{"id":21748,"date":"2025-12-15T12:36:59","date_gmt":"2025-12-15T04:36:59","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21748"},"modified":"2025-12-15T12:36:59","modified_gmt":"2025-12-15T04:36:59","slug":"pendidikan-karakter-diperkuat-mahasiswa-upn-veteran-jatim-tanamkan-nilai-toleransi-di-sdn-gununganyar-273","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pendidikan-karakter-diperkuat-mahasiswa-upn-veteran-jatim-tanamkan-nilai-toleransi-di-sdn-gununganyar-273\/21748\/","title":{"rendered":"Pendidikan Karakter Diperkuat, Mahasiswa UPN Veteran Jatim Tanamkan Nilai Toleransi di SDN Gununganyar 273"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/PENGUATAN.jpg\" alt=\"PENGUATAN\" width=\"624\" height=\"468\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21749\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/PENGUATAN.jpg 624w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/PENGUATAN-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p><strong>Surabaya, JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Pendidikan karakter terus menjadi fokus penting dalam sistem pendidikan nasional guna membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas dalam kehidupan sosial. Nilai-nilai seperti religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, sopan santun, dan rasa ingin tahu dinilai krusial untuk ditanamkan sejak usia dini.<\/p>\n<p>Sejalan dengan upaya tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) \u201cVeteran\u201d Jawa Timur melaksanakan kegiatan penguatan pendidikan karakter di SDN Gununganyar 273, Kamis (11\/12\/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja lapangan dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pembiasaan nilai toleransi dan sopan santun di lingkungan sekolah dasar.<\/p>\n<p>Sekolah dasar dipandang sebagai fase strategis dalam pembentukan karakter anak. Pada usia ini, kebiasaan moral mulai terbentuk dan cenderung terbawa hingga dewasa. Karena itu, lingkungan sekolah menjadi ruang penting untuk menanamkan perilaku toleran, santun, dan saling menghargai sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menerapkan metode pembiasaan gerakan Senyum, Salam, dan Sapa (3S). Metode ini dikenal sebagai pendekatan sederhana namun efektif untuk membangun interaksi sosial yang positif antar peserta didik maupun antara siswa dan guru.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin mengenalkan 3S sebagai kebiasaan harian yang mudah diterapkan, tetapi berdampak besar dalam membentuk sikap sopan santun dan toleransi anak,\u201d ujar salah satu mahasiswa pelaksana kegiatan.<\/p>\n<p>Kegiatan dikemas secara partisipatif dan interaktif melalui beberapa sesi. Pada sesi awal, mahasiswa menyampaikan materi penguatan karakter yang menjelaskan makna toleransi dan sopan santun, disertai contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Materi ini juga menekankan dampak positif pembiasaan nilai karakter terhadap terciptanya iklim sekolah yang harmonis.<\/p>\n<p>Selanjutnya, siswa diajak mempraktikkan langsung gerakan 3S secara berkelompok. Praktik ini bertujuan membiasakan anak-anak untuk menyapa dengan ramah, menghormati sesama, serta membangun hubungan sosial yang sehat. Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan ditutup dengan permainan edukatif yang dirancang khusus agar siswa dapat belajar nilai toleransi dan sopan santun melalui pengalaman langsung.<\/p>\n<p>Respons siswa terlihat antusias sepanjang kegiatan. Permainan edukatif dinilai efektif menarik perhatian sekaligus membantu siswa memahami nilai-nilai karakter secara kontekstual. Partisipasi aktif dalam praktik 3S juga menunjukkan tumbuhnya kesadaran awal akan pentingnya interaksi sosial yang baik di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan pembiasaan nilai toleransi dan sopan santun dapat terus berlanjut dalam rutinitas harian sekolah. Program semacam ini diyakini mampu menjadi dasar pembentukan karakter yang kuat serta mendorong terciptanya iklim sekolah yang inklusif, harmonis, dan saling menghargai.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya, JurnalPost.com \u2013 Pendidikan karakter terus menjadi fokus penting dalam sistem pendidikan nasional guna membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas dalam kehidupan sosial. Nilai-nilai seperti religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, sopan santun, dan rasa ingin tahu dinilai krusial untuk ditanamkan sejak usia dini. Sejalan dengan upaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21749,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-21748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21748"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21748\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}