{"id":21194,"date":"2025-12-02T00:25:30","date_gmt":"2025-12-01T16:25:30","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21194"},"modified":"2025-12-02T00:25:30","modified_gmt":"2025-12-01T16:25:30","slug":"inovasi-bubur-instan-dari-ikan-tongkol-daun-kelor-solusi-praktis-cegah-anemia-pada-ibu-hamil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/inovasi-bubur-instan-dari-ikan-tongkol-daun-kelor-solusi-praktis-cegah-anemia-pada-ibu-hamil\/21194\/","title":{"rendered":"Inovasi Bubur Instan dari Ikan Tongkol &#038; Daun Kelor: Solusi Praktis Cegah Anemia pada Ibu Hamil"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_21196\" aria-describedby=\"caption-attachment-21196\" style=\"width: 936px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tongkol.png\" alt=\"\" width=\"936\" height=\"416\" class=\"size-full wp-image-21196\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tongkol.png 936w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tongkol-300x133.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tongkol-768x341.png 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tongkol-750x333.png 750w\" sizes=\"(max-width: 936px) 100vw, 936px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21196\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1 Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Sumber: Euthynnus affinis | fishIDER<\/figcaption><\/figure>\n<p>Oleh: <strong>Masqueena Clarissa Dhiya, Mahasiswi dari IPB University<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Di berbagai wilayah Indonesia, anemia merupakan tantangan besar bagi para ibu hamil ibu. Kondisi anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah menurun, sehingga tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk mengangkut oksigen. Hal ini menyebabkan ibu hamil sering merasa lelah, pusing, atau sesak napas. Selain itu, anemia dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan komplikasi selama persalinan. Laporan terbaru dari WHO (2025) menunjukkan bahwa anemia pada ibu usia reproduksi, termasuk ibu hamil, masih tinggi secara global. Hal ini menandakan bahwa masalah ini belum teratasi dan memerlukan solusi yang lebih sesuai dengan rutinitas sehari-hari masyarakat.<\/p>\n<p>Indonesia memiliki sumber daya pangan lokal yang melimpah dan berpotensi menjadi solusi untuk masalah ini. Salah satu contohnya adalah ikan tongkol (Euthynnus affinis). Ikan ini mudah ditemukan di pasar tradisional, terjangkau, dan kaya akan protein serta zat besi heme, yang merupakan jenis zat besi yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Penelitian dari Pi\u015fkin et al. (2022) menunjukkan bahwa zat besi heme dari ikan dan daging diserap oleh tubuh jauh lebih efisien daripada zat besi dari sumber tanaman (non-heme). Selain itu, kandungan gizi ikan tongkol cukup optimal, termasuk protein lengkap dan mineral esensial, sehingga menjadikan ikan tongkol sebagai sumber pangan lokal bernilai tinggi (Januarita et al. 2022). Selain ikan tongkol, daun kelor (Moringa oleifera) telah lama diakui sebagai \u201csuperfood\u201d berkat kandungan gizinya yang tinggi. Daun kelor mengandung zat besi, vitamin C, folat, dan berbagai antioksidan esensial. Vitamin C dalam kelor juga membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme dari makanan lain. Beberapa penelitian menemukan bahwa mengonsumsi daun kelor secara teratur dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil, dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengonsumsi daun kelor (Derbo &#038; Debelew, 2023). Selain itu, juga, penelitian dari Rotella et al. (2023) menyatakan bahwa daun kelor berpotensi menjadi sumber nutrisi tambahan yang murah dan mudah diolah, meskipun penelitian yang lebih luas masih diperlukan.<\/p>\n<p>Kombinasi ikan tongkol dan daun kelor dalam bentuk bubur instan adalah gagasan yang menarik dan terarah. Bubur instan mudah disiapkan, cocok bagi ibu yang mengalami mual atau penurunan nafsu makan, dan memungkinkan standarisasi kandungan gizi per porsi sehingga intervensi nutrisi dapat lebih konsisten. Selain itu, melalui teknik pengeringan dan pemrosesan yang tepat, komponen gizi penting dapat distabilkan dalam bentuk bubuk sehingga distribusi dan stok untuk program kesehatan menjadi lebih mudah diatur, termasuk untuk daerah terpencil. Penelitian terdahulu mengenai produk instan berbasis ikan dan rumput laut memperlihatkan bahwa formulasi serupa dapat dikembangkan dengan perhatian khusus pada stabilitas nutrien dan penerimaan organoleptik (Suter et al. 2011).<\/p>\n<p>Namun, mengubah bahan baku (mentah) menjadi produk bubur instan memerlukan pertimbangan teknis yang cermat. Proses pengolahan ikan menjadi tepung atau serbuk harus menjaga kualitas mikrobiologis dan menekan oksidasi lemak sehingga rasa dan nilai gizi tetap baik; sementara pengeringan daun kelor perlu dikendalikan suhunya agar vitamin C dan provitamin A tidak rusak berlebihan. Uji retensi nutrien pasca-proses dan selama penyimpanan wajib dilakukan untuk memastikan bahwa kandungan besi, vitamin C, folat, dan protein tetap berada pada tingkat yang bermanfaat. Teknik-teknik seperti enkapsulasi mikro atau penggunaan matriks pelindung dapat dipertimbangkan untuk melindungi nutrien yang rentan terhadap panas dan oksidasi (Rotella et al. 2023; Cahyono et al. 2024).<\/p>\n<p>Selain aspek teknis, faktor sensori dan kebiasaan makan juga memengaruhi keberhasilan produk. Aroma kuat ikan tongkol atau warna hijau kelor dapat mengurangi penerimaan jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, rasa, tekstur, dan penampilan harus disesuaikan dengan selera lokal, seperti menggunakan rempah-rempah lokal yang lembut, penggilingan halus, atau mencampur dengan sumber karbohidrat yang familiar seperti beras atau jagung untuk membuat bubur terasa familiar. Uji penerimaan konsumen (hedonik) dan segmentasi pasar awal, seperti ibu hamil di daerah perkotaan versus pedesaan, perlu dilakukan sebelum produksi skala besar (Cahyono et al. 2024).<\/p>\n<figure id=\"attachment_21195\" aria-describedby=\"caption-attachment-21195\" style=\"width: 395px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/kelor.png\" alt=\"\" width=\"395\" height=\"252\" class=\"size-full wp-image-21195\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/kelor.png 395w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/kelor-300x191.png 300w\" sizes=\"(max-width: 395px) 100vw, 395px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21195\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 2 Daun Kelor (Moringa oleifera) Sumber: 5 Manfaat Daun Kelor<\/figcaption><\/figure>\n<p>Berdasarkan perspektif kesehatan masyarakat, bubur ikan tongkol \u2013 kelor instan dapat berperan sebagai intervensi pelengkap untuk suplementasi. Produk bubur ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan tablet besi (Fe) dalam kasus anemia berat atau kondisi patologis lainnya, tetapi dapat meningkatkan asupan zat besi harian dan nutrisi pendukung pada populasi umum serta membantu meningkatkan kepatuhan nutrisi berkat bentuknya yang praktis dan familiar. Untuk membuktikan efektivitasnya, diperlukan pengujian formulasi dan stabilitas nutrisi, studi bioavailabilitas (seperti pengujian penyerapan zat besi dari makanan), serta uji klinis terkontrol yang mengukur perubahan kadar hemoglobin dan indikator status zat besi pada ibu hamil yang mengonsumsi produk ini secara teratur (Hasan et al. 2022).<\/p>\n<p>Secara ekonomi dan sosial, pengembangan produk berbasis bahan lokal membuka peluang pemberdayaan komunitas, mulai dari nelayan sebagai pemasok ikan tongkol hingga petani atau kelompok ibu yang mengelola kelor, serta memperkuat rantai pasok lokal. Penerapan model produksi skala kecil hingga menengah (UKM) dengan standar keamanan pangan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja dan menambah nilai pada produk perikanan dan pertanian lokal. Kebijakan regional dan dukungan institusional, seperti pusat penelitian atau lembaga kesehatan, akan mempercepat implementasi produk ini dalam program gizi komunitas.<\/p>\n<p>Sebagai penutup, kombinasi ikan tongkol dan daun kelor dalam bentuk bubur instan menawarkan pendekatan praktis yang menggabungkan bukti nutrisi dan ketersediaan bahan baku lokal untuk mendukung pencegahan anemia pada ibu hamil. Konsep ini memenuhi kriteria sebagai inovasi gizi yang layak untuk diuji lebih lanjut. Secara biokimia rasional (sumber heme ditambah penguat penyerapan non-heme), relevan dengan negara Indonesia di mana kedua bahan tersebut melimpah dan terjangkau, serta mudah digunakan oleh kelompok sasaran, dalam hal ini ibu hamil.<br \/>\n\u2003<br \/>\n<strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>\nJanuarita JV, Ishartani D, Setiaboma W, Kristanti D. 2022. Nilai gizi dan profil asam amino ikan etong (Abalistes stellaris) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis). Agrointek  J Teknol Ind Pertan. 16(2):213\u2013220. doi:10.21107\/AGROINTEK.V16I2.12051.<br \/>\nPiskin E, Cianciosi D, Gulec S, Tomas M, Capanoglu E. 2022. Iron Absorption: Factors, Limitations, and Improvement Methods. ACS Omega. 7(24):20441\u201320456. doi:10.1021\/ACSOMEGA.2C01833.<br \/>\nDerbo ZD, Debelew GT. 2023. The Effect of Fresh Moringa Leaf Consumption During Pregnancy on Maternal Hemoglobin Level in Southern Ethiopia: Multilevel Analysis of a Comparative Cross-Sectional Study. Int J Womens Health. 15:1125\u20131137. doi:10.2147\/IJWH.S412241.<br \/>\nRotella R, Soriano JM, Llopis-Gonz\u00e1lez A, Morales-Suarez-Varela M. 2023. The Impact of Moringa oleifera Supplementation on Anemia and other Variables during Pregnancy and Breastfeeding: A Narrative Review. Nutr 2023, Vol 15, Page 2674. 15(12):2674. doi:10.3390\/NU15122674.<br \/>\nCahyono E, Maya N, Ansar S, Tanod WA, Margaretha Y, Batafor J, Muhamad L, Nadia H. 2023. Karakteristik tepung tulang ikan tongkol (. 4 September:135\u2013147.<br \/>\nHasan MM, Soares Magalhaes RJ, Garnett SP, Fatima Y, Tariqujjaman M, Pervin S, Ahmed S, Mamun AA. 2022. Anaemia in women of reproductive age in low- and middle-income countries: progress towards the 2025 global nutrition target. Bull World Health Organ. 100(3):196. doi:10.2471\/BLT.20.280180.<br \/>\nSuter IK, Wijaya IMAS, Yusa NM. 2011. Formulasi ledok instan yang ditambahkan ikan tongkol dan rumput laut. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. 22(2):190. doi: https:\/\/journal.ipb.ac.id\/jtip\/article\/view\/4276<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Masqueena Clarissa Dhiya, Mahasiswi dari IPB University JurnalPost.com &#8211; Di berbagai wilayah Indonesia, anemia merupakan tantangan besar bagi para ibu hamil ibu. Kondisi anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah menurun, sehingga tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk mengangkut oksigen. Hal ini menyebabkan ibu hamil sering merasa lelah, pusing, atau sesak napas. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21196,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-21194","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21194","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21194"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21194\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21196"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21194"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21194"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21194"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}