapy<\/em>. Elsevier.<\/li>\n<li>Shumway-Cook, A. &amp; Woollacott, M. (2017). <em>Motor Control: Translating Research into Clinical Practice<\/em>. Lippincott Williams &amp; Wilkins.<\/li>\n<li>World Health Organization. (2020). <em>Rehabilitation for Children with Developmental Disorders<\/em>. WHO Press.<\/li>\n<li>Ziviani, J. (2018). <em>Child Development and Rehabilitation<\/em>. Routledge<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Erisha kusumawardani JurnalPost.com &#8211; Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki hambatan tertentu dalam perkembangan fisik, motorik, sensorik, kognitif, atau perilaku yang mengharuskan adanya dukungan tambahan dalam proses tumbuh kembangnya. Salah satu bentuk intervensi yang penting bagi kelompok ini adalah fisioterapi. Fisioterapi merupakan layanan terapi yang berfokus pada pergerakan, fungsi tubuh, dan kemampuan motorik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22736,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-22735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22735"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22735\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22736"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}