{"id":21499,"date":"2025-12-11T00:13:03","date_gmt":"2025-12-10T16:13:03","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21499"},"modified":"2025-12-11T00:13:03","modified_gmt":"2025-12-10T16:13:03","slug":"sosialisasi-umkm-di-wonokromo-mahasiswa-untag-tekankan-perlindungan-konsumen-sebagai-kunci-daya-saing-di-era-digitalisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/sosialisasi-umkm-di-wonokromo-mahasiswa-untag-tekankan-perlindungan-konsumen-sebagai-kunci-daya-saing-di-era-digitalisasi\/21499\/","title":{"rendered":"SOSIALISASI UMKM DI WONOKROMO: MAHASISWA UNTAG TEKANKAN PERLINDUNGAN KONSUMEN SEBAGAI KUNCI DAYA SAING  DI ERA DIGITALISASI"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-17.jpg\" alt=\"\" width=\"1142\" height=\"763\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21500\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-17.jpg 1142w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-17-300x200.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-17-1024x684.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-17-768x513.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-17-1140x762.jpg 1140w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-17-750x501.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1142px) 100vw, 1142px\" \/><\/p>\n<p>Oleh :<br \/>\n<strong>Novia Aidah, Muchammad Machfud, Rangga Setya Permadi, Imron Rosyadi<br \/>\nDosen Pembimbing Lapangan : Rahadyan Widarsadhika Wisnumurti, S.H., M.H.<br \/>\nMahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Program sosialisasi UMKM yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Kelurahan Wonokromo benar-benar menjadi angin segar bagi pelaku usaha lokal. Dalam kondisi persaingan yang makin ketat, UMKM dituntut bukan hanya kreatif, tetapi juga memahami hak dan kewajiban dalam perlindungan konsumen. Hadirnya mahasiswa dengan pendekatan edukatif membuka ruang diskusi yang lebih hidup dan mudah dipahami oleh para pelaku usaha.<\/p>\n<p>Salah satu fokus terbesar dalam sosialisasi ini adalah pentingnya perlindungan konsumen. Banyak UMKM yang sebenarnya telah menjalankan usahanya dengan baik, namun belum sepenuhnya memahami aturan terkait keamanan produk, informasi yang wajib disampaikan, hingga standar pelayanan. Melalui penjelasan yang sistematis, mahasiswa membantu pelaku UMKM memahami bagaimana kepercayaan konsumen dapat tumbuh ketika pelaku usaha menunjukkan transparansi dan tanggung jawab.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, program ini juga mendorong UMKM Wonokromo untuk naik kelas melalui digitalisasi. Mahasiswa memperkenalkan konsep pemasaran digital, penggunaan platform penjualan online, hingga strategi branding yang relevan dengan perilaku konsumen saat ini. Antusiasme pelaku UMKM terlihat ketika mereka mulai menyadari bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk memperluas jangkauan pasar.<\/p>\n<p>Di sisi lain, digitalisasi UMKM menjadi bagian yang tidak kalah menarik bagi warga Wonokromo. Mahasiswa menjelaskan betapa pentingnya penggunaan platform digital, mulai dari media sosial, e-commerce, hingga pembayaran digital sebagai sarana untuk memperluas jangkauan pasar. Di era serba cepat ini, pelaku UMKM dituntut tidak hanya mampu memproduksi barang berkualitas, tetapi juga mempromosikan dan memasarkannya melalui kanal yang lebih modern dan efektif.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut juga memberikan contoh nyata mengenai strategi digital yang sederhana namun berdampak besar. Para mahasiswa memperkenalkan teknik pembuatan konten yang menarik, branding yang kuat, hingga cara mengelola interaksi dengan konsumen secara online. Hal ini disambut antusias oleh warga, terutama mereka yang sebelumnya mengandalkan metode penjualan konvensional dan belum sepenuhnya memahami potensi ruang digital dalam meningkatkan pendapatan<\/p>\n<p>Program sosialisasi di Kelurahan Wonokromo ini menunjukkan bahwa peningkatan daya saing UMKM bukan sekadar wacana, tetapi langkah nyata yang bisa dibangun melalui edukasi perlindungan konsumen dan pemanfaatan teknologi digital. Dengan bekal pengetahuan baru yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar saat ini, para pelaku UMKM diharapkan mampu bertransformasi menjadi usaha yang lebih adaptif, kompetitif, dan terpercaya. Upaya mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini menjadi dorongan penting agar UMKM Wonokromo terus melaju sebagai kekuatan ekonomi lokal yang siap bersaing di era digital.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Novia Aidah, Muchammad Machfud, Rangga Setya Permadi, Imron Rosyadi Dosen Pembimbing Lapangan : Rahadyan Widarsadhika Wisnumurti, S.H., M.H. Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com &#8211; Program sosialisasi UMKM yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Kelurahan Wonokromo benar-benar menjadi angin segar bagi pelaku usaha lokal. Dalam kondisi persaingan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-21499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21499"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21499\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}