{"id":21339,"date":"2025-12-04T22:23:27","date_gmt":"2025-12-04T14:23:27","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21339"},"modified":"2025-12-04T22:23:27","modified_gmt":"2025-12-04T14:23:27","slug":"mengapa-anak-suka-bermain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mengapa-anak-suka-bermain\/21339\/","title":{"rendered":"Mengapa Anak Suka Bermain?"},"content":{"rendered":"<p>EDI PRASETYO<br \/>\nMahasiswa Program Studi PGSD-FKIP-UKSW<br \/>\nEmail: 292025060@gmail.com<\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Masa sekolah dasar adalah salah satu fase penting dalam perkembangan anak, pada tahap ini, anak pada fase perkembangan yang disebut fase oprasional konkret ( menurut teori Piaget), yaitu masa Ketika anak belajar melalui pengalaman langsung dan aktivitas nyata. Salah satu aktivitas yang dominan adalah bermain.<\/p>\n<p>Bermain bukan sekedar kegiatan untukk mengisi waktu luang, tapi merupakan kebutuhan dasar dan bagian penting dari proses belajar anak. Melalui bermain, anak dapat mengekspresikan emosi, mengembangkan imajinasi, belajar bekerja sama, serta memahami aturan yang ada dilingkungan mereka. Menurut Urie Bronfenbrenner, Anak suka bermain dipengaruhi oleh lingkungan yang saling berhubungan, suka bermain karena lingkungan mikro (keluarga, teman) memberi dukungan dan kesempatan untuk bermain. Oleh karena itu, lingkungan social yang positif akan membuat anak semakin menikmati kegiatan bermain. Dengan demikian memahami mengapa anak suka bermain sangat penting bagi guru dan orang tua. Pemahaman ini dapat menciptakan strategi pembelajaran yang terstruktur dan menyenangkan bagi anak anak.<\/p>\n<p>Dari sudut pandang psikolog perkembangan dan teori dari tokoh Urie Bronfrenbrenner terdapat 5 lapisan yang terkait, salah satunya yang saya gunakan Adalah Microsistem yaitu interaksi terdekat seperti keluarga dan sekolah, anak suka bermain dipengaruhi oleh interaksi langsung dengan lingkungan terdekatnya, terutama keluarga, teman sebaya, dan guru. Semakin positif dan mendukung lingkungan mikrosistem anak, semakin besar kemungkinan anak akan mengekspresikan minatnya terhadap kegiatan bermain secara aktif dan sehat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDI PRASETYO Mahasiswa Program Studi PGSD-FKIP-UKSW Email: 292025060@gmail.com JurnalPost.com &#8211; Masa sekolah dasar adalah salah satu fase penting dalam perkembangan anak, pada tahap ini, anak pada fase perkembangan yang disebut fase oprasional konkret ( menurut teori Piaget), yaitu masa Ketika anak belajar melalui pengalaman langsung dan aktivitas nyata. Salah satu aktivitas yang dominan adalah bermain. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":532,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-21339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21339"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21339\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}