{"id":20928,"date":"2025-11-21T16:09:28","date_gmt":"2025-11-21T08:09:28","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=20928"},"modified":"2025-11-21T16:36:45","modified_gmt":"2025-11-21T08:36:45","slug":"inovasi-pertanian-kota-mahasiswa-politeknik-negeri-banyuwangi-ciptakan-greelix-farm-solusi-mini-greenhouse-selada-air-hidroponik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/inovasi-pertanian-kota-mahasiswa-politeknik-negeri-banyuwangi-ciptakan-greelix-farm-solusi-mini-greenhouse-selada-air-hidroponik\/20928\/","title":{"rendered":"Inovasi Pertanian Kota: Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi Ciptakan &#8216;Greelix Farm&#8217;, Solusi Mini Greenhouse Selada Air Hidroponik"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20936\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-4.34.03-PM.jpeg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-4.34.03-PM.jpeg 720w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-4.34.03-PM-169x300.jpeg 169w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-4.34.03-PM-576x1024.jpeg 576w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<p><strong>Banyuwangi, JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Dalam upaya mendorong gaya hidup sehat dan pertanian berkelanjutan di lingkungan urban. Salah satu cara dengan melakukan praktikum menanam, memproses, dan mendistribusikan merupakan upaya membawa pertanian di tengah pemukiman padat penduduk, keterbatasan lahan di perkotaan tak lagi menjadi penghalang untuk bercocok tanam sayuran segar.<\/p>\n<p>Tiga mahasiswa kreatif dari program studi Agribisnis (Firdha Zahrotul Kholidia dan Farikha Mahara Fatik) dan Teknik Mesin (Hasan Fahmi Hayat) Politeknik Negeri Banyuwangi, yang tergabung dalam tim Pendampingan Kewirausahaan yang diselenggarakan UPA PKK, berhasil mengembangkan sebuah produk inovatif bernama Greelix Farm, sebuah mini greenhouse mandiri untuk budidaya selada air dengan sistem hidroponik.<\/p>\n<p>Inovasi ini lahir dari keprihatinan mereka akan minimnya edukasi pertanian modern dan kebutuhan pangan sehat di lingkungan urban dan perumahan padat penduduk. Ketua tim Greelix Farm, Firdha Zahrotul Kholidia, menjelaskan bahwa Greelix dirancang dengan konsep NFT karena meminimalkan penggunaan air hingga 90% dibandingkan menanam di tanah, menjadikan air sebagai metode paling efisien. Produk ini berupa instalasi hidroponik mini (mini greenhouse), berukuran ekonomis dan praktis, memungkinkan siapa saja, bahkan pemula di bidang pertanian, untuk menanam selada air dengan mudah di balkon, teras, atau dapur. \u201cSelada air kami pilih karena nilai gizinya tinggi dan waktu panennya relatif singkat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-4.34.02-PM.jpeg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"1280\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20938\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-4.34.02-PM.jpeg 720w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-4.34.02-PM-169x300.jpeg 169w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-4.34.02-PM-576x1024.jpeg 576w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<p>Dengan sistem hidroponik, pertumbuhan lebih cepat, bebas hama, dan yang paling penting, sangat hemat air dibandingkan pertanian konvensional,\u201d ujar Firdha zahrotul kholidia. Greelix farm tidak hanya sekadar kotak tanam. Di dalamnya, tertanam teknologi sederhana namun efektif. Anggota tim, Farikha Mahara Fatik, menambahkan, \u201cKami ingin mengubah persepsi bahwa hidroponik itu mahal dan rumit. Greelix farm adalah bukti bahwa urban farming bisa diakses semua kalangan. Investasi awal relatif kecil, tapi hasilnya bisa memenuhi kebutuhan sayuran segar harian keluarga.<\/p>\n<p>Bapak Aldy Bahaduri Indraloka, S.Si., M.P selaku dosen pembimbing tim, mengapresiasi terobosan ini. \u201cIde Greelix Farm sangat relevan dengan isu ketahanan pangan perkotaan. Ini adalah luaran usaha yang menjanjikan, tidak hanya sebagai produk, tetapi juga sebagai media edukasi pertanian berkelanjutan untuk masyarakat,\u201d jelas beliau.<br \/>\n\u201cKami Greelix farm bisa menjadi langkah kecil namun berdampak besar, mendorong masyarakat kota untuk mulai memproduksi sendiri pangan sehat mereka,\u201d tutup Firdha Zahrotul Kholidia, penuh optimisme.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyuwangi, JurnalPost.com \u2013 Dalam upaya mendorong gaya hidup sehat dan pertanian berkelanjutan di lingkungan urban. Salah satu cara dengan melakukan praktikum menanam, memproses, dan mendistribusikan merupakan upaya membawa pertanian di tengah pemukiman padat penduduk, keterbatasan lahan di perkotaan tak lagi menjadi penghalang untuk bercocok tanam sayuran segar. Tiga mahasiswa kreatif dari program studi Agribisnis (Firdha [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20937,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-20928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20928"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20928\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20937"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}