{"id":21356,"date":"2025-12-05T12:59:38","date_gmt":"2025-12-05T04:59:38","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21356"},"modified":"2025-12-05T12:59:38","modified_gmt":"2025-12-05T04:59:38","slug":"arya-sumbada-nur-rahman-pemuda-sumedang-yang-bangkit-dari-hinaan-hingga-menjadi-duta-pendidikan-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/arya-sumbada-nur-rahman-pemuda-sumedang-yang-bangkit-dari-hinaan-hingga-menjadi-duta-pendidikan-nusantara\/21356\/","title":{"rendered":"Arya Sumbada Nur Rahman, Pemuda Sumedang yang Bangkit dari Hinaan hingga Menjadi Duta Pendidikan Nusantara"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Arya-Sumbada-.jpeg\" alt=\"Arya Sumbada \" width=\"832\" height=\"1155\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21357\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Arya-Sumbada-.jpeg 832w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Arya-Sumbada--216x300.jpeg 216w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Arya-Sumbada--738x1024.jpeg 738w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Arya-Sumbada--768x1066.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Arya-Sumbada--750x1041.jpeg 750w\" sizes=\"(max-width: 832px) 100vw, 832px\" \/><\/p>\n<p><strong>Sumedang, JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Perjalanan inspiratif datang dari seorang pelajar asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, bernama <strong>Arya Sumbada Nur Rahman<\/strong>, siswa <strong>SMAN 3 Sumedang<\/strong>, yang berhasil membuktikan bahwa hinaan dan keraguan dari lingkungan terdekat bukanlah akhir dari segalanya. Justru dari keraguan itu, Arya bangkit dan menata jalannya menuju berbagai prestasi di tingkat daerah hingga nasional.<\/p>\n<h3><strong>Berawal dari Kerendahan, Menumbuhkan Tekad<\/strong><\/h3>\n<p>Arya mengaku masa tersulit dalam hidupnya adalah ketika ia direndahkan dan diremehkan oleh teman maupun keluarganya sendiri. Kondisi tersebut justru memupuk tekad kuat dalam dirinya untuk membuktikan bahwa ia mampu melampaui batas yang dikatakan orang lain.<\/p>\n<h3><strong>Perjalanan Panjang di Dunia Organisasi dan Kompetisi<\/strong><\/h3>\n<p>Pada tahun 2024, Arya mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan melalui komunitas <em>Pelajar Pendidikan Indonesia<\/em>. Ia melewati proses seleksi ketat, mengikuti kompetisi karate, hingga berpartisipasi di berbagai ajang duta pelajar. Meski sempat gagal dalam ajang PP Pelajar Indonesia\u2014kegagalan yang hampir membuatnya menyerah\u2014Arya bangkit kembali berkat dukungan sahabatnya, Risna Fathiya Ginanjar.<\/p>\n<p>Sejak itu, ia terus terlibat dalam beragam kegiatan seperti <strong>KPPI, KGPL, KPCN, PPMP, MEDIA 3, DGMI, PPSJB, DPNI, Sumeday IPB, PIM<\/strong>, dan lainnya. Ia bahkan dipercaya menjadi <strong>Founder KPPI<\/strong>, yang kini berkembang menjadi <strong>Duta Pendidikan Nusantara Indonesia<\/strong>.<\/p>\n<p>Arya menegaskan bahwa kepercayaan diri yang ia miliki sekarang adalah hasil dari proses panjang dan banyak rintangan, termasuk kegagalan. \u201cKegagalan itu bukan penghalang, tapi pijakan untuk bergerak lebih baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<h3><strong>Aktif Sebagai Duta dan Pengembang Pendidikan<\/strong><\/h3>\n<p>Selain aktif dalam kompetisi karate, Arya juga dikenal dalam dunia kedutaan. Ia terlibat sebagai <strong>Putera Sejarah Jawa Barat<\/strong>, memperkenalkan sejarah dan budaya Sumedang kepada masyarakat luas.<\/p>\n<p>Sebagai <strong>Duta Pendidikan Nusantara Indonesia<\/strong>, Arya melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan di kalangan pelajar.<\/p>\n<h3><strong>Raihan Prestasi<\/strong><\/h3>\n<p>Berikut sejumlah prestasi yang berhasil ditorehkan Arya:<\/p>\n<ul>\n<li>Juara 1 Karate Kata<\/li>\n<li>Juara 1 Karate Kumite<\/li>\n<li>Juara 2 Karate Kumite<\/li>\n<li>Putera Sejarah Jawa Barat<\/li>\n<li>Putera Sejarah Jawa Barat Kategori Intelegensia<\/li>\n<li>Duta Pelajar Juara Indonesia<\/li>\n<li>Duta Siswa Kabupaten Sumedang<\/li>\n<li>Duta Pendidikan Nusantara Indonesia<\/li>\n<li>Putera Icon Nusantara<\/li>\n<li>Juara 3 Lomba Video IPB<\/li>\n<li>Dokumentasi Sumeday IPB<\/li>\n<li>Ketua Koordinasi Nasional<\/li>\n<li>Duta Bela Negara Kabupaten Sumedang<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Dampak Perubahan<\/strong><\/h3>\n<p>Lewat perjalanan dan prestasinya, Arya kini tumbuh menjadi sosok yang percaya diri dan mampu membuktikan bahwa seseorang yang pernah diremehkan pun dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan berprestasi.<\/p>\n<h3><strong>Pesan untuk Generasi Muda<\/strong><\/h3>\n<p>\u201cKetika kita direndahkan oleh seseorang, itu adalah awal dari kesuksesan dan perubahan menuju yang lebih baik,\u201d pesan Arya untuk pelajar Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumedang, JurnalPost.com \u2013 Perjalanan inspiratif datang dari seorang pelajar asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, bernama Arya Sumbada Nur Rahman, siswa SMAN 3 Sumedang, yang berhasil membuktikan bahwa hinaan dan keraguan dari lingkungan terdekat bukanlah akhir dari segalanya. Justru dari keraguan itu, Arya bangkit dan menata jalannya menuju berbagai prestasi di tingkat daerah hingga nasional. Berawal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21357,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-21356","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21356"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21356\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}