{"id":22419,"date":"2025-12-29T19:35:52","date_gmt":"2025-12-29T11:35:52","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=22419"},"modified":"2025-12-29T19:35:52","modified_gmt":"2025-12-29T11:35:52","slug":"mengendalikan-inflasi-melalui-ketahanan-pangan-mengkaji-peran-potensial-danantara-dalam-sektor-unggas-broiler","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mengendalikan-inflasi-melalui-ketahanan-pangan-mengkaji-peran-potensial-danantara-dalam-sektor-unggas-broiler\/22419\/","title":{"rendered":"Mengendalikan Inflasi melalui Ketahanan Pangan: Mengkaji Peran Potensial Danantara dalam Sektor Unggas Broiler"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_22420\" aria-describedby=\"caption-attachment-22420\" style=\"width: 605px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-22420\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-93.jpg\" alt=\"\" width=\"605\" height=\"432\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-93.jpg 605w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-93-300x214.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-93-120x86.jpg 120w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-93-350x250.jpg 350w\" sizes=\"(max-width: 605px) 100vw, 605px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-22420\" class=\"wp-caption-text\">Peternakan ayam broiler modern sebagai bagian dari sistem ketahanan pangan nasional di Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p>Oleh: <strong>Shilva Givanny Saiful<\/strong><br \/>\nMahasiswi Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Keuangan, Universitas Jenderal Soedirman. Berlatar belakang Sarjana Peternakan.<\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Inflasi di Indonesia dianggap sebagai akibat dari faktor eksternal seperti nilai tukar mata uang dan harga energi global. Pada kenyataannya, tekanan inflasi sering kali berasal dari sektor-sektor yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, yaitu sektor pangan. Daging ayam broiler merupakan salah satu komoditas yang sering menjadi sorotan karena menjadi sumber protein hewani bagi masyarakat. Komoditas ini banyak dikonsumsi dan harganya cukup sensitif terhadap perubahan, sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat. Menurut Bank Indonesia, kelompok makanan, minuman dan tembakau merupakan salah satu kontributor utama inflasi, terutama ketika terjadi perubahan harga pangan. Fluktuasi harga ayam broiler di tingkat peternak dan konsumen memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan ekspektasi inflasi. Oleh karena itu, menjaga stabilitas di sektor unggas tidak dapat dipisahkan dari agenda pengendalian inflasi nasional.<\/p>\n<p>Ketahanan pangan menjadi perhatian pemerintah yang terus memperkuat pemantauan stok dan pergerakan harga komoditas pokok. Menjelang akhir tahun 2025, upaya pemantauan distribusi dan pasokan pangan akan ditingkatkan untuk mencegah manipulasi harga dan menjaga stabilitas pasar. Upaya ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada produksi saja, melainkan bergantung juga pada pengelolaan pasar dan keberlanjutan pasokan. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menetapkan harga acuan minimum untuk ayam hidup di tingkat peternak sebesar Rp 18.000 per kilogram sejak Juni 2025. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya melindungi peternak kecil dari kerugian akibat harga jual yang rendah dibawah biaya produksi, dengan tujuan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan pasar. Penetapan harga acuan merupakan cara penting untuk mengurangi fluktuasi harga ayam yang sering memicu inflasi pangan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_22421\" aria-describedby=\"caption-attachment-22421\" style=\"width: 572px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-22421\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar2-11.png\" alt=\"\" width=\"572\" height=\"323\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar2-11.png 572w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar2-11-300x169.png 300w\" sizes=\"(max-width: 572px) 100vw, 572px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-22421\" class=\"wp-caption-text\">Sumber gambar: beritagambar.com, Aktivitas penjualan daging ayam di pasar tradisional yang mempengaruhi stabilitas harga pangan<\/figcaption><\/figure>\n<p>Stabilitas harga ayam broiler memiliki dampak langsung terhadap kondisi makroekonomi. Jika harga ayam terlalu rendah dapat merugikan peternak dan mengurangi produksi dalam jangka menengah. Sebaliknya, kenaikan harga di tingkat konsumen dapat menimbulkan tekanan inflasi. Oleh karena itu, kerja sama antara Kementerian Pertanian, Satgas Pangan dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting dalam menjaga keseimbangan pasar unggas. Selain itu, sektor peternakan unggas masih menghadapi tantangan struktural yang signifikan, terutama dalam hal pembiayaan dan investasi. Peternak unggas skala kecil dan menengah masih kesulitan untuk mengakses modal. Akibatnya, peternak kesulitan meningkatkan efisiensi, memperbaiki manajemen produksi dan menghadapi fluktuasi harga pakan. Situasi tersebut membuat sektor unggas rentan terhadap guncangan, meskipun permintaan pasar relatif stabil.<\/p>\n<figure id=\"attachment_22422\" aria-describedby=\"caption-attachment-22422\" style=\"width: 605px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-22422\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar3-5.png\" alt=\"\" width=\"605\" height=\"358\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar3-5.png 605w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar3-5-300x178.png 300w\" sizes=\"(max-width: 605px) 100vw, 605px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-22422\" class=\"wp-caption-text\">Pakan ternak sebagai komponen utama biaya produksi dalam peternakan ayam broiler<\/figcaption><\/figure>\n<p>Danantara muncul sebagai badan pengelolaan investasi negara yang membuka peluang baru untuk memperkuat sektor peternakan khususnya di bidang perunggasan. Rencana Danantara untuk mengalokasikan dana sekitar Rp 20 triliun untuk proyek-proyek peternakan ayam broiler dan petelur menunjukkan pergeseran kebijakan, dari sekedar stabilitas jangka pendek menuju penguatan produksi jangka panjang. Pendanaan yang signifikan ini memiliki tujuan untuk menciptakan sistem peternakan terintegrasi yang mampu memastikan kelangsungan pasokan dan harga yang stabil. Selain menyediakan modal, Danatara berperan sebagai jembatan antara kebijakan ketahanan pangan dan stabilitas keuangan. Dengan pembiayaan jangka panjang dan pola investasi yang jelas, sektor perunggasan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas produksi tanpa mengorbankan keberlanjutan peternakan skala kecil. Hal tersebut penting karena sektor unggas broiler memiliki siklus produksi yang cepat dan sensitif terhadap perubahan biaya dan harga pasar.<\/p>\n<p>Investasi di sektor unggas tidak hanya sebagai urusan bisnis saja, tetapi juga bagian dari program sosial pemerintah untuk menyediakan protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat. Proyek peternakan yang didukung oleh Danantara bertujuan untuk memperkuat pasokan nasional ayam dan telur guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mempertahankan pasokan yang stabil dapat meminimalkan ancaman kenaikan harga akibat kelangkaan, sehingga membantu mengendalikan inflasi. Dari perspektif stabilitas keuangan, memperkuat sektor perunggasan melalui investasi yang ditargetkan dapat mengurangi kebutuhan akan investasi darurat pemerintah saat harga pangan berfluktuasi. Pasokan yang stabil dan harga ayam broiler yang stabil dapat berkontribusi pada pengendalian inflasi yang berkelanjutan serta melindungi daya beli masyarakat. Dalam jangka panjang, langkah tersebut menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih stabil bagi dunia usaha dan sistem keuangan.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, ketahanan pangan dan pengendalian inflasi tidak dapat dipisahkan. Sektor peternakan unggas broiler berada di pusat kedua hal tersebut, karena memainkan peran stategis dalam konsumsi masyarakat dan dinamika harga. Dengan kebijakan harga yang terstruktur dengan baik, pengawasan pasar yang konsisten serta dukungan investasi melalui Danantara menjadikan sektor peternakan memiliki potensi besar untuk menjadi pilar stabilitas ekonomi nasional. Di masa depan, tantangan utama tidak hanya meyediakan dana investasi saja, tetapi harus memastikan dana tersebut dialokasikan dengan tepat dan mendukung keberlanjutan peternak kecil. Melalui pengelolaan yang baik, peran Danantara dalam sektor peternakan unggas akan meningkatkan ketahanan pangan dan menjaga stabilitas keuangan serta inflasi di Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Catatan Sumber Data:<\/strong><br \/>\nBadan Pusat Statistik (BPS); Bank Indonesia (BI); Kementerian Pertanian Republik Indoneisa; Satgas Pangan; ANTARA News; Katadata; Channel9.id.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Shilva Givanny Saiful Mahasiswi Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Keuangan, Universitas Jenderal Soedirman. Berlatar belakang Sarjana Peternakan. JurnalPost.com &#8211; Inflasi di Indonesia dianggap sebagai akibat dari faktor eksternal seperti nilai tukar mata uang dan harga energi global. Pada kenyataannya, tekanan inflasi sering kali berasal dari sektor-sektor yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, yaitu sektor pangan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22420,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-22419","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22419"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22419\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22420"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}