{"id":21329,"date":"2025-12-04T20:08:33","date_gmt":"2025-12-04T12:08:33","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21329"},"modified":"2025-12-04T20:08:33","modified_gmt":"2025-12-04T12:08:33","slug":"sentuhan-mural-menambah-wajah-balai-rt-05-deles-menjadi-ruang-komunal-yang-penuh-warna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/sentuhan-mural-menambah-wajah-balai-rt-05-deles-menjadi-ruang-komunal-yang-penuh-warna\/21329\/","title":{"rendered":"SENTUHAN MURAL MENAMBAH WAJAH BALAI RT 05 DELES MENJADI RUANG KOMUNAL YANG PENUH WARNA"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_1382.jpeg\" alt=\"\" width=\"1061\" height=\"796\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21327\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_1382.jpeg 1061w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_1382-300x225.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_1382-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_1382-768x576.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_1382-750x563.jpeg 750w\" sizes=\"(max-width: 1061px) 100vw, 1061px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Gambar mural adalah hasil karya seni yang dilukis langsung di dinding. Mural sudah ada sejak manusia purba ribuan tahun yang lalu. Dinding-dinding gua dipenuhi dengan gambar-gambar hewan buruan hingga simbol-simbol yang diyakini memiliki makna spritual. Mural menjadi media komunikasi visual melalui gambar, bahasa visual yang selalu muncul di sejarah panjang umat manusia.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nMural pada dinding bangunan atau ruang publik adalah pesan visual yang mudah dibaca oleh masyarakat. Mural dapat menjadi penanda suatu tempat yang mempengaruhi suasana suatu ruang, sekaligus cermin identitas sebuah komunitas atau lingkungan. Mural digunakan sebagai media untuk bercerita, mengungkapkan gagasan dan nilai, aspirasi, maupun ekspresi manusia terhadap situasi zamannya.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nBalai RT adalah salah satu ruang publik yang dimiliki masyarakat Indonesia. Sebuah ruang kecil sederhana tetapi memiliki peran penting dalam struktur sosial kehidupan di kampung. Balai RT memiliki multifungsi sebagai pusat interaksi, ruang pendidikan, tempat mengambil keputusan, sekaligus fasilitas pelayanan sosial. Bercerita tentang Balai RT sama dengan bercerita tentang masyarakat itu sendiri. Dengan memahami peran, fungsi, dan nilai Balai RT secara tidak langsung mengamati denyut nadi kehidupan kampung yang terus bertransformasi dan berkembang dalam semangat kebersamaan.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nMahasiswa Prodi Arsitektur Darma Cendika bersama ketua RT Mochamad Abidin Soleh jeli dalam melihat peluang tersebut. Gerak dan dinamika warga kampung RT 05 Deles menjadi inspirasi dalam melahirkan gambar-gambar mural di dinding Balai RT. Konsep tentang kebersihan lingkungan, ajakkan kebersamaan, semangat untuk terus belajar, menjaga kesehatan ibu dan anak menjadi ide dasar mural di dinding Balai RT 05.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_1383.jpeg\" alt=\"\" width=\"995\" height=\"746\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21328\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_1383.jpeg 995w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_1383-300x225.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_1383-768x576.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_1383-750x562.jpeg 750w\" sizes=\"(max-width: 995px) 100vw, 995px\" \/><\/p>\n<p>Berbagai kegiatan warga menjadi tema mural yang digambarkan di sepanjang dinding Balai. Isu pemanasan global menjadi isu lingkungan yang menarik perhatikan warga kampung Deles, khususnya warga RT 05. Perangkat kampung bersama dengan warga menjadikan isu lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama warga RT 05. Melalui kerja bakti, warga bersama-sama membersihkan dan memelihara lingkungan. Kegiatan di lingkungan dan kader-kader lingkungan tidak sekadar membuat Balai RT 05 menjadi tempat yang asri, bersih, dan nyaman, kegiatan bersama tersebut menjadi sarana kebersamaan yang dapat menumbuhkan keguyuban antar warga.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nSelain itu, Balai RT 05 tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, anak-anak kampung juga sering menggunakan Balai RT sebagai tempat belajar, karena Pemerintah Kota Surabaya sudah menyediakan fasilitas internet gratis di kampung-kampung Surabaya. Internet ini tidak hanya digunakan untuk pembelajaran formal, Balai RT 05 juga menjadi tempat belajar agama. Anak-anak kampung dapat menggunakan Balai RT 05 sebagai tempat mengaji. Dengan demikian, anak-anak kampung tidak hanya belajar ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), tetapi mereka juga belajar menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa (imtak).<br \/>\n\u00a0<br \/>\nWarga kampung RT 05 Deles juga peduli akan kesehatan ibu dan anak. Gagasan ini menginspirasi bapak Abidin untuk menambahkan mural ibu dan anak di dinding Balai RT 05. Kegiatan ibu-ibu di kampung mulai dari aktivitas PKK, Dasa wisma, Posyandu, Lansia sampai dengan pengajian menjadi ritme kegiatan rutin ibu-ibu kampung. Warga kampung Deles peduli dengan kesehatan ibu dan anak, karena mereka adalah tiang penyangga dan penerus generasi di masa depan.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nKegiatan mural oleh mahasiswa Prodi Arsitektur Darma Cendika dilakukan di sela-sela kegiatan kuliah, bahkan dikerjakan juga di hari Sabtu dan Minggu. Bapak Widri, pak Anas, dan bu Josephine menjadi dosen pendamping dalam kegiatan pengabdian masyarakat di semester Genap 2024-2025. Ada pun, mahasiswa yang terlibat dalam pengabdian adalah Valerio Sultan Agni Setyawan, Yohanes Kristianus Harianto, dan Jason Rivaldy Tanaya. Valerio menjadi ketua dari tim mural Balai RT 05, karena mahasiswa tersebut sudah mempunyai pengalaman membuat mural di kampung Asem Payung. Mahasiswa Yohanes memiliki bakat menggambar potret, potensi tersebut digunakan oleh Yohanes sebagai sumber penghasilannya. Sedangkan, Jason memiliki keunikan selain bakat menggambarnya, dia juga penyandang disabilitas tuli dan tuna wicara.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nPartisipasi dan antusias warga kampung Deles RT 05 ditunjukkan dengan merapikan kendaraan yang parkir di halaman Balai RT. Mengingat Balai RT ini juga difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan bagi warga yang belum memiliki garasi sendiri. Bentuk kerja sama yang menarik dan sinergis antara perangkat maupun warga kampung dengan lembaga pendidikan, khususnya Universitas Katolik Darma Cendika Prodi Arsitektur. Sinergi antara universitas dengan warga kampung di Deles ini sudah lama terjalin sejak lama. Mulai dari pembuatan MCK (Mandi Cuci Kakus), pengadaan Bank Sampah di RT 04 dan 05, berpartisipasi dalam kegiatan Surabaya Green and Clean yang diikuti oleh warga Deles dari tahun ke tahun, pengadaan sarana kursi, terpal, sound system, sampai dengan mural dinding Balai RT 05 ini.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nKerja sama antara Universitas Katolik Darma Cendika dengan warga kampung RT 05 Deles menjadi agenda rutin yang selalu dilaksanakan di tiap semester. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat menciptakan laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk memberi bekal kepada mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat. Kegiatan ini juga bermanfaat bagi warga kampung Deles, khususnya warga RT 05 RW 04 Deles. Kebutuhan warga untuk mempercantik kampungnya menjadi agenda yang terus dikembangkan dan ditingkatkan. Melalui program pengabdian masyarakat terbentuk sinergi positif antara perguruan tinggi dengan masyarakat secara berkelanjutan, lewat pendampingan dan pembinaan, kampung Deles RT 05 semakin tertata asri, sehat, dan guyub.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nPenulis:<br \/>\n<strong>Widriyakara Setiadi<\/strong><br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0\u00a0 \u00a0<br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Gambar mural adalah hasil karya seni yang dilukis langsung di dinding. Mural sudah ada sejak manusia purba ribuan tahun yang lalu. Dinding-dinding gua dipenuhi dengan gambar-gambar hewan buruan hingga simbol-simbol yang diyakini memiliki makna spritual. Mural menjadi media komunikasi visual melalui gambar, bahasa visual yang selalu muncul di sejarah panjang umat manusia. \u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21327,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-21329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21329"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21329\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}