{"id":21293,"date":"2025-12-03T20:46:40","date_gmt":"2025-12-03T12:46:40","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21293"},"modified":"2025-12-03T20:46:40","modified_gmt":"2025-12-03T12:46:40","slug":"konkret-itu-menyenangkan-pemahaman-piaget-tentang-kegemaran-anak-sd-dalam-belajar-praktik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/konkret-itu-menyenangkan-pemahaman-piaget-tentang-kegemaran-anak-sd-dalam-belajar-praktik\/21293\/","title":{"rendered":"Konkret Itu Menyenangkan: Pemahaman Piaget tentang Kegemaran Anak SD dalam Belajar Praktik"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><strong>M.Fajar Dwi Restanto<\/strong><br \/>\n<strong>Mahasiswa Program Studi-PGSD-FKIP-UKSW<\/strong><br \/>\n<strong>Email: <\/strong><strong>292025079@student.uksw.edu<\/strong><\/p>\n<p>Anak sekolah dasar (SD) berada pada tahap perkembangan kognitif dan sosial yang unik. Mereka cenderung lebih tertarik pada kegiatan belajar yang bersifat nyata, aktif, dan melibatkan pengalaman langsung. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa anak SD senang praktik dengan meninjau dari prespektif psikologi pendidikan, khususnya teori kontekstual dan teori behavioristik. Kecendurungan anak untuk belajar praktik dipengaruhi oleh kebutuhan alami mereka untuk mengalami dan memhami dunia secara konkret (teori kontekstual) serta adanya penguatan positif yang muncul dari pengalaman belajar yang menyangkan (teori behavioristik). Anak sekolah dasar (SD) umumnya menunjukan antusisme tinggi terhadap kegiatan yang bersifat praktik. Mereka lebih mudah memahami konsep ketika terlibat langsung dalam aktivitas nyata, seperti percobaan sains, proyek seni, dan permainan edukatif. Hal ini berbeda dengan pembelajaran yang hanya bersifat teoritis atau hafalan. Pembelajaran praktik tidak hanya memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga meningkatkan motivitas, keaktifan, dan keterampilan sosial pesrta didik.<strong>Kajian teori<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Teori Jhon Piaget<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Pada tahap SD, anak berada dalam fase operasional konkret (Pieget) mereka memahami sesuatu melalui tindakan langsung, bukan sekedar penjelasan verbal. Anak SD dasar umumnya berada pada tahap operasional konkret. Pada tahap ini, anak mulai berpikir logis, tetapi pemikirannya masih terbatas pada benda dan situasi nyata. Mereka belum mampu memahami konsep abstrak yang hanya dijelaskan secara verbal. Oleh karena itu, anak usia SD lebih mudah belajar ketika mereka melihat,menyentuh,mencoba, dan manipulasi objek secara langsung.<\/p>\n<p>Anak SD senang belajar praktik karena dalam fase perkembangan mereka, pengetahuan terbentuk\u00a0 melalui pengalaman nyata dan aktivitas konkret. Hal ini menunjukkan kebutuhan anak untuk mengaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Serta rasa senang dan keberhasilan dalam praktik menjadi bentuk penguatan yang mendorong perilaku belajar positif. Dengan mengabungkan kedua perspektif tersebut dapat menciptakan pembelajaran yang tidak hanya efektif secara akademik, tetapi juga bermakna dan menyenangkan bagi anak.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>M.Fajar Dwi Restanto Mahasiswa Program Studi-PGSD-FKIP-UKSW Email: 292025079@student.uksw.edu Anak sekolah dasar (SD) berada pada tahap perkembangan kognitif dan sosial yang unik. Mereka cenderung lebih tertarik pada kegiatan belajar yang bersifat nyata, aktif, dan melibatkan pengalaman langsung. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa anak SD senang praktik dengan meninjau dari prespektif psikologi pendidikan, khususnya teori kontekstual [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":532,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-21293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21293"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21293\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}