{"id":21932,"date":"2025-12-17T15:02:44","date_gmt":"2025-12-17T07:02:44","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21932"},"modified":"2025-12-17T15:02:44","modified_gmt":"2025-12-17T07:02:44","slug":"antara-puncak-gunung-dan-puncak-perasaan-kajian-tematik-novel-3726-mdpl","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/antara-puncak-gunung-dan-puncak-perasaan-kajian-tematik-novel-3726-mdpl\/21932\/","title":{"rendered":"Antara Puncak Gunung dan Puncak Perasaan: Kajian Tematik Novel 3726 Mdpl"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-56.jpg\" alt=\"\" width=\"458\" height=\"688\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21933\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-56.jpg 458w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-56-200x300.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 458px) 100vw, 458px\" \/><\/p>\n<p>Nama: Luthfi hafitza<br \/>\nStatus: Mahasiswa<br \/>\nInstitusi: UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan<br \/>\nGmail: luthfihafitza@gmail.com<\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Novel 3726 mdpl adalah sebuah karya fiksi yang mengangkat tema perjuangan dan persahabatan melalui latar petualangan mendaki gunung. Novel 3726 mdpl karya Nurwina Sari. Novel ini di terbitkan pada tahun 2024, yang di terbitkan oleh Romancius. novel ini menceritakan seorang mahasiswa yang bernama Rangga Raja mahasiswa kehutanan, aktif di organisasi kampus, dan gemar mendaki gunung yang jatuh cinta dengan Andini Hangura adik tingkat yang cerdas, berprestasi, dan menjadi objek kekaguman Rangga. <\/p>\n<p>Rangga Raja Namanya seorang mahasiswa aktif di kampusnya yang mengagumi adik tingkatnya bernama Andini Hangura. Dalam cerita novel Rangga Raja selalu berjuang untuk berkomunikasi dengan Andini Hangura seperti mengirimkan pesan foto saat di puncak gunung, dan mengucapkan selamat ulang tahun saat bulan lahirnya Andini di setiap tahunnya walaupun pesan dari Rangga tidak di balas oleh Andini. Rangga Raja mempunyai sifat percaya diri yang tinggi dan tidak gampang untuk menyerah. Andini Hangura tidak membalas pesan dari Rangga bukan karena sombong tapi merasa tidak pede untuk membalasnya. Beberapa bulan kemudian Andini membalas pesan dari Rangga berkat dukungan dari temannya, Rangga langsung yakin oleh perkataannya bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia walaupun prosesnya cukup lama.<\/p>\n<p>Singkat cerita novel ini sudah mulai adanya perkembangan dari kisah Andini dan Rangga seperti mulai balas antar pesan dari mereka berdua dengan begitu mereka sudah mulai dekat, bukan seperti teman melainkan pasangan. Andini Hangura yang dulunya cuek sekarang berubah sifatnya sampai selalu memberikan support semangat kepada Rangga Raja. Disilain Rangga senang dan tidak menyangka bisa sedekat ini dengan wanita yang dia kagumi selama ini, hingga sampai berbonceng motor dan juga makan bersama dengan wanita yang dikaguminya. Mereka berdua saling menasehati satu sama lain dan juga memberikan semangat setiap kegiatan di kampusnya.<\/p>\n<p>Bintang, laki-laki yang Namanya sudah tidak asing di rumah Andini Hangura. Nama panjangnya Bintang Nadi Anggara, anak hukum yang sangat terkenal di kampus. Geng motornya ikut membesarkan namanya dan tersorot sebagai anak orang kaya juga. Bintang pernah menjalin hubungan dengan Andini, sehingga kedekatannya dengan keluarga gadis itu terbentuk secara alami. Setiap kali berkunjung, Bintang hampir selalu menghabiskan waktu bermain catur bersama ayah Andini setiap ingin mengajak Andini keluar mengerjakan tugas bersama, membuat keberadaannya terasa akrab dan diterima. Hubungan masa lalu itulah yang menjadikan sosok Bintang tetap memiliki tempat tersendiri dalam ingatan keluarga Andini, meskipun kisah mereka telah berakhir.<\/p>\n<p>Dalam cerita novel tersebut ayah Andini menanyakan kabar Bintang, \u201ckok dia nggak pernah ke rumah lagi? Ayah rindu main catur bareng dia\u201d ucap Ayah Andini. Andini menjawab \u201cNggak tahu Ayah,\u201d jawab Andini seadanya. Singkat cerita saat di kantin kampus Andini bertanya dengan temannya yang bernama Naira tentang permasalahan cinta di masalalunya. Naira menjawab \u201ckalau sudah selesai, ya selesai orang lama yang menyakitkan itu ga pantes di pilih\u201d. Andini juga berpikir seperti Naira tentang yang sudah, sudahlah, biarkan. Singkat cerita pada saat Andini sedang menimati pagi hari di depan rumahnya dating seseorang yang dia kenal yaitu Bintang. Dia menyapa Andini dengan wajah tersenyum tetapi Andini tidak mau ketemu dengan Bintang lagi, Karena Cuma rasa sakitnya yang membuat Andini seperti itu. Menyadari hal-hal yang Andini kira tidak akan pergi dari hidupnya. Tentu tidak mudah, untuk menatap matanya seperti sedia kala.<\/p>\n<p>Setelah sekian lama perasaan cinta yang di pendam oleh Rangga Raja dia memberanikan diri untuk memberikan pesan kepada Andini Hangura tentang ungkapan perasaanya selama 4 tahun. Disisi lain orang tua Andini Hangura ingin Andini dekat lagi dengan Bintang, Andini bukan tipikal anak yang berwatak pelawan dan permintaan dari orang tuanya berhak didengarkan. Hari kemudian berlalu mulai ada beberapa hal yang berbeda. Andini jadi lebih sering bertemu dengan Bintang. Hari demi hari berlalu dan sebantar lagi pendakian menuju 3726 mdpl, MT. Rinjani sudah dekat. Rangga membeli sebuah cincin berlian dan ingin memasangkan cincin itu untuk perempuannya yaitu Andini Hangura ini di ketinggian 3726 mdpl. Andini mulai minta izin ke ayah dan mamanya terkait perjalanan 3726 mdpl ini, tetapi tidak diberi izin oleh ayahnya.<\/p>\n<p>Besok hari, tanpa izin, Andini tetap berangkat. Andini tidak berpikir Panjang lagi, asalkan dia bisa berangkat dan jalan-jalan yang keren ke Mt. Rinjani. Singkat cerita saat semua sudah siap memulai perjalanan, tepat di gerbang Taman Nasional Gunung Rinjani. Tiba-tiba dating Ayah Andini dengan wajah tegasnya mencari Rangga karena ada yang ingin di bicarakan. Ayah Andini izin kepada Rangga untuk menjeput Andini buat pulang ke Malang. Singkat cerita Hati Rangga memberontak hebat, Andini hanya bisa menatap yang terjadi dengan kosong sembari menangis. Cincin yang untuk Wanita yang dikaguminya hanya untuk kenangan. Akhir cerita dari cerita novel tersebut Rangga Raja pergi mendaki ke gunung Rinjani tanpa Andini Hangura. \u201cDan, berbahagialah hidup Andini Bersama Bintang.<\/p>\n<p>Pendekatan psikologis pada novel 3726 Mdpl digunakan untuk mengungkap dinamika kejiwaan para tokohnya, terutama konflik batin Andini, Rangga, dan Bintang yang menjadi pusat perkembangan cerita. Melalui pendekatan ini, dapat dilihat bagaimana Rangga terus mempertahankan rasa cintanya dengan keyakinan dan optimisme, meskipun sering tidak mendapat balasan dari Andini, serta bagaimana tekanan emosional muncul ketika harapannya tidak sejalan dengan kenyataan. Sikap Andini yang awalnya cuek, kemudian berubah, juga dapat dipahami sebagai proses psikologis yang dipengaruhi rasa tidak percaya diri, luka masa lalu bersama Bintang, dan kebingungannya dalam menentukan pilihan hati. Sementara itu, kehadiran Bintang dan harapan keluarga Andini memunculkan konflik emosional yang memperkuat ketegangan batin tokoh-tokoh tersebut. Dengan demikian, pendekatan psikologis membantu mengungkap motivasi, perasaan terdalam, serta pergulatan emosi yang membentuk alur dan makna keseluruhan novel.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama: Luthfi hafitza Status: Mahasiswa Institusi: UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Gmail: luthfihafitza@gmail.com JurnalPost.com &#8211; Novel 3726 mdpl adalah sebuah karya fiksi yang mengangkat tema perjuangan dan persahabatan melalui latar petualangan mendaki gunung. Novel 3726 mdpl karya Nurwina Sari. Novel ini di terbitkan pada tahun 2024, yang di terbitkan oleh Romancius. novel ini menceritakan seorang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21933,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-21932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21932"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21932\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}