{"id":21141,"date":"2025-11-30T11:39:55","date_gmt":"2025-11-30T03:39:55","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=21141"},"modified":"2025-11-30T11:39:55","modified_gmt":"2025-11-30T03:39:55","slug":"resensi-buku-0-mdpl-karya-nurwina-sari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/resensi-buku-0-mdpl-karya-nurwina-sari\/21141\/","title":{"rendered":"Resensi Buku \u201c0 MDPL\u201d Karya Nurwina Sari"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21142\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/0-MDPL.webp\" alt=\"0 MDPL\" width=\"315\" height=\"460\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/0-MDPL.webp 315w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/0-MDPL-205x300.webp 205w\" sizes=\"(max-width: 315px) 100vw, 315px\" \/><\/p>\n<p>Oleh <strong>Rahmawati Oktavia<\/strong><br \/>\n<strong>Mahasiswa Progam Studi Tadris (Pendidikan) Bahasa Indonesia<br \/>\nUniversitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta<\/strong><\/p>\n<p><em>Identitas Buku<\/em><br \/>\n<em>Judul : 0 MDPL<\/em><br \/>\n<em>Penulis : Nurwina Sari<\/em><br \/>\n<em>Penyunting : Zafira Salsabila<\/em><br \/>\n<em>Penyelaras Akhir : Dana Sudartoyo<\/em><br \/>\n<em>Pendesain Sampul : Himewari, Wira Winata<\/em><br \/>\n<em>Penata Letak : Amanda Luitha<\/em><br \/>\n<em>Penerbit : Romancious<\/em><br \/>\n<em>Cetakan : Pertama, Agustus 2025<\/em><br \/>\n<em>Tahun Terbit : 2025<\/em><br \/>\n<em>Jumlah Halaman : 300 halaman<\/em><br \/>\n<em>Ukuran : 13&#215;19 cm<\/em><br \/>\n<em>Harga : Rp 105.000<\/em><br \/>\n<em>ISBN : 978-623-310-319-0<\/em><\/p>\n<p><strong>Orientasi<\/strong><br \/>\nNurwina Sari kembali menelusuri jejak kisah yang pernah dibangun lewat 3276 MDPL, dan kali ini menghadirkannya dalam novel lanjutan berjudul 0 MDPL. Novel 0 MDPL melanjutkan kisah setelah peristiwa di 3276 MDPL, dengan tokoh utama Rangga, yang terjebak dalam pergulatan batin antara masa lalu, cinta, dan pendewasaan diri. Daya tarik utama buku ini terletak pada gaya penulisan Nurwina yang khas puitis, dan berani mengeksplorasi kondisi psikologis tokohnya. Novel ini menarik untuk diulas karena tidak hanya menyajikan kisah romansa biasa, tetapi juga menggabungkan visualisasi digital di dalam narasinya.<\/p>\n<p><strong>Sinopsis<\/strong><br \/>\nNovel 0 MDPL melanjutkan kisah setelah peristiwa di 3276 MDPL, dengan tokoh utama Rangga yang masih berusaha berdamai dengan masa lalunya. Di tengah pencarian jati diri dan pergulatan perasaan yang belum tuntas, Rangga bertemu dengan tokoh-tokoh baru yang perlahan menuntunnya pada pemahaman baru tentang cinta dan kehilangan. Konflik utamanya berpusat pada perjalanan emosional Rangga yang penuh dilema antara melupakan atau mempertahankan kenangan, antara mencintai dengan tulus atau hanya menutupi luka lama.<br \/>\nAnalisis \/ Penilaian<\/p>\n<p><strong>Kelebihan<\/strong>:<br \/>\nSalah satu daya tarik utama novel 0 MDPL adalah cara penyajiannya yang modern dan interaktif. Visualisasi tokoh di awal setelah cover memberikan kesan sinematik, membuat pembaca lebih mudah membayangkan karakter dan suasana cerita. Selain itu, penggunaan percakapan media sosial seperti WhatsApp dan Twitter di dalam novel menciptakan nuansa kekinian yang relevan dengan kehidupan pembaca muda masa kini. Narasi Nurwina Sari yang puitis memperkuat emosi yang ingin disampaikan, terutama dalam menggambarkan kegalauan dan perjalanan batin sang tokoh utama.<\/p>\n<p><strong>Kekurangan<\/strong>:<br \/>\nBagi pembaca yang belum membaca novel sebelumnya (3276 MDPL), 0MDPL mungkin terasa membingungkan karena beberapa karakter dan latar emosionalnya sangat bergantung pada pemahaman cerita terdahulu. Di bagian awal novel cenderung berjalan lambat dan agak membosankan karena fokus yang terlalu besar pada sisi galau Rangga. Pergulatan batin yang berlarut-larut kadang membuat tokoh utama terkesan plin-plan dan sulit untuk dikagumi sepenuhnya.<\/p>\n<p><strong>Evaluasi<\/strong><br \/>\nSecara keseluruhan, 0 MDPL merupakan karya yang memadukan gaya penceritaan konvensional dan digital secara menarik. Nurwina Sari berhasil membawa pembaca menyelami emosi manusia melalui visual, percakapan media sosial, dan narasi yang introspektif. Novel ini cocok untuk remaja usia 15-25 tahun yang menyukai kisah romansa yang menyukai tema tentang kehilangan, perjalanan diri, dan pendewasaan emosional. Meskipun memiliki beberapa bagian yang lambat, 0 MDPL tetap layak diapresiasi sebagai karya sastra popular yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-21143\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Rahmawati-Oktavia.webp\" alt=\"Rahmawati Oktavia\" width=\"174\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Rahmawati-Oktavia.webp 364w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Rahmawati-Oktavia-300x300.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Rahmawati-Oktavia-150x150.webp 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Rahmawati-Oktavia-75x75.webp 75w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Rahmawati-Oktavia-350x350.webp 350w\" sizes=\"(max-width: 174px) 100vw, 174px\" \/><\/p>\n<p><strong>BIOGRAFI PENULIS<\/strong><br \/>\n<strong>Rahmawati Oktavia<\/strong> adalah mahasiswa <strong>Program Studi Tadris (Pendidikan) Bahasa Indonesia di Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta<\/strong>. Saat ini, tengah menempuh semester 3 dan memiliki ketertarikan pada kajian bahasa dan sastra Indonesia, khususnya fenomena kebahasaan dalam kehidupan modern dan perkembangan karya sastra populer. Ketertarikannya pada dunia bahasa mendorongnya aktif menulis resensi serta opini seputar perkembangan bahasa Indonesia. Melalui tulisannya, ia berupaya mengajak pembaca melihat bahasa dan sastra bukan sekadar alat komunikasi atau hiburan, melainkan ruang refleksi yang mencerminkan perjalanan, emosi, dan kreativitas generasi muda. Lahir di Boyolali pada 1 Oktober 2006 dan terus berupaya mengembangkan diri di bidang kebahasaan, sastra dan pendidikan. rahmawatiokta023@gmail.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Rahmawati Oktavia Mahasiswa Progam Studi Tadris (Pendidikan) Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Identitas Buku Judul : 0 MDPL Penulis : Nurwina Sari Penyunting : Zafira Salsabila Penyelaras Akhir : Dana Sudartoyo Pendesain Sampul : Himewari, Wira Winata Penata Letak : Amanda Luitha Penerbit : Romancious Cetakan : Pertama, Agustus 2025 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21142,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[261],"tags":[],"class_list":["post-21141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-resensi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21141"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21141\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}