{"id":22701,"date":"2026-01-09T15:09:57","date_gmt":"2026-01-09T07:09:57","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=22701"},"modified":"2026-01-09T15:09:57","modified_gmt":"2026-01-09T07:09:57","slug":"analisis-pendidikan-sd-negeri-006-rotan-semulur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/analisis-pendidikan-sd-negeri-006-rotan-semulur\/22701\/","title":{"rendered":"ANALISIS PENDIDIKAN SD NEGERI 006 ROTAN SEMULUR"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-22702\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-09-at-12.41.21-PM.jpeg\" alt=\"\" width=\"547\" height=\"365\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-09-at-12.41.21-PM.jpeg 547w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-09-at-12.41.21-PM-300x200.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 547px) 100vw, 547px\" \/><\/p>\n<p>Amanda aulia putri<sup>1<\/sup>, Febrina Aisyah<sup>2<\/sup>, Novriani Annisa<sup>3<\/sup>, Suci Aura Hikmah<sup>4<\/sup><br \/>\nPendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan &amp; Ilmu Pendidikan, U niversitas Islam Riau<\/p>\n<p>E-mail : <a href=\"mailto:amandauliaputri027@gmail.com\">amandauliaputri027@gmail.com<\/a><sup>1<\/sup> , <a href=\"mailto:febriinaaisyahh@gmail.com\">febriinaaisyahh@gmail.com<\/a><sup>2<\/sup> , <a href=\"mailto:novrianiannisa06@gmail.com\">novrianiannisa06@gmail.com<\/a><sup>3<\/sup> , <a href=\"mailto:suciah344@gmail.com\">suciah344@gmail.com<\/a><sup>4<\/sup><\/p>\n<p><strong>Abstrak<\/strong><br \/>\nPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di SD Negeri 006 Rotan Semelur, meliputi sistem pendidikan, metode pembelajaran, permasalahan pendidikan dan pengajaran, pendekatan guru dalam mendidik siswa, teori pendidikan yang diterapkan, serta pelaksanaan pembelajaran berdasarkan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri 006 Rotan Semelur telah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan berbagai metode pembelajaran seperti ceramah, diskusi, dan praktik. Aktivitas pembelajaran meliputi membaca, menulis, berhitung, serta kegiatan proyek. Penilaian dilakukan melalui tugas, ulangan, dan observasi. Sekolah juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler hadroh sebagai sarana pengembangan karakter siswa. Namun, terdapat beberapa permasalahan seperti kurangnya keterlibatan orang tua, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta jumlah siswa yang berlebihan dalam satu rombongan belajar. Guru berupaya mengatasi permasalahan tersebut dengan menerapkan pembelajaran berbasis karakter, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan positif. Teori pembelajaran kognitif dan konstruktivisme menjadi dasar dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah ini. Secara keseluruhan, pelaksanaan pendidikan di SD Negeri 006 Rotan Semelur sudah berjalan dengan cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan dari segi sarana dan dukungan orang tua.<\/p>\n<p><strong>Kata kunci: Pendidikan dasar, Kurikulum Merdeka, Pembelajaran, Sekolah Dasar<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>\nPendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Melalui pendidikan, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, baik dari segi intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual. Sekolah dasar sebagai jenjang pendidikan formal pertama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan dasar kemampuan akademik peserta didik.<\/p>\n<p>Seiring dengan perkembangan zaman, sistem pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan, salah satunya melalui penerapan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pengembangan karakter, serta pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Implementasi kurikulum ini menuntut kesiapan sekolah, guru, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua.<\/p>\n<p>SD Negeri 006 Rotan Semelur merupakan salah satu sekolah dasar yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajarannya. Dalam pelaksanaannya, sekolah ini menghadapi berbagai kondisi dan tantangan, baik dari segi pendidikan maupun pengajaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut, permasalahan yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan guru dalam mendidik siswa.<\/p>\n<p>Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan di SD Negeri 006 Rotan Semelur berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan.<\/p>\n<p><strong>Metode Penelitian<\/strong><br \/>\nPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini digunakan untuk menggambarkan secara mendalam kondisi pendidikan dan pengajaran di SD Negeri 006 Rotan Semelur berdasarkan data hasil wawancara.<\/p>\n<ol>\n<li>Sumber Data<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak sekolah, khususnya guru, mengenai pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di SD Negeri 006 Rotan Semelur.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Teknik Pengumpulan Data<\/li>\n<\/ol>\n<p>Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:<\/p>\n<p>Wawancara, untuk memperoleh informasi terkait sistem pendidikan, metode pembelajaran, permasalahan pendidikan dan pengajaran, pendekatan guru, teori pendidikan yang diterapkan, serta pelaksanaan pembelajaran.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Teknik Analisis Data<\/li>\n<\/ol>\n<p>Data yang diperoleh dianalisis dengan cara:<br \/>\nReduksi data<br \/>\nPenyajian data<br \/>\nPenarikan kesimpulan<br \/>\nHasil dan Pembahasan<\/p>\n<ol>\n<li>Pendidikan dan Pengajaran di SD Negeri 006 Rotan Semelur<\/li>\n<\/ol>\n<p>Berdasarkan hasil wawancara, SD Negeri 006 Rotan Semelur telah menerapkan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajarannya. Kurikulum ini memberikan kebebasan kepada guru untuk mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.<\/p>\n<p>Metode pembelajaran yang digunakan cukup beragam, antara lain metode ceramah, diskusi, dan praktik. Penggunaan berbagai metode ini bertujuan agar siswa dapat memahami materi pelajaran dengan lebih baik. Aktivitas pembelajaran siswa meliputi membaca, menulis, berhitung, serta kegiatan lain yang mendukung pemahaman konsep.<\/p>\n<p>Dalam hal penilaian, guru melakukan evaluasi melalui tugas, ulangan, dan observasi terhadap sikap serta keterampilan siswa. Selain kegiatan akademik, SD Negeri 006 Rotan Semelur juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler, yaitu hadroh, yang berperan dalam mengembangkan bakat, minat, dan karakter siswa.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Permasalahan Pendidikan di SD Negeri 006 Rotan Semelur<\/li>\n<\/ol>\n<p>Permasalahan pendidikan yang ditemukan di SD Negeri 006 Rotan Semelur antara lain kurangnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Hal ini berdampak pada kurang optimalnya dukungan belajar siswa di rumah.<\/p>\n<p>Selain itu, fasilitas pendidikan yang tersedia masih terbatas, seperti belum tersedianya perpustakaan yang memadai. Keterbatasan fasilitas ini menjadi kendala dalam meningkatkan minat baca dan kualitas pembelajaran siswa.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Permasalahan Pengajaran di SD Negeri 006 Rotan Semelur<\/li>\n<\/ol>\n<p>Permasalahan pengajaran yang dihadapi sekolah ini adalah keterbatasan ruang kelas. Jumlah siswa dalam satu rombongan belajar yang berlebihan menyebabkan proses pengajaran menjadi kurang efektif. Guru mengalami kesulitan dalam memberikan perhatian secara optimal kepada seluruh siswa.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Cara Guru Mendidik Siswa<\/li>\n<\/ol>\n<p>Guru di SD Negeri 006 Rotan Semelur menerapkan beberapa pendekatan dalam mendidik siswa, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Pembelajaran Berbasis Karakter<\/li>\n<\/ul>\n<p>Guru mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti jujur, disiplin, dan tanggung jawab dalam setiap mata pelajaran.<\/p>\n<ul>\n<li>Kegiatan Ekstrakurikuler<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kegiatan ekstrakurikuler, seperti hadroh, menjadi sarana pengembangan sikap dan nilai positif siswa.<\/p>\n<ul>\n<li>Pembiasaan Positif<\/li>\n<\/ul>\n<p>Guru membiasakan siswa melakukan kegiatan positif seperti berdoa sebelum belajar, berolahraga, dan menjaga kebersihan kelas.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Teori Pendidikan yang Diterapkan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Teori pendidikan yang diterapkan di SD Negeri 006 Rotan Semelur adalah teori pembelajaran kognitif dan konstruktivisme. Teori kognitif menekankan pada proses berpikir siswa dalam memahami materi, sedangkan teori konstruktivisme menekankan pada peran aktif siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman belajar.<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li>Pelaksanaan Pembelajaran<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri 006 Rotan Semelur dilakukan dengan mengintegrasikan Kurikulum Merdeka ke dalam kegiatan yang relevan dan menarik bagi siswa. Contohnya adalah kegiatan pembuatan bangun ruang, yang memungkinkan siswa belajar secara langsung dan kontekstual.<\/p>\n<p>1. Suci Aura Hikmah<br \/>\nemail : suciah344@gmail.com<br \/>\nNpm : 256910832<br \/>\n2. Febrina Aisyah<br \/>\nemail : febriinaaisyahh@gmail.com<br \/>\nNpm : 256910830<br \/>\n3. Amanda aulia putri<br \/>\nEmail : amandauliaputri027@gmail.com<br \/>\nNpm : 256910086<br \/>\n4. Novriani Annisa<br \/>\nemail: novrianiannisa06@gmail.com<br \/>\nNpm : 256912046<\/p>\n<p>Co Author : Dr. DEA MUSTIKA, S.Pd.,M.Pd<br \/>\ndeamustika@edu.uir.ac.id<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>\nBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di SD Negeri 006 Rotan Semelur telah berjalan cukup baik dengan menerapkan Kurikulum Merdeka. Guru menggunakan berbagai metode pembelajaran dan pendekatan pendidikan karakter untuk mendukung perkembangan siswa.<\/p>\n<p>Namun, terdapat beberapa permasalahan yang perlu mendapat perhatian, seperti kurangnya keterlibatan orang tua, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta jumlah siswa yang berlebihan dalam satu kelas. Diperlukan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri 006 Rotan Semelur.<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><br \/>\nDepdiknas. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.<br \/>\nKemendikbud. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.<br \/>\nSanjaya, W. (2016). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.<br \/>\nSugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.<br \/>\nTrianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Amanda aulia putri1, Febrina Aisyah2, Novriani Annisa3, Suci Aura Hikmah4 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan &amp; Ilmu Pendidikan, U niversitas Islam Riau E-mail : amandauliaputri027@gmail.com1 , febriinaaisyahh@gmail.com2 , novrianiannisa06@gmail.com3 , suciah344@gmail.com4 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di SD Negeri 006 Rotan Semelur, meliputi sistem pendidikan, metode pembelajaran, permasalahan pendidikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22702,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-22701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22701"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22701\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}