{"id":20505,"date":"2025-10-31T08:37:14","date_gmt":"2025-10-31T00:37:14","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=20505"},"modified":"2025-10-31T23:39:04","modified_gmt":"2025-10-31T15:39:04","slug":"rona-keakraban-di-tengah-arsitektur-klasik-dan-pesona-alam-rekreasi-bersama-keluarga-besar-ikip-widya-darma-surabaya-ke-semarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/rona-keakraban-di-tengah-arsitektur-klasik-dan-pesona-alam-rekreasi-bersama-keluarga-besar-ikip-widya-darma-surabaya-ke-semarang\/20505\/","title":{"rendered":"Rona Keakraban di Tengah Arsitektur Klasik dan Pesona Alam: Rekreasi Bersama Keluarga Besar IKIP Widya Darma Surabaya ke Semarang"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20506\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1.jpg 1280w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1-300x169.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1-768x432.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1-750x422.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1-1140x641.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Widya Darma Surabaya, sebuah institusi pendidikan tinggi yang senantiasa mengedepankan sinergi dan kebersamaan, baru-baru ini sukses menggelar sebuah kegiatan rekreasi yang tak hanya menjadi ajang penyegaran, namun juga mempererat jalinan kekeluargaan di antara seluruh elemen civitas academica. Dipimpin langsung oleh <strong>Rektor, Dr. Nur Sukri<\/strong>, rombongan besar dari kampus yang berlokasi di Surabaya ini bertolak menuju Kota Semarang, Jawa Tengah, sebuah destinasi yang kaya akan nilai sejarah dan pesona wisata modern.<\/p>\n<p>Perjalanan darat yang memakan waktu cukup panjang ini dirancang sebagai sebuah ekspedisi kolektif yang unik. Berbeda dari rombongan besar pada umumnya yang memanfaatkan banyak armada bus, IKIP Widya Darma memilih untuk menjaga keintiman dan fokus dengan hanya menggunakan <strong>satu unit bus pariwisata<\/strong> yang terisi penuh, didampingi oleh <strong>beberapa mobil pribadi<\/strong> yang turut serta. Keputusan ini secara implisit mencerminkan keinginan untuk menciptakan suasana yang lebih personal dan hangat, memastikan setiap individu dalam rombongan dapat saling berinteraksi secara lebih intensif.<\/p>\n<p><strong>Titik Kumpul dan Awal Mula Petualangan<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20507\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/22.jpg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"721\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/22.jpg 1600w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/22-300x135.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/22-1024x461.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/22-768x346.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/22-1536x692.jpg 1536w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/22-750x338.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/22-1140x514.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p>Hari yang dipilih untuk memulai perjalanan berkesan ini adalah <strong>Sabtu, 25 Oktober<\/strong>. Sejak dini hari, aroma antusiasme dan kegembiraan sudah terasa menyelimuti udara Kota Surabaya. Titik kumpul yang telah ditetapkan adalah sebuah lokasi yang sangat ikonik dan mudah diakses, yaitu <strong>pelataran depan Masjid Al-Akbar Surabaya<\/strong>. Tepat pada <strong>pukul 06.00 WIB<\/strong>, area tersebut sudah dihadiri oleh wajah-wajah ceria para peserta rekreasi.<\/p>\n<p>Rombongan ini benar-benar mencerminkan spektrum keluarga besar kampus. Tidak hanya melibatkan para <strong>Dosen<\/strong> yang sehari-hari bertugas di ruang-ruang kuliah dan penelitian, namun juga seluruh <strong>Tenaga Kependidikan (Tendik)<\/strong> yang menjadi tulang punggung administrasi, bahkan hingga <strong>tenaga kebersihan<\/strong> yang perannya sangat vital dalam menjaga lingkungan kampus tetap prima. Yang paling menambah semarak suasana adalah kehadiran <strong>keluarga mereka, termasuk anak-anak<\/strong> dari berbagai usia, yang siap menikmati liburan yang sudah lama dinantikan. Pemandangan ini menumbuhkan kesan yang sangat mendalam: bahwa IKIP Widya Darma adalah sebuah entitas yang sangat menghargai konsep keluarga dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (<em>work-life balance<\/em>).<\/p>\n<p>Sesuai dengan jadwal yang telah disusun rapi, tepat <strong>pukul 07.00 WIB<\/strong>, mesin bus menderu pelan, dan rombongan secara resmi memulai perjalanannya, meninggalkan hiruk pikuk Surabaya menuju arah barat, Kota Semarang yang telah menanti.<\/p>\n<p><strong>Harmoni di Atas Aspal: Kenangan Sepanjang Perjalanan<\/strong><\/p>\n<p>Perjalanan menuju ibu kota Jawa Tengah ini bukanlah sekadar perpindahan fisik dari satu kota ke kota lain, melainkan sebuah segmen penting dari rekreasi itu sendiri. Untuk mengusir rasa bosan dan jarak tempuh yang panjang, panitia telah menyiapkan hiburan yang sederhana namun efektif: <strong>karaoke massal<\/strong> di dalam bus.<\/p>\n<p>Mikrofon berpindah tangan dari satu peserta ke peserta lain, menciptakan sebuah panggung mini yang meriah. Alunan musik yang mengudara didominasi oleh <strong>lagu-lagu kenangan (tembang lawas)<\/strong> yang memiliki daya pikat nostalgia. Secara bergantian, para dosen, tendik, dan anggota keluarga mereka melantunkan lagu-lagu populer dari masa lalu yang akrab di telinga, seperti &#8220;Debu Jadi Permadani&#8221;, &#8220;Aku Tak Percaya&#8221;, &#8220;Sri Minggat&#8221;, dan berbagai komposisi lain yang membangkitkan memori. Fenomena ini menunjukkan betapa musik mampu menjadi bahasa universal yang melintasi sekat jabatan dan usia, menyatukan mereka dalam suasana yang penuh tawa dan keakraban. Pemandangan di dalam bus menjadi cerminan nyata dari semangat kekeluargaan yang dianut oleh IKIP Widya Darma.<\/p>\n<p><strong>Hari Pertama: Perjumpaan Sejarah dan Keputusan Institusi<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20508\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Capture-1.jpg\" alt=\"\" width=\"667\" height=\"312\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Capture-1.jpg 667w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Capture-1-300x140.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 667px) 100vw, 667px\" \/><\/p>\n<p>Setelah beberapa jam di perjalanan, rombongan akhirnya tiba di Kota Semarang. Destinasi pertama yang disambangi pada hari pertama, <strong>25 Oktober<\/strong>, adalah ikon sejarah paling terkenal di kota tersebut: <strong>Lawang Sewu<\/strong>. Bangunan peninggalan era kolonial Belanda ini, yang dikenal karena arsitekturnya yang megah dan cerita-cerita di baliknya, menawarkan pengalaman edukatif sekaligus memukau. Peserta rekreasi disuguhkan dengan lorong-lorong panjang, jendela-jendela tinggi, dan pintu-pintu yang tak terhitung jumlahnya (mengingatkan pada makna namanya, Lawang Sewu yang berarti &#8220;Seribu Pintu&#8221;), mengajak mereka untuk sejenak tenggelam dalam narasi sejarah yang terukir di setiap dinding batu bata tua.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20509\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/m.jpg\" alt=\"\" width=\"639\" height=\"591\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/m.jpg 639w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/m-300x277.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 639px) 100vw, 639px\" \/><\/p>\n<p>Dari Lawang Sewu, perjalanan dilanjutkan ke destinasi berikutnya: <strong>Kota Lama Semarang<\/strong>. Kawasan yang dijuluki <em>Little Netherland<\/em> ini menyajikan pemandangan arsitektur Eropa klasik yang terawat apik. Berjalan kaki di sepanjang jalanan berbatu yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua yang telah direvitalisasi, peserta seolah-olah dibawa melintasi lorong waktu. Area ini tidak hanya menjadi surga bagi penggemar fotografi, tetapi juga tempat yang ideal untuk menikmati kopi dan suasana santai sebelum melanjutkan agenda malam hari. Selain itu, rombongan juga berkesempatan mengunjungi <strong>Kampoeng Semarang<\/strong>, yang menyajikan perpaduan menarik antara budaya lokal dan oleh-oleh khas.<\/p>\n<p>Setelah seharian penuh menjelajahi kota, rombongan beristirahat dan bermalam di <strong>Hotel 3 Trizz<\/strong>. Hotel ini dipilih sebagai tempat peristirahatan yang nyaman, memfasilitasi kebutuhan seluruh peserta, dari yang termuda hingga yang paling senior.<\/p>\n<p><strong>Momen Penting: Pembubaran Panitia<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20510\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/34.jpg\" alt=\"\" width=\"498\" height=\"371\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/34.jpg 498w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/34-300x223.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 498px) 100vw, 498px\" \/><\/p>\n<p>Malam harinya, setelah menikmati santap malam bersama di hotel, suasana rekreasi diselingi oleh sebuah acara formal yang sangat penting secara kelembagaan. Rektor IKIP Widya Darma, <strong>Dr. Nur Sukri<\/strong>, memanfaatkan momen kebersamaan ini untuk secara resmi <strong>membubarkan Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Panitia Wisuda ke-32<\/strong>.<\/p>\n<p>Acara pembubaran ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah pengakuan dan apresiasi tertinggi dari pimpinan institusi atas kerja keras, dedikasi, dan pengorbanan waktu serta tenaga yang telah diberikan oleh seluruh anggota panitia dalam menyelenggarakan dua hajat besar kampus: menyambut generasi mahasiswa baru dan meluluskan angkatan wisuda. Kehadiran <strong>Ketua Yayasan, Prof. Intan, beserta jajaran pengurus yayasan<\/strong> lainnya, semakin menambah bobot dan kehormatan pada acara tersebut. Kehadiran beliau menegaskan bahwa dukungan dan apresiasi tidak hanya datang dari pihak rektorat, tetapi juga dari pucuk pimpinan yayasan yang menaungi IKIP Widya Darma.<\/p>\n<p>Suasana kembali hangat setelah acara formal. Rangkaian malam ditutup dengan sesi <strong>hiburan musik<\/strong> yang santai dan interaktif. Sebuah <strong>orgen tunggal<\/strong> disediakan, dan peserta kembali menunjukkan bakat terpendam mereka dalam bernyanyi secara bergantian, melanjutkan kemeriahan yang sudah dimulai di dalam bus. Momen ini menjadi penanda betapa harmonisnya hubungan antara pimpinan, dosen, tendik, dan yayasan, di mana batasan struktural sejenak dilebur oleh semangat persaudaraan.<\/p>\n<p><strong>Hari Kedua: Eksplorasi Wisata Alam dan Kuliner Modern<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20511\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/u88.jpg\" alt=\"\" width=\"540\" height=\"411\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/u88.jpg 540w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/u88-300x228.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 540px) 100vw, 540px\" \/><\/p>\n<p><strong>Minggu, 26 Oktober<\/strong>, menjadi hari terakhir dari rangkaian rekreasi ini, namun semangat petualangan masih membara. Setelah sarapan di hotel, rombongan melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata yang menawarkan nuansa berbeda: <strong>Toko batik<\/strong> dan <strong>Dusun Semilir<\/strong>.<\/p>\n<p>Seluruh sivitas akademika IKIP Widya Darma, mulai dari <strong>dosen, rektor, jajaran pimpinan<\/strong>, hingga staf kependidikan dan <strong>petugas kebersihan<\/strong>, mengadakan kunjungan belanja ke Toko <strong>Batik Benang Ratu<\/strong> di Semarang.<\/p>\n<p>Tujuan utama mereka adalah mencari pakaian batik dengan corak yang <strong>memikat, bertekstur lembut, dan desain yang menarik<\/strong>. Batik-batik tersebut akan digunakan untuk keperluan pribadi di rumah atau untuk acara-acara santai. Selain itu, banyak dari mereka yang juga membelinya sebagai <strong>buah tangan<\/strong> atau oleh-oleh. Kunjungan ini mencerminkan apresiasi mereka terhadap warisan budaya Indonesia melalui batik berkualitas. Semua tingkatan pegawai terlihat antusias memilih koleksi kain yang tersedia.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20512\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Capture-2.jpg\" alt=\"\" width=\"706\" height=\"516\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Capture-2.jpg 706w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Capture-2-300x219.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 706px) 100vw, 706px\" \/><\/p>\n<p>Destinasi penutup yang paling dinanti adalah <strong>Dusun Semilir Eco Park<\/strong>. Terletak di Bawen, Kabupaten Semarang, Dusun Semilir adalah sebuah kompleks rekreasi modern yang menggabungkan konsep wisata alam, kuliner, dan arsitektur unik. Tempat ini menjadi lokasi <strong>makan siang<\/strong> bersama yang meriah sekaligus sebagai pusat <strong>berwisata<\/strong> di hari kedua.<\/p>\n<p>Dusun Semilir menawarkan berbagai zona menarik: mulai dari Alun Eropa dengan bangunan-bangunan bergaya Venesia dan Maroko, Alas Tirta yang menampilkan suasana hutan tropis, hingga Banyu Biru dengan danau bohemiannya. Bagi anak-anak, tempat ini adalah surga dengan wahana seperti perosotan pelangi yang ikonik dan berbagai permainan lainnya. Sementara itu, para orang tua menikmati waktu bersantai sambil menikmati beragam pilihan kuliner khas Jawa Tengah dan <em>fusion<\/em> di restoran-restoran unik yang tersedia, seperti Sepoi-Sepoi atau Gunung Resto. Pemandangan stupa raksasa yang menyerupai Candi Borobudur di tengah kawasan tersebut juga menjadi latar belakang foto yang menarik.<\/p>\n<p>Momen di Dusun Semilir ini menjadi penutup yang manis, memberikan kesempatan terakhir bagi seluruh peserta untuk tertawa bersama, berbelanja oleh-oleh, dan mengabadikan kenangan dalam bidikan kamera.<\/p>\n<p><strong>Penutup: Kepulangan Penuh Kesan<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20513\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/34555.jpg\" alt=\"\" width=\"413\" height=\"235\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/34555.jpg 413w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/34555-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 413px) 100vw, 413px\" \/><\/p>\n<p>Segala hal yang baik pasti akan berakhir. Tepat pada <strong>pukul 15.00 WIB<\/strong>, setelah menyelesaikan kegiatan makan siang dan berwisata di Dusun Semilir, satu unit bus pariwisata IKIP Widya Darma, bersama dengan iring-iringan mobil pribadi, meninggalkan kawasan Semarang. Perjalanan pulang menuju Surabaya pun dimulai, secara resmi <strong>mengakhiri rangkaian kegiatan rekreasi<\/strong> selama dua hari penuh ini.<\/p>\n<p>Meskipun fisik terasa lelah setelah dua hari yang intens, hati seluruh peserta dipenuhi dengan rasa syukur dan kebahagiaan. Rekreasi ini telah melampaui tujuannya sekadar liburan; ia berfungsi sebagai katalisator untuk mempererat ikatan emosional, menumbuhkan rasa kebersamaan yang mendalam, dan menegaskan kembali bahwa di balik tugas dan tanggung jawab profesional, IKIP Widya Darma Surabaya adalah sebuah keluarga besar yang solid.<\/p>\n<p>Pengalaman berkaroke di perjalanan, berbagi cerita di Lawang Sewu dan Kota Lama, hingga kehangatan saat membubarkan panitia di hadapan Ketua Yayasan, semuanya membentuk mozaik kenangan tak terlupakan. Keberhasilan rekreasi ini, di bawah kepemimpinan Dr. Nur Sukri, menjadi preseden positif bagi kegiatan-kegiatan kebersamaan di masa mendatang.<\/p>\n<p>Penulis<\/p>\n<p><strong>Dr. Edy Suseno, S.Pd.,M.Pd<\/strong><\/p>\n<p><strong>Riadhos Solichin, S.Pd.,M.Pd<\/strong><\/p>\n<p><strong>Yuniarto Wiryo Nugroho, SH, M.Pd<\/strong><\/p>\n<p><strong>Agung Pratama, M.Pd.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Widya Darma Surabaya, sebuah institusi pendidikan tinggi yang senantiasa mengedepankan sinergi dan kebersamaan, baru-baru ini sukses menggelar sebuah kegiatan rekreasi yang tak hanya menjadi ajang penyegaran, namun juga mempererat jalinan kekeluargaan di antara seluruh elemen civitas academica. Dipimpin langsung oleh Rektor, Dr. Nur Sukri, rombongan besar dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20506,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-20505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20505"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20505\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}