{"id":20236,"date":"2025-10-16T16:19:52","date_gmt":"2025-10-16T08:19:52","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=20236"},"modified":"2025-10-16T16:19:52","modified_gmt":"2025-10-16T08:19:52","slug":"menilai-gizi-makanan-ultra-proses-apa-dampaknya-jika-dimakan-setiap-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/menilai-gizi-makanan-ultra-proses-apa-dampaknya-jika-dimakan-setiap-hari\/20236\/","title":{"rendered":"Menilai Gizi Makanan Ultra Proses, Apa Dampaknya Jika Dimakan Setiap Hari?"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_20237\" aria-describedby=\"caption-attachment-20237\" style=\"width: 1207px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Menilai-Gizi.webp\" alt=\"Menilai Gizi\" width=\"1207\" height=\"662\" class=\"size-full wp-image-20237\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Menilai-Gizi.webp 1207w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Menilai-Gizi-300x165.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Menilai-Gizi-1024x562.webp 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Menilai-Gizi-768x421.webp 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Menilai-Gizi-750x411.webp 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Menilai-Gizi-1140x625.webp 1140w\" sizes=\"(max-width: 1207px) 100vw, 1207px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-20237\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: https:\/\/www.shutterstock.com\/id\/<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Di tengah kesibukan masyarakat modern, makanan cepat saji dan produk kemasan dinilai lebih praktis dan mudah disajikan. Seperti mi instan, sosis, nugget, hingga soft drink. Tetapi, di balik kepraktisannya, banyak orang yang belum menyadari bahwa makanan tersebut termasuk ke dalam kategori makanan ultra proses (UPF) karena memiliki nilai gizi yang rendah, sehingga seringkali menyebabkan permasalahan kesehatan. Dalam Diba (2025), dijelaskan bahwa makanan ultra proses tidak mengandung serat pangan, protein, mikronutrien, maupun senyawa bioaktif lain. Produk ini biasanya siap saji (ready to eat) atau siap dimasak (ready to cook), serta memiliki kandungan lemak, garam, atau gula yang tinggi.<\/p>\n<p>Makanan ultra proses merupakan produk hasil olahan industri yang melalui berbagai tahapan pengolahan serta penambahan bahan tambahan pangan seperti pengawet, pewarna, pengemulsi, dan perasa. Jenis makanan ini banyak digemari karena praktis, mudah disajikan, dan memiliki variasi rasa serta bentuk yang menarik. Produk ini juga dirancang agar tahan lama dan disukai oleh konsumen, menjadikannya populer di tengah gaya hidup serba cepat. Namun, makanan ultra proses umumnya mengandung kadar lemak, gula, dan garam yang tinggi untuk memperkuat cita rasa dan meningkatkan daya tarik, sehingga nilai gizinya cenderung rendah bila dibandingkan dengan makanan segar atau olahan minimal (Shanty, 2025).<\/p>\n<p>Makanan ultra proses apabila dikonsumsi secara rutin dan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan. Kandungan lemak, gula, dan garam yang tinggi di dalamnya dapat mengganggu nafsu makan, sehingga memicu kelebihan berat badan yang pada akhirnya berisiko menyebabkan obesitas (Maulidina et al., 2025).<br \/>\nMengkonsumsi yang berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gagal ginjal akibat tingginya kadar natrium dan bahan aditif (Sulastri et al., 2025). Selain itu, makanan ultra proses dapat berkontribusi terhadap munculnya penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan kanker (Khasanah et al., 2025).<\/p>\n<p>makanan ultra proses tidak perlu benar-benar dihindari. Jenis makanan ini masih dapat dikonsumsi sesekali, khususnya ketika waktu terbatas atau tidak memungkinkan untuk menyiapkan makanan segar. Hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan yaitu dengan membatasi frekuensi konsumsinya dan tetap menyeimbangkan dengan makanan bergizi seperti sayur, buah, serta sumber protein. Selain itu, periksa dan pahami label gizi sebelum membeli produk kemasan, perhatikan jumlah kandungan gula, garam, dan lemak yang tercantum.<\/p>\n<p><strong>Agni Qisty Aulia<br \/>\nMahasiswa Jurusan Teknologi Pangan<br \/>\nUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa<\/strong><\/p>\n<p><strong>Referensi<\/strong>:<br \/>\nDiba, F. 2025. Makanan Ultra-Proses, Inovasi Dalam Industri Makanan Modern. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Vol. 24(1): 191-201.<br \/>\nKhasanah, T. A., Aulia, R. F., Patriawati, A., Susanti, A. N. S., Nurhayati, E., &#038; Putrihana, P. 2025. Pengaruh Pemberian Edukasi Mengenai Ultra-Processed Food (UPF) Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Perubahan Sikap, dan Perilaku pada Siswa\/i SMAN 37 Jakarta. Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan. Vol. 3(2): 131-141.<br \/>\nMaulidina, P. D., Alwi, M. K., Patimah, S., dan Ikhtiar, M. 2025. Pengaruh Konsumsi Makanan Atau Minuman Ultra Processed Terhadap Kejadian Kegemukan Pada Remaja Putri Di SMK-SMAK Makassar. Window of Public Health Journal. Vol. 6(2): 274-282.<br \/>\nShanty, W. M. 2025. Dampak Konsumsi Makanan Ultra-Proses Terhadap Risiko Obesitas: Studi Literatur. Blantika: Multidisciplinary Journal. Vol. 3(9): 1203-1210.<br \/>\nSulastri, W., Yani, S., Sari, N. P., Sari, M., dan Darma, D. D. 2025. Edukasi Bahaya Tersembunyi Makanan Ultra-Proses: Faktor Risiko Utama Gagal. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu Keperawatan&#8221; Optimal&#8221;. Vol. 2(1): 208-215.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Di tengah kesibukan masyarakat modern, makanan cepat saji dan produk kemasan dinilai lebih praktis dan mudah disajikan. Seperti mi instan, sosis, nugget, hingga soft drink. Tetapi, di balik kepraktisannya, banyak orang yang belum menyadari bahwa makanan tersebut termasuk ke dalam kategori makanan ultra proses (UPF) karena memiliki nilai gizi yang rendah, sehingga seringkali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20237,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-20236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20236"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20236\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}