{"id":2248,"date":"2023-07-09T11:53:50","date_gmt":"2023-07-09T03:53:50","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=2248"},"modified":"2023-07-09T11:53:50","modified_gmt":"2023-07-09T03:53:50","slug":"kesulitan-air-untuk-padi-saat-musim-kemarau-bpp-cerme-gencar-sosialisasikan-tanaman-tembakau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kesulitan-air-untuk-padi-saat-musim-kemarau-bpp-cerme-gencar-sosialisasikan-tanaman-tembakau\/2248\/","title":{"rendered":"Kesulitan Air Untuk Padi Saat Musim Kemarau, BPP Cerme Gencar Sosialisasikan Tanaman Tembakau"},"content":{"rendered":"<p><strong>Gresik, JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Musim kemarau membuat petani sulit mendapatkan air pengairan tanaman padi, oleh karena itu BPP Kecamatan Cerme melakukan sosialisasi terkait tanaman yang tidak memtubuhkan banyak air. \u201cAda 9 titik sosialisasi pada Kecamatan Cerme ini, salah satunya ya di Desa Dampaan ini.\u201d Ujar pak tik selaku tim penangkar tembakau.<\/p>\n<p>Menurut penjelasan Bapak Sriyono selaku koordinator lapang BPP Kecamatan Cerme proses penanaman tembakau dibagi menjadi 2, pada masa persemaian dan pada saat sudah dipindahkan ke lahan. Pada masa persemaian dilakukan selama 40 hari, sedangkan  pada saat di lahan dilakukan selama 90 hari setelah tembakau dipindahkan.<\/p>\n<p>Penyiraman pada tembakau tidak boleh dilakukan terus menerus, penyiraman ditujukan untuk menjaga kelembapan tanah saja. Waktu penyiraman yang disarankan oleh bapak Tik adalah pukul 06.00 pagi sampai pukul 09.00 pagi. Penggunaan fungisida pun juga sangat penting pada persemaian untuk menghindari adanya penjamuran pada bibit. Jika sudah terjadi, maka hal yang harus dilakukan yaitu dengan melakukan penjemuran dengan membuka penutup bedengan persemaian.<\/p>\n<p>Untuk pemerataan bibit, dilakukan kliping hingga sebanyak dua kali guna menghasilkan bibit yang berkualitas. Klipping pertama dilakukan pada umur 25 hari, sedangkan untuk klipping kedua dilakukan pada umur 30-35 hari. <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gambar2-4.jpg\" alt=\"\" width=\"598\" height=\"797\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2250\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gambar2-4.jpg 598w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gambar2-4-225x300.jpg 225w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gambar2-4-150x200.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gambar2-4-300x400.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 598px) 100vw, 598px\" \/><\/p>\n<p>\u201cSaat di persemaian umur 40 hari harus segera disertifikasi, sambil mengunggu biasanya saya melakukan pencabutan untuk pemindahan. Untuk petani lainnya tidak perlu melakukan sertifikasi.\u201d Ujar Pak Tik pada penjelasannya.<\/p>\n<p>Saat di lahan tanam, pemupukan terjadi sebanyak empat kali, pemupukan pertama dilakukan sebelum bibit dipindahkan, pemupukan kedua terjadi saat tembakau berusia 7-14 hari setelah dipindahkan, pemupukan ketiga terjadi saat tembakau berusia 20-25 hari setelah dipindahkan, pemupukan yang keempat dilakukan saat tembakau berusia 30-35 hari setelah dipindahkan.<\/p>\n<p>Biasanya satu tanaman tembakau mampu menghasilkan hingga 20 tangkai, untuk pemanenan pertama dilakukan saat tembakau sudah berusia 85-90 hari, lalu untuk pemanenan kedua atau biasanya petani menyebut dengan soglengan yang dilakukan saat tembakau berusia 7-10 hari dengan jarak pemanenan pertama.<\/p>\n<p>Bapak Sriyono mengutarakan bahwa \u201cPemanenan harus dilakykan pada bulan agustus atau selambat-lambatnya pada september awal. Hal ini dikarenakan pada waktu tersebut harga jual tembakau sedang tinggi-tingginya. Harga jual berkisar mulai dari Rp 3.000\/kg \u2013 Rp 4.000\/kg, untuk soglengannya sendiri berkisar mulai dari Rp 1.500\/kg \u2013 Rp 2.000\/kg.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gresik, JurnalPost.com \u2013 Musim kemarau membuat petani sulit mendapatkan air pengairan tanaman padi, oleh karena itu BPP Kecamatan Cerme melakukan sosialisasi terkait tanaman yang tidak memtubuhkan banyak air. \u201cAda 9 titik sosialisasi pada Kecamatan Cerme ini, salah satunya ya di Desa Dampaan ini.\u201d Ujar pak tik selaku tim penangkar tembakau. Menurut penjelasan Bapak Sriyono selaku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2249,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-2248","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2248"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2248\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}