{"id":20882,"date":"2025-11-18T16:02:12","date_gmt":"2025-11-18T08:02:12","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=20882"},"modified":"2025-11-18T16:02:12","modified_gmt":"2025-11-18T08:02:12","slug":"bukan-cuma-viral-dengan-teruntuk-mia-nuh-buktikan-kegemaran-menulis-di-album-mentari-di-mata-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/bukan-cuma-viral-dengan-teruntuk-mia-nuh-buktikan-kegemaran-menulis-di-album-mentari-di-mata-hujan\/20882\/","title":{"rendered":"Bukan Cuma Viral dengan &#8220;Teruntuk Mia&#8221;, Nuh Buktikan Kegemaran Menulis di Album &#8220;Mentari di Mata Hujan\u201d"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/eruntuk-Mia.webp\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"900\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20883\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/eruntuk-Mia.webp 1600w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/eruntuk-Mia-300x169.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/eruntuk-Mia-1024x576.webp 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/eruntuk-Mia-768x432.webp 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/eruntuk-Mia-1536x864.webp 1536w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/eruntuk-Mia-750x422.webp 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/eruntuk-Mia-1140x641.webp 1140w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p>Oleh: <strong>Lisena Publisher<\/strong><\/p>\n<p><strong>Medan, JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Selain lagunya yang viral pada awal tahun 2025, yaitu \u201cTeruntuk Mia\u201d, Muhammad Rizki Nugroho atau yang akrab dikenal dengan nama panggung \u201cNuh\u201d juga pernah merilis satu album dengan tajuk \u201cMentari di Mata Hujan\u201d pada (25\/9\/2023).<\/p>\n<p>Rilis album tersebut merupakan salah satu dari banyaknya bukti konkrit perjuangan karier Nuh dalam bermusik. Dilandasi dengan kegemaran menulisnya yang telah ada sejak lama, penyanyi lulusan Fakultas Psikologi USU angkatan 2011 ini semakin mendalami keahliannya dalam pembuatan album Mentari di Mata Hujan.<\/p>\n<p>\u201cSebenarnya tidak ada inspirasi khusus. Namun lewat keinginan tersendiri untuk mempunyai sebuah album dan tekad untuk terus selalu berkarya di bidang musik, akhirnya lahirlah album ini dengan judul Mentari di Mata Hujan,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Nuh bercerita bahwa keseluruhan dari isi album tersebut merupakan hasil dari rangkuman dan penyempurnaan dari beberapa materi lagunya yang sudah ditulis sebelumnya. Bersama dengan produsernya, Nuh juga memegang andil dalam penentuan nama album tersebut.<\/p>\n<p>\u201cAlbum Mentari di Mata Hujan tidak punya benang merah tersendiri dalam penyusunan cerita dibaliknya. Jadi, album ini diisi dengan beberapa materi lagu yang sudah ada sebelumnya dan setiap cerita dari seluruh lagu yang ada di album ini memiliki latar belakangnya masing-masing, jadi memang tidak berkesinambungan satu sama lain,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Dalam proses pengerjaan album ini, tentu ada banyak beberapa faktor hambatan yang turut dirasakan. Salah satunya adalah tidak punya relasi atau jaringan yang luas karena posisi sebagai musisi daerah pada saat itu.<\/p>\n<p>\u201cHambatan yang paling terasa ketika memproses album ini adalah tidak adanya relasi yang luas kepada pihak media, publishing, player, produser, dan masih banyak lagi. Ditambah lagi dengan kondisi fisik yang tidak memungkinkan bagiku untuk bermain musik,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Bila menilik lebih lanjut pada isi dari album tersebut, Nuh mempunyai salah satu lagu yang paling ia sukai, yaitu \u201cMentari di Mata Hujan\u201d yang bersamaan antara judul lagu dan judul albumnya. Nuh menjelaskan bahwa lagu tersebut merupakan lagu favoritnya sekaligus lagu yang paling kompleks dalam proses pengerjaannya.<\/p>\n<p>Sehubungan dengan viralnya lagu \u201cTeruntuk Mia\u201d pada beberapa waktu lalu, Nuh juga berharap bahwa pendengar mampu menyukai dan menikmati seluruh karyanya, terkhusus pada album \u201cMentari di Mata Hujan\u201d yang telah rilis jauh sebelum single-nya yang lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Lisena Publisher Medan, JurnalPost.com &#8211; Selain lagunya yang viral pada awal tahun 2025, yaitu \u201cTeruntuk Mia\u201d, Muhammad Rizki Nugroho atau yang akrab dikenal dengan nama panggung \u201cNuh\u201d juga pernah merilis satu album dengan tajuk \u201cMentari di Mata Hujan\u201d pada (25\/9\/2023). Rilis album tersebut merupakan salah satu dari banyaknya bukti konkrit perjuangan karier Nuh dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20883,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-20882","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20882"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20882\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}