{"id":20201,"date":"2025-10-15T00:08:14","date_gmt":"2025-10-14T16:08:14","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=20201"},"modified":"2025-10-15T00:08:14","modified_gmt":"2025-10-14T16:08:14","slug":"evaluasi-nilai-gizi-langkah-kecil-untuk-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/evaluasi-nilai-gizi-langkah-kecil-untuk-hidup\/20201\/","title":{"rendered":"Evaluasi Nilai Gizi: Langkah Kecil untuk Hidup"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Nilai-Gizi.webp\" alt=\"Nilai Gizi\" width=\"749\" height=\"499\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20202\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Nilai-Gizi.webp 749w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Nilai-Gizi-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 749px) 100vw, 749px\" \/><\/p>\n<p>Oleh: <strong>Rizka Ariyani<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com <\/strong>&#8211; Tahukah Anda? Makanan yang kita konsumsi setiap hari belum pasti mengandung gizi yang cukup untuk tubuh. Banyak orang yang sering merasa sudah mengonsumsi makanan \u201csehat\u201d, namun belum tentu mencukupi kebutuhan tubuh. Apakah kita pernah bertanya makanan yang kita konsumsi mengandung gula atau lemak yang berlebih, atau justru kekurangan vitamin dan mineral? <\/p>\n<p>Konsumsi makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh akan berakibat pada penyakit. Misalnya karbohidrat yang sering dihindari oleh orang yang menjalani program diet. Padahal, karbohidrat menjadi sumber energi utama untuk tubuh. Apabila tubuh kekurangan karbohidrat maka yang terjadi yaitu tubuh akan lemas karena kekurangan energi, kelelahan, bahkan sampai kematian. Namun, jika konsumsi karbohidrat berlebihan juga akan berdampak pada kesehatan seperti obesitas, diabetes mellitus dan penyakit jantung koroner. Di sinilah evaluasi nilai gizi berperan penting untuk mengukur kandungan gizi dalam makanan, sehingga kita dapat mengetahui apakah kebutuhan gizi dalam tubuh sudah terpenuhi. <\/p>\n<p>Evaluasi nilai gizi yaitu suatu proses untuk menilai karbohidrat yang dikonsumsi mulai dari jumlah, jenis dan kualitas yang terkandung dalam suatu makanan. Proses evaluasi nilai gini melihat jenis karbohidrat yang terkandung, apakah karbohidrat berbentuk sederhana seperti glukosa dan sukrosa atau berbentuk kompleks seperti pati dan serat. Selain itu, kualitas dari karbohidrat juga dinilai, seberapa cepat karbohidrat berubah menjadi glukosa dalam darah. Dengan evaluasi, maka kita akan mengetahui makanan yang kita konsumsi mengandung karbohidrat yang memiliki kualitas rendah atau karbohidrat kompleks yang lebih menyehatkan tubuh.<\/p>\n<p>Evaluasi nilai gizi terhadap karbohidrat penting untuk dilakukan untuk mencegah naiknya gula darah dengan cepat akibat mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi dan dapat menyebabkan diabetes jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, untuk mengendalikan berat badan terutama makanan yang tinggi akan serat, karena dapat membuat rasa kenyang lebih lama. Evaluasi nilai gizi terhadap karbohidrat juga membantu  memastikan energi tetap stabil.  Jadi, evaluasi nilai gizi tidak hanya menjadi urusan para ilmuan atau ahli gizi. Namun, menjadi penting untuk semua orang untuk mengetahui kandungan gizi dari makanan yang kita konsumsi, sehingga kita bisa menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit.<\/p>\n<p><strong>Referensi<\/strong><br \/>\n<em>Hasanah, M. N., dan Tanziha, I 2023. Pengetahuan Gizi, Konsumsi Fast Food, Asupan serat, dan Status Gizi Siswa SMA Kornita. Jurnal Gizi Dietetik. Vol. 2(2): 74-82.<br \/>\nMulmuliana., dan Rachmawati. 2022. Dampak Konsumsi Pangan Tinggi Kandungan Indeks Glikemik dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe-II di Kabupaten Pidie. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan. Vol. 3(2): 163-167.<br \/>\nRejeki, S., Faradilla, R. H. F., Elvira, I., dan Nadila. 2024. Analisis Asupan Energi, Karbohidrat, dan Serat dari Pangan Pokok di Wilayah Non Pertanian di Kota Baubau 2022. Jurnal Gizi Ilmiah. Vol. 11(1): 35-41.<br \/>\nWidiastuti, W., Zulkarnaini, A., Mahatma, G., dan Darmayanti, A. 2024. Review Artikel: Pengaruh Pola Asupan Makanan Terhadap Risiko Penyakit Diabetes. Journal of Public Health Scince. Vol. 1(2): 108-124.<br \/>\nYunianto, A. E., Lusiana, S. A., Triatmaja, N. T., Yunieswati, U., Ningsih, W. I. F., Fitriani, R. J., Argahaeni, N. B., Febry, F., Puspa, A. R., Atmaka, D. R., dan Lubis, A. 2014. Ilmu Gizi Dasar. Medan: Yayasan Kita Menulis.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Rizka Ariyani JurnalPost.com &#8211; Tahukah Anda? Makanan yang kita konsumsi setiap hari belum pasti mengandung gizi yang cukup untuk tubuh. Banyak orang yang sering merasa sudah mengonsumsi makanan \u201csehat\u201d, namun belum tentu mencukupi kebutuhan tubuh. Apakah kita pernah bertanya makanan yang kita konsumsi mengandung gula atau lemak yang berlebih, atau justru kekurangan vitamin dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20202,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"hide","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"0","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"0","show_comment_section":"0","number_popup_post":"3","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","override_template":"1","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-20201","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20201","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20201"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20201\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20202"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20201"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20201"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20201"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}