{"id":19932,"date":"2025-07-23T17:47:59","date_gmt":"2025-07-23T09:47:59","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=19932"},"modified":"2025-07-23T17:47:59","modified_gmt":"2025-07-23T09:47:59","slug":"sosialisasi-kontrol-diri-bagi-siswa-sma-untuk-orientasi-masa-depan-siswa-kelompok-03-r30","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/sosialisasi-kontrol-diri-bagi-siswa-sma-untuk-orientasi-masa-depan-siswa-kelompok-03-r30\/19932\/","title":{"rendered":"Sosialisasi Kontrol Diri bagi Siswa SMA untuk Orientasi Masa Depan Siswa KELOMPOK: 03 \u2013 R30"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-22.jpg\" alt=\"\" width=\"1485\" height=\"835\" class=\"aligncenter size-full wp-image-19933\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-22.jpg 1485w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-22-300x169.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-22-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-22-768x432.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-22-750x422.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-22-1140x641.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1485px) 100vw, 1485px\" \/><\/p>\n<p><strong>Arizhal Rafi Al Rasyid<\/strong><br \/>\n<strong>Program Studi Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya<\/strong><br \/>\n<strong>Email : <\/strong><a href=\"mailto:rarizhl5758@gmail.com\"><strong>rarizhl5758@gmail.com<\/strong><\/a><br \/>\n<strong>Deva Rio Perdana Putrantoko<\/strong><br \/>\n<strong>Program Studi Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya<\/strong><br \/>\n<strong>Email : <\/strong><a href=\"mailto:devario424@gmail.com\"><strong>devario424@gmail.com<\/strong><\/a><br \/>\n<strong>Aldi Hafiz Ferdiansyah<\/strong><br \/>\n<strong>Program Studi Teknik Informatika, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya<\/strong><br \/>\n<strong>Email : <\/strong><a href=\"mailto:aldizora46@gmail.com\"><strong>aldizora46@gmail.com<\/strong><\/a><br \/>\n<strong>Daniel Kristian<\/strong><br \/>\n<strong>Program Studi Teknik Informatika, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya<\/strong><br \/>\n<strong>Email : <\/strong><a href=\"mailto:livinghigh25@gmail.com\"><strong>livinghigh25@gmail.com<\/strong><\/a><br \/>\n<strong>Ricky Alejandro Martin, S.Psi., M.Psi., Psikolog<\/strong><br \/>\n<strong>Program Studi Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya<\/strong><br \/>\n<strong>Email : <\/strong><a href=\"mailto:rickymartin@untag-sby.ac.id\"><strong>rickymartin@untag-sby.ac.id<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>Kata Kunci <\/strong>: Kontrol diri, orientasi masa depan, siswa SMA, pelatihan psikologis<\/p>\n<p>Rendahnya kontrol diri dan orientasi masa depan pada siswa SMA merupakan masalah serius yang berdampak pada prestasi akademik, perilaku menyimpang, dan risiko putus sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan kontrol diri dalam meningkatkan orientasi masa depan siswa SMA. Pelatihan dilaksanakan dengan metode psikoedukasi berbasis modul yang mencakup teknik manajemen waktu, regulasi emosi, dan perencanaan tujuan. Partisipan terdiri dari 30 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui angket pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen setelah mengikuti pelatihan (p &lt; 0.05). Temuan ini mendukung pentingnya intervensi psikologis berbasis sekolah untuk membekali siswa dengan keterampilan kontrol diri dan perencanaan masa depan.<\/p>\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><br \/>\nSiswa SMA seringkali menghadapi tantangan dalam mengelola emosi, waktu, dan perilaku, yang berujung pada rendahnya kontrol diri dan orientasi masa depan. Berdasarkan data Yanuar et al. (2025), siswa tanpa orientasi masa depan yang jelas cenderung mengalami penurunan prestasi akademik dan rentan terlibat perilaku menyimpang. Kontrol diri (<em>self-control<\/em>) didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk mengatur pikiran, emosi, dan perilaku guna mencapai tujuan jangka panjang (Siregar, 2020). Sementara itu, orientasi masa depan (<em>future orientation<\/em>) melibatkan proses motivasi, perencanaan, dan evaluasi tujuan hidup (Yanuar et al., 2025).<\/p>\n<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan kontrol diri dalam meningkatkan orientasi masa depan siswa SMA. Pelatihan ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis seperti manajemen waktu, regulasi emosi, dan penetapan tujuan, yang diharapkan dapat mendorong perencanaan masa depan yang lebih terstruktur.<\/p>\n<p><strong>METODE PELAKSANAAN<\/strong><\/p>\n<p>Metode pelaksanaan Sosialisasi Kontrol Diri bagi Siswa SMA untuk Orientasi Masa Depan Siswa di SMA AL-HIDAYAH dilakukan melalui beberapa tahapan yang terstruktur, melibatkan partisipasi masyarakat:<\/p>\n<p><strong>1. Desain Penelitian<\/strong><\/p>\n<p>Penelitian menggunakan desain eksperimen kuasi dengan pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen dan kontrol. Partisipan terdiri dari 30 siswa SMA yang dipilih secara acak.<\/p>\n<p><strong>2. Instrumen<\/strong><\/p>\n<p>Data dikumpulkan melalui angket yang mengukur kontrol diri (20 item) dan orientasi masa depan (15 item) dengan skala Likert 1-5. Contoh item: &#8220;Saya bisa menunda bermain gadget untuk menyelesaikan tugas sekolah&#8221; (kontrol diri) dan &#8220;Saya sudah memikirkan jurusan kuliah yang sesuai minat saya&#8221; (orientasi masa depan).<\/p>\n<p><strong>3. Prosedur<\/strong><strong> Pelatihan<\/strong><\/p>\n<p>a. Sesi 1: Pengenalan konsep kontrol diri dan orientasi masa depan.<br \/>\nb. Sesi 2: Pelatihan manajemen waktu dan teknik goal-setting SMART.<br \/>\nc. Sesi 3: Regulasi emosi melalui mindfulness dan problem-solving.<br \/>\nd. Sesi 4: Evaluasi dan penyusunan rencana tindakan.<br \/>\ne. Analisis Data<\/p>\n<p>4. <strong>Analisis Data<\/strong><\/p>\n<p>Data analisis menggunakan SPSS dengan uji Mann-Whitney U untuk membandingkan perbedaan skor pre-test dan post-test antara kelompok eksperimen dan kontrol.<\/p>\n<p><strong>HASIL DAN PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p><strong>1. Hasl Uji Statistik<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"150\">VARIABEL<\/td>\n<td width=\"103\">KELOMPOK<\/td>\n<td width=\"124\">MEAN RANK<\/td>\n<td width=\"123\">U<\/td>\n<td width=\"124\">P-VALUE<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"150\">Kontrol Diri<\/td>\n<td width=\"103\">Eksperimen<\/td>\n<td width=\"124\">18.76<\/td>\n<td width=\"123\">45.00<\/td>\n<td width=\"124\">0.012<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"150\"><\/td>\n<td width=\"103\">Kontrol<\/td>\n<td width=\"124\">12.24<\/td>\n<td width=\"123\"><\/td>\n<td width=\"124\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"150\">Kontrol Masa Depan<\/td>\n<td width=\"103\">Eksperimen<\/td>\n<td width=\"124\">19.33<\/td>\n<td width=\"123\">38.50<\/td>\n<td width=\"124\">0.004<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"150\"><\/td>\n<td width=\"103\">Kontrol<\/td>\n<td width=\"124\">11.67<\/td>\n<td width=\"123\"><\/td>\n<td width=\"124\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>*Signifikan pada p &lt; 0.05; **Signifikan pada p &lt; 0.01<\/p>\n<p>Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dalam kontrol diri (p = 0.012) dan orientasi masa depan (p = 0.004).<\/p>\n<p><strong>2. Pembahasan<\/strong><\/p>\n<p>Temuan ini sejalan dengan penelitian Yanuar et al. (2025) yang menyatakan bahwa kontrol diri berkorelasi positif dengan orientasi masa depan. Pelatihan ini efektif karena mengintegrasikan teknik psikologis seperti <em>goal-setting <\/em>dan regulasi emosi, yang memungkinkan siswa mengubah pola pikir jangka pendek menjadi jangka panjang.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>\nPelatihan kontrol diri terbukti efektif dalam meningkatkan orientasi masa depan siswa SMA. Intervensi ini dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah atau program bimbingan konseling untuk mendukung pengembangan diri siswa.<\/p>\n<p><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Perlu perluasan sampel dan periode pelatihan yang lebih panjang untuk generalisasi<\/li>\n<li>Sekolah disarankan mengadopsi modul pelatihan ini sebagai bagian dari program pengembangan karir siswa.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><br \/>\nRosalina Wadjin, Garuda Nusantara, Puput Andita, &amp; Cindy Nurlita. (2025). <em>Inovasi Teknologi Tepat Guna Alat Peniris Minyak untuk UMKM Kripik Usus Bu Tri di Dusun Sumber Sono, Pacet, Mojokerto<\/em>. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.<\/p>\n<p>Ariani, N. (2020). <em>Teknologi Tepat Guna untuk Masyarakat Desa<\/em>. Surabaya: Unesa Press.<\/p>\n<p>Haryanto, D. (2022). <em>Inovasi Alat Peniris Minyak pada Produk Gorengan untuk Usaha Mikro<\/em>.<\/p>\n<p>Jurnal Teknik Mesin dan Industri, 14(1), 45-52.<\/p>\n<p>Nugroho, A. (2021). <em>Pengembangan Alat Peniris Minyak untuk UMKM Kuliner di Indonesia<\/em>.<\/p>\n<p>Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.<\/p>\n<p>Badan Standarisasi Nasional. (2019). <em>Standar Nasional Indonesia (SNI) Peralatan Pengolahan Pangan<\/em>. Jakarta: BSN.<\/p>\n<p>Suhartini, S., &amp; Sari, D. P. (2020). Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Melalui Pengolahan Pangan. <em>Jurnal Abdimas<\/em>, 7(2), 112-117.<\/p>\n<p>Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2014). <em>Pedoman Gizi Seimbang<\/em>. Jakarta: Kemenkes RI.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arizhal Rafi Al Rasyid Program Studi Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Email : rarizhl5758@gmail.com Deva Rio Perdana Putrantoko Program Studi Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Email : devario424@gmail.com Aldi Hafiz Ferdiansyah Program Studi Teknik Informatika, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Email : aldizora46@gmail.com Daniel Kristian Program Studi Teknik Informatika, Universitas 17 Agustus 1945 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19933,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"hide","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"0","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"0","show_prev_next_post":"0","number_popup_post":"3","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","override_template":"1","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-19932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19932"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19932\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}