{"id":21368,"date":"2025-12-05T20:20:31","date_gmt":"2025-12-05T12:20:31","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21368"},"modified":"2025-12-05T20:42:12","modified_gmt":"2025-12-05T12:42:12","slug":"dampak-limbah-domestik-di-teluk-jakarta-terhadap-kualitas-air-dan-ekosistem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/dampak-limbah-domestik-di-teluk-jakarta-terhadap-kualitas-air-dan-ekosistem\/21368\/","title":{"rendered":"Dampak Limbah Domestik di Teluk Jakarta terhadap Kualitas Air dan Ekosistem"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: Ismira Islah Syahwinda, Meika Nur Faisha, Felina Nurhalisa<\/p>\n<figure id=\"attachment_21369\" aria-describedby=\"caption-attachment-21369\" style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-21369\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-6.jpg\" alt=\"\" width=\"690\" height=\"460\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-6.jpg 690w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar1-6-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 690px) 100vw, 690px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21369\" class=\"wp-caption-text\">(sumber : zcfawya.wordpress.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Jakarta, JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Perairan Teluk Jakarta kian terancam oleh beban limbah domestik yang masif, menyebabkan penurunan kualitas air dan kerusakan ekosistem laut. Morfologi Teluk Jakarta yang berbentuk cekungan dan bersifat semi tertutup membuat wilayah ini sangat rentan menampung serta mengakumulasi bahan pencemar yang masuk, terutama dari kawasan perkotaan padat penduduk. Limbah organik serta anorganik dari 13 sungai yang bermuara ke teluk ini berkontribusi hingga 75 % terhadap pencemaran, memicu kematian massal ikan yang berulang selama lebih dari tiga dekade. Kondisi ini diperparah oleh perkembangan permukiman dan kawasan komersial di daerah penyangga yang umumnya tidak dilengkapi fasilitas pengolahan air limbah memadai.<\/p>\n<figure id=\"attachment_21370\" aria-describedby=\"caption-attachment-21370\" style=\"width: 660px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-21370\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar2-4.jpg\" alt=\"\" width=\"660\" height=\"440\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar2-4.jpg 660w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Gambar2-4-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 660px) 100vw, 660px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21370\" class=\"wp-caption-text\">(sumber : megapolitan.kompas.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Fenomena ini sering terjadi di awal musim hujan, saat debit air sungai meningkat dan membawa nutrisi berlebih seperti fosfat serta nitrat. Akibatnya, terjadi ledakan populasi fitoplankton atau blooming yang menyerap oksigen terlarut, sehingga ikan ekonomis seperti kembung, baronang, dan tembang mati secara massal. Di wilayah perairan yang dangkal, derasnya arus dan besarnya debit air dapat mengaduk lapisan dasar sehingga sedimen yang kaya bahan pencemar terangkat ke kolom air atau terjadi upwelling. Selain itu, upwelling sedimen beracun memperburuk kondisi, dengan indeks pencemaran muara teluk menunjukkan tingkat sedang hingga berat sejak 2010.<\/p>\n<p>Dampaknya meluas ke nelayan dan pembudidaya kerang hijau, dengan potensi kerugian ekonomi mencapai ratusan miliar rupiah per tahun akibat penurunan hasil tangkapan serta terhambatnya aktivitas budidaya. Produksi ikan demersal dan pelagis kecil terus menurun, sehingga pendapatan nelayan tradisional yang menggantungkan hidup pada sumber daya Teluk Jakarta ikut tergerus. Di sisi lain, kerang hijau yang banyak dibudidayakan di wilayah ini cenderung mengakumulasi logam berat seperti merkuri dan timbal dalam jaringan tubuhnya. Kondisi tersebut membuat hasil perikanan berisiko membahayakan kesehatan manusia melalui rantai makanan ketika ikan dan kerang tercemar tetap dikonsumsi.<\/p>\n<p>Para ahli menekankan perlunya mitigasi segera, termasuk pembangunan IPAL komunal di 13 sungai, normalisasi sungai, dan koordinasi antarinstansi seperti Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta serta KKP. Tanpa langkah terintegrasi, bencana lingkungan ini berpotensi mengganggu mata pencaharian ribuan nelayan dan wisata pantai Ancol.<\/p>\n<p><strong>Sumber Referensi<\/strong> :<br \/>\nEdward, E., &amp; Kusnadi, A. 2023. Review on monitoring of water quality of the Jakarta Bay, Indonesia. In E3S Web of Conferences (Vol. 454, p. 02003). EDP Sciences<br \/>\nSachoemar, S.I. dan Wahjono, H.D. 2017. Kondisi Pencemaran Lingkungan Perairan di Teluk Jakarta. JAI, 3(1): 1-14<br \/>\nSamusamu, A.S., Rachmawati, P.F., Puspasari, R., Hartati, S.T. 2019. Mitigasi Dan Penanganan Bencana Lingkungan Di Teluk Jakarta. Jurnal Riset Jakarta, 12(2): 77-88.<br \/>\nYusual, M.S., Hasim, H., Arif, A.A., Pratomo et al., 2025. Review Eutrofikasi: Risiko dalam Kesuburan Lingkungan Perairan dan Upaya Penanggulangannya. Jurnal Kesehatan Lingkungan di Lingkungan, 24(1): 124-135.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ismira Islah Syahwinda, Meika Nur Faisha, Felina Nurhalisa Jakarta, JurnalPost.com &#8211; Perairan Teluk Jakarta kian terancam oleh beban limbah domestik yang masif, menyebabkan penurunan kualitas air dan kerusakan ekosistem laut. Morfologi Teluk Jakarta yang berbentuk cekungan dan bersifat semi tertutup membuat wilayah ini sangat rentan menampung serta mengakumulasi bahan pencemar yang masuk, terutama dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21369,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-21368","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21368","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21368"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21368\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21369"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21368"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21368"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21368"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}