{"id":21331,"date":"2025-12-04T21:49:00","date_gmt":"2025-12-04T13:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21331"},"modified":"2025-12-04T21:49:00","modified_gmt":"2025-12-04T13:49:00","slug":"apakah-pemberian-hadiah-masih-efektif-untuk-perkembangan-siswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/apakah-pemberian-hadiah-masih-efektif-untuk-perkembangan-siswa\/21331\/","title":{"rendered":"Apakah Pemberian Hadiah Masih Efektif Untuk  Perkembangan Siswa?"},"content":{"rendered":"<p>Email:292025066@student.uksw.edu<br \/>\nFajar Ikhsanudin\/292025066<\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Kurang efektif menurut saya karena hadiah hanya membuat siswa termotivasi sesaat karena ingin mendapat imbalan, bukan karena ingin belajar tetapi untuk kepuasan diri sendiri, namun boleh saja memberikan hadiah kepada siswa untuk penyemangat tapi jangan terlalu sering diberikan, jika terlalu sering diberikan siswa menjadi tidak punya motivasi dari diri sendiri dan hanya melakukan tindakan kalau ada hadiah. <\/p>\n<p>Lebih baik membangun motivasi intrinsik melalui perhatian,dukungan, dan umpan balik yang tulus agar siswa belajar karena sadar pentingnya belajar, bukan demi hadiah.<br \/>\nBerdasrkan teori BF.Skinner menjelaskan bahwa perilaku manusia dibentuk oleh konsekuensi ataupun tindakan, dimana perilaku yang diberi penguatan (baik penguatan positif berupa pemberian sesuatu yang menyenangakan atau penguatan negatif berupa penghilangan hal yang tidak menyenangkan).    <\/p>\n<p>Akhirnya perubahan perilaku terjadi bukan karena proses tapi karena apa yang terjadi setelah perilaku itu muncul. Teori ini juga dikritik karena terlalu fokus pada perilaku yang tampak dan kurang memperhatikan emosi serta motivasi instrinsik peserta didik.   <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Email:292025066@student.uksw.edu Fajar Ikhsanudin\/292025066 JurnalPost.com &#8211; Kurang efektif menurut saya karena hadiah hanya membuat siswa termotivasi sesaat karena ingin mendapat imbalan, bukan karena ingin belajar tetapi untuk kepuasan diri sendiri, namun boleh saja memberikan hadiah kepada siswa untuk penyemangat tapi jangan terlalu sering diberikan, jika terlalu sering diberikan siswa menjadi tidak punya motivasi dari diri sendiri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":532,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-21331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21331"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21331\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}