{"id":21807,"date":"2025-12-16T00:42:51","date_gmt":"2025-12-15T16:42:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21807"},"modified":"2025-12-16T13:28:56","modified_gmt":"2025-12-16T05:28:56","slug":"mahasiswa-untag-surabaya-implementasikan-ilmu-komunikasi-lewat-program-mbkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mahasiswa-untag-surabaya-implementasikan-ilmu-komunikasi-lewat-program-mbkm\/21807\/","title":{"rendered":"Mahasiswa UNTAG Surabaya Implementasikan Ilmu Komunikasi Lewat Program MBKM"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21808\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-43.jpg\" alt=\"\" width=\"1380\" height=\"801\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-43.jpg 1380w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-43-300x174.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-43-1024x594.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-43-768x446.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-43-750x435.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-43-1140x662.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1380px) 100vw, 1380px\" \/><\/p>\n<p><strong>Mahasiswa UNTAG Surabaya Implementasikan Ilmu Komunikasi Lewat Program MBKM (Oleh Muhammad Alif Fadlan)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Surabaya, JurnalPost.com<\/strong> \u2014 Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi cara bagi mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya untuk menerapkan ilmu komunikasi langsung di sekolah. Dengan membantu siswa, mahasiswa memberikan pembelajaran yang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menarik dan melatih komunikasi.<\/p>\n<p>Dalam program ini, mahasiswa MBKM UNTAG Surabaya ikut membantu siswa dalam berbagai kegiatan belajar yang menggunakan komunikasi sebagai dasarnya. Materi yang diberikan meliputi logika berpikir dasar, menulis kreatif, serta desain grafis. Ketiga materi ini dibuat agar siswa bisa lebih baik dalam berpikir kritis, lebih kreatif, dan lebih mampu menyampaikan gagasan secara visual dan tulisan.<\/p>\n<p>Pembelajaran logika dasar bertujuan agar siswa memahami cara berpikir yang teratur, sistematis, dan rasional. Dengan metode diskusi, permainan belajar, serta kasus sederhana, siswa diajarkan cara menganalisis masalah dan menyusun argumen secara logis. Cara belajar dua arah ini membuat siswa lebih nyaman dan berani menyampaikan pendapat mereka.<\/p>\n<p>Selain itu, materi kreatif menulis menjadi wadah bagi siswa untuk menyampaikan gagasan, imajinasi, dan pengalaman mereka melalui tulisan. Mahasiswa MBKM membantu siswa dalam membuat cerita pendek, puisi, hingga tulisan reflektif dengan menggunakan bahasa yang mudah namun memiliki makna. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kemampuan menulis, tetapi juga membangun kemampuan merasakan perasaan, merasa empati, serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi. Materi desain grafis juga membantu pembelajaran dengan memperkenalkan konsep dasar komunikasi visual kepada siswa.<\/p>\n<p>Mahasiswa menjelaskan konsep desain sederhana seperti pemilihan warna, jenis huruf, dan tata letak. Dengan melakukan praktik langsung membuat poster atau konten visual edukatif, siswa belajar bahwa desain merupakan bagian penting dalam menyampaikan pesan secara efektif dan menarik.<\/p>\n<p>Selama kegiatan berjalan, mahasiswa MBKM UNTAG Surabaya menggunakan cara komunikasi yang edukatif dan meyakinkan agar materi bisa lebih mudah dipahami oleh para siswa. Metode pembelajaran disusun secara kreatif dan menyenangkan, sehingga menciptakan suasana belajar yang aktif dan semua orang terlibat secara baik di dalam kelas.<\/p>\n<p>Guru pendamping sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa MBKM di lingkungan sekolah. Program ini dianggap memberikan nuansa baru dalam proses belajar mengajar, serta membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir dan berkreasi di luar materi pelajaran formal. Kemitraan antara mahasiswa, guru, dan siswa menjadi faktor utama dalam kesuksesan pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n<p>Bagi mahasiswa, partisipasi dalam program MBKM di sekolah memberi pengalaman nyata dalam penerapan ilmu komunikasi. Mereka belajar bagaimana beradaptasi dengan sifat siswa, mengelola kelas, serta menyampaikan materi secara efektif sesuai dengan tingkat pemahaman para siswa.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan MBKM di lingkungan sekolah, mahasiswa UNTAG Surabaya turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan serta mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.Penerapan ilmu komunikasi melalui pembelajaran logika, penulisan kreatif, dan desain grafis diharapkan bisa memberikan bekal kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang berguna bagi masa depan para siswa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa UNTAG Surabaya Implementasikan Ilmu Komunikasi Lewat Program MBKM (Oleh Muhammad Alif Fadlan) Surabaya, JurnalPost.com \u2014 Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi cara bagi mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya untuk menerapkan ilmu komunikasi langsung di sekolah. Dengan membantu siswa, mahasiswa memberikan pembelajaran yang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menarik dan melatih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21808,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-21807","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21807","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21807"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21807\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21807"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21807"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21807"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}