{"id":2244,"date":"2023-07-09T11:40:26","date_gmt":"2023-07-09T03:40:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=2244"},"modified":"2023-07-09T11:40:26","modified_gmt":"2023-07-09T03:40:26","slug":"belajar-dunia-artificial-intelligence-lebih-dalam-bersama-orbit-future-academy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/belajar-dunia-artificial-intelligence-lebih-dalam-bersama-orbit-future-academy\/2244\/","title":{"rendered":"Belajar Dunia Artificial Intelligence Lebih Dalam Bersama Orbit Future Academy"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com, Merdeka Belaja<\/strong>r \u2013 Kampus Merdeka merupakan kebijakan yang bertujuan mendorong mahasiswa agar dapat menguasai ilmu di berbagai bidang yang nantinya sangat berguna saat memasuki dunia kerja. Kebijakan ini disesuaikan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Merdeka Belajar \u2013 Kampus Merdeka ini memiliki beberapa bentuk kegiatan pembelajaran, seperti Pertukaran Pelajar, KKN Tematik, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), dan masih banyak lagi. Melalui kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan soft skill maupun hard skill agar dapat menjawab tantangan sesuai perkembangan zaman, kemajuan IPTEK, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maupun dinamika masyarakat.<\/p>\n<p>Program Merdeka Belajar \u2013 Kampus Merdeka memberikan dampak positif bagi mahasiswa. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk menempuh pembelajaran pada program studi yang sama\/berbeda pada Perguruan Tinggi yang sama\/berbeda dalam 1 (satu) semester atau setara dengan 20 (dua puluh) sks; dan paling lama 2 (dua) semester atau setara dengan 40 (empat puluh) sks; dan\/atau pembelajaran di luar Perguruan Tinggi. Salah satu program Merdeka Belajar \u2013 Kampus Merdeka yang paling banyak diminati adalah Studi Independen Bersertifikat.<\/p>\n<p>Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka adalah sebuah pembelajaran di kelas yang dirancang khusus berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh mitra\/industri. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari kompetensi yang spesifik dan praktis yang akan dibutuhkan di masa depan, serta mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan para pakar. Program Studi Independen Bersertifikat berupa kursus singkat, pelatihan, serta kursus daring terbuka secara luas. Melalui program ini mahasiswa dapat mempraktekkan kompetensi yang telah dipelajari kedalam sebuah proyek riil.<\/p>\n<p>Gizka Refyana Putri merupakan seorang mahasiswa program studi Sistem Informasi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur yang menjadi salah satu peserta Studi Independen Bersertifikat di Orbit Future Academy.<\/p>\n<p>Orbit Future Academy (PT Orbit Ventura Indonesia) merupakan warisan almarhum Dr. Hasri Ainun Habibie dan Prof. Dr ing. B.J. Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia. Orbit Future Academy (OFA) didirikan tahun 2016 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui inovasi, pendidikan dan keterampilan dengan menawarkan kursus bersertifikasi industri dalam kecerdasan buatan, kewirausahaan startup, keterampilan pendidik, literasi digital, dan banyak lagi. Orbit Future Academy memiliki beberapa program pembelajaran salah satunya adalah Artificial Intelligence Mastery Program.<\/p>\n<p>Program AI Mastery merupakan pelatihan AI secara daring yang bertujuan untuk memperkenalkan dan memperdalam teknologi AI, serta membekali peserta dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi global yang semakin pesat dan memberikan manfaat AI secara nyata ke masyarakat. Pembelajaran program AI Mastery dirancang untuk mengembangkan potensi peserta melalui pemahaman konsep maupun keterampilan praktik secara berimbang. Terdapat beberapa modul pembelajaran yang diberikan pada program AI Mastery ini, diantaranya AI Fundamental membahas terkait Artificial Intelligence, Machine Learning &amp; Deep Learning serta AI Domain membahas terkait Data Science, Computer Vision, Natural Language Processing, Reinforcement Learning, Deployment hingga Proyek Akhir sebagai bentuk pengimplementasian ilmu dengan menghasilkan sebuah produk berbasis AI yang bermanfaat untuk IPTEK dan sosial, baik berupa aplikasi maupun makalah ilmiah. Para peserta juga akan mendapatkan keterampilan teknis serta perilaku dan pola pikir.<\/p>\n<p>Program AI Mastery ini berlangsung dari bulan Februari 2023 sampai dengan bulan Juni 2023 atau selama 20 minggu yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Program ini berlangsung setiap hari kerja (Senin sampai dengan Jumat), dimana pada sesi AI Fundamental terdapat 2 sesi yaitu sesi pagi dengan durasi 100 menit dan sesi siang dengan durasi 100 menit, sedangkan pada sesi AI Domain juga terdapat 2 sesi yaitu sesi pagi dengan durasi 150 menit dan sesi siang dengan durasi 90 menit. Selama mengikuti program, para peserta diharuskan :<\/p>\n<p>1. Mengikuti pre-test.<br \/>\n2. Mengikuti seluruh sesi pembelajaran dengan presensi minimal 80%<br \/>\n3. Mengerjakan latihan maupun hands-on secara individu atau kelompok.<br \/>\n4. Mengerjakan tugas belajar terstruktur, student activity, dan quiz yang diberikan homeroom atau domain coach hingga batas waktu tertentu.<br \/>\n5. Mengikuti ujian teori dan praktik.<br \/>\n6. Mematuhi segala peraturan program yang berlaku<br \/>\n7. Mematuhi segala peraturan kelas yang dibuat bersama homeroom atau domain coach<br \/>\n8. Membuat laporan harian dan mingguan secara rutin pada Website Kampus Merdeka<br \/>\n9. Menyelesaikan Proyek Akhir beserta laporannya<\/p>\n<p>Di akhir kegiatan peserta diwajibkan untuk menyelesaikan proyek akhir. Proses pengerjaan project dilakukan selama 1 bulan. Pengerjaan dilakukan secara berkelompok dengan 4 anggota. Di setiap minggu akan ada bimbingan dengan homeroom coach untuk dijadikan progress dan evaluasi mingguan. Pada proyek akhir, penulis dan tim membuat project dengan luaran aplikasi berbasis AI yang menerapkan salah satu domain, yaitu Computer Vision (CV) yang bernama PotatoCorn Detect. Aplikasi ini dibuat untuk membantu para petani atau pengelola pertanian dalam mengidentifikasi penyakit daun pada tanaman kentang dan jagung, serta memberikan pegetahuan mengenai ciri-ciri, gejala dan penanganan terbaik untuk menangani penyakit secara lebih efektif. Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan Model Convolutional Neural Network (CNN) yang telah dilakukan proses training dan testing sehingga menghasilkan grafik nilai akurasi dan loss.<\/p>\n<p>Selama mengikuti program Artificial Intelligence Mastery di Orbit Future Academy, penulis mendapatkan banyak ilmu baik soft skill maupun hard skill dan pengalaman yang belum pernah didapatkan di bidang studi. Untuk kalian yang memiliki ketertarikan di dunia AI, penulis merekomendasikan untuk mengikuti program yang ditawarkan oleh Orbit Future Academy.<\/p>\n<p>Penulis : <strong>Gizka Refyana Putri<\/strong><br \/>\nMahasiswa Sistem Informasi UPN \u201cVeteran\u201d Jawa Timur<br \/>\nPeserta Studi Independen Bersertifikat Orbit Future Academy Batch IV Tahun 2023<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com, Merdeka Belajar \u2013 Kampus Merdeka merupakan kebijakan yang bertujuan mendorong mahasiswa agar dapat menguasai ilmu di berbagai bidang yang nantinya sangat berguna saat memasuki dunia kerja. Kebijakan ini disesuaikan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Merdeka Belajar \u2013 Kampus Merdeka ini memiliki beberapa bentuk kegiatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2245,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-2244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2244"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2244\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}