{"id":20326,"date":"2025-08-13T18:13:29","date_gmt":"2025-08-13T10:13:29","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=20326"},"modified":"2025-10-22T18:16:10","modified_gmt":"2025-10-22T10:16:10","slug":"mendorong-revolusi-digital-di-tingkat-desa-mahasiswa-kkn-t-114-unhas-sukses-fasilitasi-adopsi-qris-untuk-umkm-di-maros","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mendorong-revolusi-digital-di-tingkat-desa-mahasiswa-kkn-t-114-unhas-sukses-fasilitasi-adopsi-qris-untuk-umkm-di-maros\/20326\/","title":{"rendered":"MENDORONG REVOLUSI DIGITAL DI TINGKAT DESA: MAHASISWA KKN-T 114 UNHAS SUKSES FASILITASI ADOPSI QRIS UNTUK UMKM DI MAROS"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/KKN-T-114-UNHAS.webp\" alt=\"\" width=\"366\" height=\"206\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20327\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/KKN-T-114-UNHAS.webp 366w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/KKN-T-114-UNHAS-300x169.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 366px) 100vw, 366px\" \/><\/p>\n<p><strong>MAROS, SULAWESI SELATAN<\/strong> \u2013 Di tengah arus transformasi digital yang masif, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Angkatan 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah nyata untuk memastikan pelaku usaha di tingkat desa tidak tertinggal. Melalui program yang terstruktur, mereka berhasil menjembatani kesenjangan digital dengan mengedukasi dan memfasilitasi adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi puluhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bonto Bunga, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.<\/p>\n<p>Inisiatif ini merupakan jawaban atas tantangan modernisasi sistem pembayaran sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa untuk mendorong kemandirian dan daya saing ekonomi lokal.<\/p>\n<p><strong>Mengidentifikasi Kebutuhan dan Kesenjangan Digital<\/strong><br \/>\nSebelum meluncurkan program, tim KKN-T 114 Unhas melakukan pemetaan dan observasi mendalam pada tanggal 12 Agustus 2025. Hasilnya menunjukkan sebuah tantangan signifikan: dari 10 UMKM yang menjadi sampel awal di Dusun Je&#8217;ne Tallasa dan Dusun Bonto Bunga, tidak ada satupun yang telah memanfaatkan QRIS. Mayoritas pelaku usaha masih bergantung sepenuhnya pada transaksi tunai, yang seringkali menimbulkan kendala seperti kesulitan menyediakan uang kembalian, risiko keamanan dalam menyimpan uang tunai, dan keterbatasan dalam melayani pelanggan yang kini semakin terbiasa dengan pembayaran non-tunai.<\/p>\n<p><strong>Implementasi Program yang Personal dan Tepat Sasaran<\/strong><br \/>\nMenyadari bahwa adopsi teknologi baru memerlukan bimbingan personal, tim KKN-T 114 Unhas merancang program pendampingan secara langsung (door-to-door). Dimulai dari Dusun Bonto Bunga, kemudian menyebar ke Dusun Je&#8217;ne Tallasa dan Dusun Manjalling, para mahasiswa mendatangi satu per satu kios, warung, dan usaha rumahan.<\/p>\n<p>Proses pendampingan dilakukan secara komprehensif, meliputi:<br \/>\n&#8211; Edukasi Manfaat<br \/>\n&#8211; Bimbingan Teknis<br \/>\n&#8211; Proses Pendaftaran<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ft-KKN-T-114-UNHAS.webp\" alt=\"\" width=\"216\" height=\"384\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20328\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ft-KKN-T-114-UNHAS.webp 216w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ft-KKN-T-114-UNHAS-169x300.webp 169w\" sizes=\"(max-width: 216px) 100vw, 216px\" \/><\/p>\n<p><strong>Dampak Positif dan Sambutan Hangat dari Pelaku UMKM<\/strong><br \/>\nPendekatan personal ini terbukti efektif dan disambut dengan sangat antusias. Para pelaku UMKM yang sebelumnya merasa ragu dan menganggap teknologi ini rumit, kini merasakan langsung kemudahannya.<\/p>\n<p>Pemilik Toko Aqsa di Dusun Je&#8217;ne Tallasa mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perubahan yang dirasakan. &#8220;Terima kasih kepada anak KKN-T 114 Universitas Hasanuddin atas bantuan yang lebih memudahkan toko kami dari sistem pembayaran. Ini benar-benar solusi praktis. Harapannya, semoga nanti walaupun kalian telah selesai ber-KKN di desa ini, kalian tetap bisa membantu warga yang ingin membuat QRIS ini,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Efisiensi menjadi poin utama yang dirasakan oleh Kak Agu, pemilik Toko Pakkalolo. &#8220;Dengan QRIS, sangat memudahkan kami sebagai penjual karena tidak perlu lagi menyiapkan uang kembalian. Waktu jadi tidak terbuang untuk mencari uang receh. Harapannya semoga QRIS dapat meningkatkan kualitas layanan pembayaran dan manfaat bagi masyarakat luas,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, pemilik Toko Wiss di Dusun Bonto Bunga, menceritakan keraguan awalnya yang kini berubah menjadi keyakinan. &#8220;Awalnya kami ragu karena terlihat rumit dan takut salah. Tapi setelah dibimbing dengan sabar oleh adik-adik KKN, ternyata sangat praktis. Sekarang, pembeli yang tidak bawa uang tunai, terutama anak-anak muda, jadi lebih mudah berbelanja. Ini sangat membantu sekali meningkatkan penjualan,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Harapan untuk Keberlanjutan Ekonomi Digital di Desa<br \/>\nProgram ini diharapkan menjadi titik awal dari ekosistem digital yang lebih luas di Desa Bonto Bunga. Dengan adanya QRIS, UMKM tidak hanya dimudahkan dalam transaksi, tetapi juga memiliki catatan keuangan digital yang dapat menjadi modal untuk mengakses layanan perbankan formal di masa depan.<\/p>\n<p>Menutup rangkaian kegiatan, Koordinator KKN-T 114 Unhas di Desa Bonto Bunga menyampaikan harapan timnya. &#8220;Ini bukan sekadar program kerja, melainkan investasi sosial sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapan terbesar kami adalah keberlanjutan. Kami ingin para pelaku usaha yang telah kami dampingi dapat menjadi agen perubahan yang menularkan semangat digitalisasi ini kepada rekan-rekan mereka. Semoga Desa Bonto Bunga dapat terus berkembang menjadi desa yang modern, mandiri secara ekonomi, dan siap menghadapi tantangan zaman.&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAROS, SULAWESI SELATAN \u2013 Di tengah arus transformasi digital yang masif, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Angkatan 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah nyata untuk memastikan pelaku usaha di tingkat desa tidak tertinggal. Melalui program yang terstruktur, mereka berhasil menjembatani kesenjangan digital dengan mengedukasi dan memfasilitasi adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20327,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-20326","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20326","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20326"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20326\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}