{"id":21512,"date":"2025-12-11T00:38:08","date_gmt":"2025-12-10T16:38:08","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21512"},"modified":"2025-12-11T00:38:08","modified_gmt":"2025-12-10T16:38:08","slug":"prodi-ilmu-komunikasi-untag-surabaya-dorong-penguatan-branding-umkm-kolaborasi-mahasiswa-bantu-diah-cookies-tembus-pasar-lebih-luas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/prodi-ilmu-komunikasi-untag-surabaya-dorong-penguatan-branding-umkm-kolaborasi-mahasiswa-bantu-diah-cookies-tembus-pasar-lebih-luas\/21512\/","title":{"rendered":"Prodi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya Dorong Penguatan Branding UMKM, Kolaborasi Mahasiswa Bantu Diah Cookies Tembus Pasar Lebih Luas"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Branding-UMKM.jpg\" alt=\"\" width=\"1119\" height=\"630\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21513\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Branding-UMKM.jpg 1119w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Branding-UMKM-300x169.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Branding-UMKM-1024x577.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Branding-UMKM-768x432.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Branding-UMKM-750x422.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1119px) 100vw, 1119px\" \/><\/p>\n<p><strong>Surabaya, JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya terus memperkuat perannya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui proyek kolaborasi mahasiswa lintas mata kuliah yang tahun ini menggandeng Diah Cookies, salah satu UMKM rumahan yang cukup dikenal warga Surabaya sebagai produsen kue kering sejak awal 2000-an.<\/p>\n<p>Dalam proyek ini, mahasiswa dari mata kuliah Manajemen, Public Relations, Periklanan, Desain Grafis, serta Komunikasi Visual &#038; Fotografi bekerja bersama menjadi satu tim komunikasi profesional. Mereka menyusun strategi branding, membuat video profil, hingga merancang konsep branding baru yang dapat membantu UMKM tersebut tampil lebih rapi dan fresh di media sosial.<\/p>\n<p>Diah Cookies memiliki perjalanan panjang. Usaha ini mulai dirintis pada 2001, bermula dari waktu luang sang owner yang mendapat libur kerja satu bulan menjelang Ramadan. Namun titik balik usaha terjadi pada 2015, ketika suami sang owner terkena PHK. Dari sana keluarga memutuskan menekuni usaha kue kering secara serius karena setiap tahun permintaan konsumen terus meningkat.<\/p>\n<p>Pada 2015 pula mereka mengikuti program Pahlawan Ekonomi, kegiatan pemberdayaan UMKM yang digagas Wali Kota Surabaya saat itu, Tri Rismaharini. Diah Cookies keluar sebagai juara dan mendapat banyak perhatian publik. Sejak hari itu, usaha rumahan ini mulai dikenal lebih luas dan produksi dilakukan setiap hari.<\/p>\n<p>\u201cYang bikin pelanggan bertahan itu rasa. Banyak yang sudah kenal Diah Cookies dari tahun ke tahun. Tapi karena lokasi kami di dalam kampung, masih ada orang yang belum tahu tempatnya. Jadi memang butuh bantuan dari sisi branding, terutama di sosial media,\u201d ujar Caca, salah satu anak dari owner Diah Cookies.<\/p>\n<p>Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya lantas membantu menyiapkan identitas visual yang baru dan fresh, mulai dari banner, kartu ucapan, hingga konten foto dan video. Semua disesuaikan dengan karakter usaha yang sederhana tetapi konsisten.<\/p>\n<p>\u201cKami ini butuh ide-ide segar. Dengan adanya mahasiswa, kami dapat banyak masukan soal cara promosi yang lebih menarik. Apalagi sekarang banyak orang mencari kue lewat Instagram atau Tiktok. Jadi harapannya, makin banyak yang kenal Diah Cookies,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Bagi Prodi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya, kegiatan ini bukan sekadar tugas perkuliahan. Proyek kolaborasi menjadi sarana mahasiswa merasakan pengalaman langsung menghadapi klien UMKM, memahami kebutuhan mereka, dan menghasilkan output yang benar-benar bisa digunakan.<\/p>\n<p>Koordinasi lintas mata kuliah ini juga menjadi salah satu keunggulan pembelajaran di Prodi Ilkom UNTAG Surabaya. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga bekerja dalam situasi mirip industri komunikasi yang sesungguhnya mulai dari perencanaan, produksi, sampai publikasi.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, membantu UMKM lokal berkembang, dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.<\/p>\n<p>Dengan perancangan branding baru yang telah disiapkan, Diah Cookies berharap branding mereka semakin kuat dan lebih mudah ditemukan oleh pelanggan baru, tanpa kehilangan ciri khas sebagai \u201clokal hero\u201d yang tumbuh di tengah kampung Kota Surabaya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya, JurnalPost.com &#8211; Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya terus memperkuat perannya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui proyek kolaborasi mahasiswa lintas mata kuliah yang tahun ini menggandeng Diah Cookies, salah satu UMKM rumahan yang cukup dikenal warga Surabaya sebagai produsen kue kering sejak awal 2000-an. Dalam proyek ini, mahasiswa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21513,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-21512","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21512"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21512\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}