{"id":19890,"date":"2025-07-22T18:02:42","date_gmt":"2025-07-22T10:02:42","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=19890"},"modified":"2025-07-22T18:02:42","modified_gmt":"2025-07-22T10:02:42","slug":"transformation-of-digital-marketing-kacang-pedas-manis-kacang-bawang-asifha-desa-sumber-kembar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/transformation-of-digital-marketing-kacang-pedas-manis-kacang-bawang-asifha-desa-sumber-kembar\/19890\/","title":{"rendered":"TRANSFORMATION OF DIGITAL MARKETING KACANG PEDAS MANIS &#038; KACANG BAWANG ASIFHA DESA SUMBER KEMBAR"},"content":{"rendered":"<p><strong> Andhika Nur Badri Al-Khumaidi<sup>1<\/sup>, Nur Syakbana<sup>2<\/sup>, Velira Ananda<sup>3<\/sup>, Mahaswara Argani Hari Atmaja<sup>4<\/sup>, Reginaldus Piperno Dafiamus<sup>5<\/sup><\/strong><br \/>\nUniversitas 17 Agustus 1945 Surabaya<br \/>\n<a href=\"mailto:andhikanurbadri789@gmail.com\">andhikanurbadri789@gmail.com<\/a>, <a href=\"mailto:nursyakbana2@gmail.com\">nursyakbana2@gmail.com<\/a>, <a href=\"mailto:veliraananda@gmail.com\">veliraananda@gmail.com<\/a>, <a href=\"mailto:mahaswaraaa@gmail.com\">mahaswaraaa@gmail.com<\/a>, <a href=\"mailto:vikidavianus@gmail.com\">vikidavianus@gmail.com<\/a><\/p>\n<p><strong><em>Abstract<\/em><\/strong><br \/>\n<em>The community service program titled \u201cTransformation of Digital Marketing for Kacang Pedas Manis and Kacang Bawang ASIFHA\u201d was initiated by students of KKN Reguler 4, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Sub Group 6. This program aimed to enhance the digital capabilities of the ASIFHA MSME located in Dusun Sumber Sono, Sumber Kembar Village, Pacet Sub-district, Mojokerto Regency. Despite offering high-quality products, the MSME managed by Mrs. Wati lacked adequate digital marketing strategies. Through a participatory approach focusing on assistance and empowerment, the program consisted of six main activities: digital promotion through social media, digital skills training, visual identity improvement, digitalization of payment systems and product catalogs, assistance in production and distribution, and raising awareness on branding and online promotion. The outcomes showed a positive response from the partner, including increased interest in learning digital tools, active participation in training, and a shift in mindset regarding the importance of digital marketing. This program demonstrated that integrating technology into MSME operations can significantly enhance market reach and strengthen the competitiveness of local products.<\/em><\/p>\n<p><strong><em>Keywords : <\/em><\/strong><em>KKN, MSME, digital marketing, social media, empowerment.<\/em><\/p>\n<p><strong>Abstrak<\/strong><br \/>\nProgram pengabdian masyarakat bertajuk <em>\u201cTransformation of Digital Marketing Kacang Pedas Manis dan Kacang Bawang ASIFHA\u201d<\/em> yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Reguler 4 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Sub Kelompok 6 bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital UMKM ASIFHA di Dusun Sumber Sono, Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. UMKM yang dikelola oleh Ibu Wati ini memiliki kualitas produk yang unggul, namun belum ditunjang oleh strategi pemasaran digital yang optimal. Melalui pendekatan pendampingan dan pemberdayaan, program ini mencakup enam kegiatan utama: digitalisasi promosi melalui media sosial, pelatihan keterampilan digital, peningkatan identitas visual produk, digitalisasi sistem pembayaran dan katalog produk, pendampingan produksi dan distribusi, serta peningkatan kesadaran akan branding dan promosi digital. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari mitra, terutama dalam hal adopsi teknologi digital, antusiasme dalam proses pelatihan, dan perubahan pola pikir terhadap pentingnya digital marketing. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi dalam pengelolaan UMKM mampu memberikan dampak nyata dalam memperluas jangkauan pasar dan memperkuat daya saing produk lokal.<\/p>\n<p><strong>Kata Kunci :<\/strong> KKN, UMKM, digital marketing, media sosial, pemberdayaan.<\/p>\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><br \/>\nUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional (Aprieni et al., 2024). Namun, banyak UMKM yang belum mampu mengoptimalkan potensi digitalisasi untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai jual produk. Keterbatasan akses informasi, kurangnya pengetahuan teknologi, serta minimnya sumber daya manusia menjadi beberapa hambatan utama.<\/p>\n<p>Di era digital seperti saat ini, kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi kunci penting bagi keberlangsungan dan pertumbuhan UMKM. Salah satu bentuk adaptasi yang efektif adalah melalui pemasaran digital (<em>digital marketing<\/em>), yang mencakup pemanfaatan media sosial, <em>platform e-commerce<\/em>, konten kreatif, hingga metode pembayaran digital. Strategi ini terbukti lebih hemat biaya, mampu menjangkau pasar yang lebih luas hingga lintas daerah dan negara, serta memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional. Penghematan biaya terasa signifikan melalui digitalisasi UMKM, terutama dalam hal pengurangan kebutuhan tenaga kerja dan biaya promosi. <em>Efisiensi akan terasa dengan pemanfaatan kewirausahaan digital, baik efisiensi tenaga kerja, efisiensi sewa tempat, efisiensi produksi, efisiensi biaya promosi <\/em><em>(Anindita Trinura Novitasari, 2021).<\/em><\/p>\n<p>Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. Melalui program KKN Reguler 4 UNTAG Surabaya, Subkelompok 6 berkesempatan untuk terjun langsung ke lapangan dan mengabdi di Dusun Sumber Sono, Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Salah satu mitra pengabdian kami adalah UMKM \u201cKacang Pedas Manis dan Kacang Bawang ASIFHA\u201d yang dikelola oleh Ibu Wati, seorang pelaku usaha lokal yang memproduksi cemilan khas lokal.<\/p>\n<p>UMKM Kacang Pedas Manis dan Kacang Bawang ASIFHA telah berjalan secara tradisional dan memiliki cita rasa produk yang disukai masyarakat sekitar. Namun, UMKM ini belum memanfaatkan media sosial dan teknologi digital lainnya untuk mengembangkan usaha. Oleh karena itu, kami hadir dengan program kerja <em>&#8220;Transformation of Digital Marketing Kacang Pedas Manis dan Kacang Bawang ASIFHA&#8221;<\/em> untuk memberikan pendampingan secara langsung dan berkelanjutan dalam hal digitalisasi promosi dan <em>branding<\/em> usaha.<\/p>\n<p>Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, kami berupaya agar UMKM mitra mampu mengelola akun media sosial secara mandiri, memproduksi konten promosi sederhana, serta memanfaatkan alat bantu digital seperti Canva, CapCut, QRIS, dan katalog produk online. Melalui <em>creative digital marketing<\/em> sebagai media promosi produk UMKM, jangkauan pemasaran lebih luas, sehingga berpotensi dalam mengembangkan usaha (Awa &amp; Hutomo, 2025). Tujuan akhirnya adalah menjadikan UMKM Kacang Pedas Manis dan Kacang Bawang ASIFHA lebih adaptif, kompetitif, dan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat, tidak hanya di sekitar Desa Sumber Kembar, tetapi juga di luar daerah melalui <em>platform digital<\/em>.<\/p>\n<p><strong>METODE<\/strong><br \/>\nMetode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif, di mana mahasiswa KKN terlibat langsung dalam setiap tahapan bersama mitra UMKM \u201cKacang Pedas Manis dan Kacang Bawang ASIFHA\u201d. Kegiatan dilaksanakan selama 12 hari, yaitu pada 13\u201324 Juli 2025 di Dusun Sumber Sono, Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.<\/p>\n<p>Tahapan dimulai dengan observasi dan wawancara untuk mengetahui kebutuhan dan kendala mitra dalam hal pemasaran. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim menyusun program kerja bertema <em>\u201cTransformation of Digital Marketing Kacang Pedas Manis dan Kacang Bawang ASIFHA\u201d<\/em> yang mencakup:<\/p>\n<ul>\n<li>Pembuatan akun media sosial (Instagram &amp; TikTok)<\/li>\n<li>Produksi konten video dan foto produk<\/li>\n<li>Pelatihan pengelolaan media sosial, desain Canva, dan editing CapCut<\/li>\n<li>Pembuatan QRIS dan katalog produk digital<\/li>\n<li>Desain ulang banner dan pembuatan logo baru<\/li>\n<li>Pendampingan produksi dan distribusi produk ke warung lokal<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selama pelaksanaan, dilakukan evaluasi harian bersama mitra untuk memastikan program berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>HASIL DAN PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p>Program pengabdian masyarakat yang diusung oleh mahasiswa KKN Reguler 4 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Sub Kelompok 6 bertajuk <em>\u201cTransformation of Digital Marketing Kacang Pedas Manis dan Kacang Bawang ASIFHA\u201d<\/em> bertujuan menjawab tantangan nyata yang dihadapi oleh UMKM ASIFHA di Dusun Sumber Sono, Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. UMKM yang dikelola oleh Ibu Wati ini memiliki potensi besar dari segi kualitas rasa dan keterampilan produksi, namun belum didukung oleh promosi digital yang memadai.<\/p>\n<p>Di era sekarang ini, para pelaku UMKM hendaknya bisa memanfaatkan media digital sebagai salah satu upaya pemasaran produknya sehingga konsumen lebih mengenal produk yang dihasilkan oleh UMKM tersebut (Jannatin et al., 2020). Keuntungan pemasaran digital telah dialami oleh banyak pemilik bisnis, baik dalam bisnis pemasaran digital kecil maupun dalam bisnis besar (Robby Aditya &amp; R Yuniardi Rusdianto, 2023). Hal ini membuktikan bahwa <em>digital marketing<\/em> mampu menjadi solusi efektif dalam menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan interaksi langsung dengan konsumen, serta memperkuat <em>brand awareness<\/em> melalui berbagai <em>platform online<\/em> seperti Instagram, TikTok, maupun <em>marketplace digital<\/em>.<\/p>\n<p>Melalui program ini, mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan berbasis pendampingan dan pemberdayaan, dengan target utama adalah peningkatan kapasitas digital, perluasan pasar, serta penguatan identitas usaha. Berikut merupakan penjabaran terperinci mengenai kegiatan:<\/p>\n<p><strong>1. Digitalisasi Promosi Melalui Media Sosial<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu kendala utama UMKM ASIFHA adalah belum adanya <em>platform<\/em> promosi berbasis digital. Produk hanya dipasarkan melalui <em>word of mouth<\/em> dan warung-warung terdekat. Untuk menjawab kebutuhan ini, tim KKN R4 Sub Kelompok 6 membuatkan akun Instagram (@asifha_kuliner) dan pendaftaran TikTok seller center (@asifhakuliner).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-19891\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Capture-11.jpg\" alt=\"\" width=\"794\" height=\"639\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Capture-11.jpg 794w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Capture-11-300x241.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Capture-11-768x618.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Capture-11-750x604.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 794px) 100vw, 794px\" \/><\/p>\n<p>Konten yang diproduksi selama kegiatan KKN meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Video proses produksi atau pembuatan produk.<\/li>\n<li>Foto-foto produk dalam kemasan lengkap dengan harga dan deskripsi singkat.<\/li>\n<li>Video pendek promosi produk.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pembuatan konten dilakukan dengan mempertimbangkan estetika visual, <em>lighting<\/em> alami, dan narasi sederhana yang mudah dipahami audiens.<\/p>\n<p><strong>2. Pelatihan Keterampilan Digital bagi Mitra<\/strong><\/p>\n<p>Mahasiswa menyusun modul pelatihan sederhana yang dibagi menjadi dua topik utama: desain grafis menggunakan Canva dan editing video menggunakan CapCut. Pelatihan dilakukan secara langsung kepada Ibu Wati dan karyawannya yang turut membantu usaha.<\/p>\n<p>Materi yang diajarkan meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Membuat desain seperti poster \u201cDiskon Spesial\u201d, pengumuman menu baru, atau harga <em>bundling<\/em>.<\/li>\n<li>Mendesain <em>feeds<\/em> Instagram dengan <em>layout<\/em> rapi dan warna yang konsisten.<\/li>\n<li>Menggunakan template Canva agar video bisa dibuat lebih cepat dan tetap menarik.<\/li>\n<li>Cara mengatur jadwal unggahan, membuat caption singkat yang menarik, dan menambahkan tagar lokal.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Respon dari mitra terhadap program ini sangat positif. Ibu Wati, selaku pemilik UMKM ASIFHA, yang awalnya merasa kurang memahami teknologi atau mengaku \u201cgaptek\u201d, mulai menunjukkan antusiasme untuk belajar. Ia mulai mencoba membuka dan menggunakan aplikasi Canva melalui ponsel pribadinya untuk membuat desain sederhana. Selain itu, para karyawannya juga mulai memahami pentingnya visual branding dalam pemasaran produk, serta menunjukkan perkembangan dalam mengelola media sosial bisnis. Semangat belajar yang ditunjukkan oleh mitra menjadi indikator bahwa kegiatan pendampingan ini memberikan dampak nyata dan mendorong perubahan positif dalam pengelolaan usaha secara digital.<\/p>\n<p><strong>4. Peningkatan Identitas Visual Produk<\/strong><\/p>\n<p>Identitas visual atau branding merupakan faktor penting dalam pemasaran modern. Sebelum KKN, produk ASIFHA tidak memiliki logo tetap, untuk memperbaiki citra produk, tim merancang:<\/p>\n<ul>\n<li>Logo resmi UMKM ASIFHA dengan elemen khas seperti ilustrasi kacang menggambarkan rasa pedas dan gurih.<\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_19892\" aria-describedby=\"caption-attachment-19892\" style=\"width: 355px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-19892\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-17.jpg\" alt=\"\" width=\"355\" height=\"355\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-17.jpg 355w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-17-300x300.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-17-150x150.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-17-75x75.jpg 75w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar1-17-350x350.jpg 350w\" sizes=\"(max-width: 355px) 100vw, 355px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-19892\" class=\"wp-caption-text\">(Gambar 3 : logo UMKM Asifha)<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li>Banner promosi ukuran 100&#215;200 cm yang dipasang di depan rumah produksi, berisi nama usaha, varian produk, QR katalog, kontak WhatsApp, email, No PIRT dan sertifikat halal.<\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_19893\" aria-describedby=\"caption-attachment-19893\" style=\"width: 676px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-19893\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar2-4.png\" alt=\"\" width=\"676\" height=\"338\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar2-4.png 676w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar2-4-300x150.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar2-4-360x180.png 360w\" sizes=\"(max-width: 676px) 100vw, 676px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-19893\" class=\"wp-caption-text\">(Gambar 4 : banner UMKM Asifha)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Logo dan <em>visual<\/em> <em>branding<\/em> ini juga digunakan sebagai elemen utama pada konten media sosial dan katalog digital. Konsumen kini lebih mudah mengenali produk sebagai bagian dari satu merek yang utuh.<\/p>\n<p><strong>5. Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Informasi Produk<\/strong><\/p>\n<p>Menyadari pentingnya transaksi non-tunai di era digital, tim membantu pendaftaran QRIS melalui mitra penyedia layanan keuangan yang legal. Proses dilakukan dengan mempersiapkan dokumen identitas UMKM, nomor rekening, dan nomor telepon aktif.<\/p>\n<p>Manfaat QRIS:<\/p>\n<ul>\n<li>Pembeli dapat melakukan pembayaran <em>cashless<\/em> menggunakan aplikasi e-wallet seperti GoPay, OVO, atau Dana.<\/li>\n<li>Transaksi menjadi lebih cepat dan tercatat dengan rapi.<\/li>\n<li>Menarik segmen konsumen generasi muda yang terbiasa dengan transaksi digital.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain itu, mahasiswa membuat katalog produk digital yang kemudian dikonversi menjadi QR Code. Katalog ini berisi daftar varian produk (kacang pedas manis, kacang bawang, pastel dan aneka macam kerupuk), ukuran kemasan, harga, dan deskripsi singkat. Kode QR ini dicetak dan ditempel pada banner.<\/p>\n<figure id=\"attachment_19894\" aria-describedby=\"caption-attachment-19894\" style=\"width: 307px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-19894\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar3-2.jpg\" alt=\"\" width=\"307\" height=\"307\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar3-2.jpg 307w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar3-2-300x300.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar3-2-150x150.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar3-2-75x75.jpg 75w\" sizes=\"(max-width: 307px) 100vw, 307px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-19894\" class=\"wp-caption-text\">(Gambar 5 : QR katalog produk)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>5. Pendampingan Produksi dan Penjualan<\/strong><\/p>\n<p>Tim mahasiswa tidak hanya fokus pada kegiatan berbasis digital, tetapi juga turun langsung membantu proses produksi harian. Beberapa bentuk bantuan yang diberikan meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Membantu proses penggorengan sambil menjaga kebersihan dan konsistensi rasa.<\/li>\n<li>Menimbang dan mengemas produk, memastikan setiap bungkus sesuai takaran yang disepakati.<\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_19895\" aria-describedby=\"caption-attachment-19895\" style=\"width: 414px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-19895\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar4-1.jpg\" alt=\"\" width=\"414\" height=\"488\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar4-1.jpg 414w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar4-1-255x300.jpg 255w\" sizes=\"(max-width: 414px) 100vw, 414px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-19895\" class=\"wp-caption-text\">(Gambar 6 : Membantu proses produksi dan pengemasan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selain itu, tim membantu memasarkan produk ke beberapa warung lokal di sekitar Desa Sumber Kembar. Strategi yang digunakan adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Pendekatan persuasif kepada pemilik warung dengan menawarkan produk konsinyasi (bayar setelah terjual).<\/li>\n<li>Menyediakan katalog cetak dan nomor kontak pemesanan.<\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_19896\" aria-describedby=\"caption-attachment-19896\" style=\"width: 558px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-19896\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar5-1.jpg\" alt=\"\" width=\"558\" height=\"440\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar5-1.jpg 558w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar5-1-300x237.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 558px) 100vw, 558px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-19896\" class=\"wp-caption-text\">(Gambar 7 : Memasarkan produk ke warung lokal)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>6. Peningkatan Kesadaran Branding dan Promosi Digital<\/strong><\/p>\n<p>Di awal kegiatan, Ibu Wati belum terlalu memahami pentingnya promosi secara online. Namun, seiring berjalannya waktu dan keterlibatan langsung dalam proses pelatihan serta produksi konten, terjadi perubahan pola pikir. Kini, Ibu Wati mulai aktif membuka media sosial dan mengamati konten-konten dari UMKM lain sebagai referensi.<\/p>\n<p>Hal ini menunjukkan adanya transfer pengetahuan yang berhasil. Tak hanya sebagai pengguna pasif, mitra mulai menunjukkan inisiatif untuk mencoba membuat konten sendiri dan merespon komentar dari calon pembeli. Hal ini menjadi indikator awal keberhasilan program dalam mengubah pola kerja UMKM secara bertahap.<\/p>\n<p><strong>KESIMPULAN<\/strong><br \/>\nProgram KKN Reguler 4 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Sub Kelompok 6 dengan tema <em>\u201cTransformation of Digital Marketing Kacang Pedas Manis dan Kacang Bawang ASIFHA\u201d<\/em> berhasil memberikan kontribusi nyata dalam mendukung perkembangan UMKM ASIFHA di Dusun Sumber Sono, Desa Sumber Kembar. Melalui pendekatan berbasis pendampingan dan pemberdayaan, program ini mampu meningkatkan kapasitas digital, memperkuat identitas visual produk, serta memperluas akses pasar secara daring.<\/p>\n<p>Beberapa capaian utama meliputi: pembuatan akun media sosial dan produksi konten promosi, pelatihan keterampilan desain dan editing video, penguatan branding melalui logo dan banner, digitalisasi sistem pembayaran menggunakan QRIS, serta pembuatan katalog produk dalam bentuk QR Code. Selain itu, keterlibatan langsung dalam produksi dan penjualan turut mempererat hubungan antara tim mahasiswa dan mitra UMKM.<\/p>\n<p>Perubahan pola pikir Ibu Wati sebagai pemilik usaha yang semula kurang familier dengan teknologi menjadi lebih aktif dan terbuka terhadap promosi digital menjadi salah satu indikator keberhasilan program ini. Dengan demikian, kegiatan KKN ini tidak hanya memberi dampak jangka pendek dalam aspek teknis, tetapi juga mendorong perubahan pola kerja UMKM menuju arah yang lebih adaptif dan modern.<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>\nAnindita Trinura Novitasari. (2021). <em>Digital Media Marketing Strategies for MSMEs during the Covid-19 Pandemic<\/em>. https:\/\/doi.org\/10.37010\/fcs.v2i1.348<\/p>\n<p>Aprieni, Farida Ratna Meilantika, Lastriana Sihotang, &amp; Febrina Vidya Rachma S. (2024). UMKM Memiliki Peran Penting Dalam Perekonomian Indonesia. <em>JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN<\/em>, <em>2<\/em>(4), 188\u2013193. https:\/\/doi.org\/10.59024\/jise.v2i4.976<\/p>\n<p>Awa, A., &amp; Hutomo, Y. P. (2025). Pelatihan dan Pendampingan Creative Digital Marketing sebagai Media Promosi Produk UMKM Menggunakan Canva dan CapCut. <em>Educivilia: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat<\/em>, <em>6<\/em>(1), 40\u201360. https:\/\/doi.org\/10.30997\/ejpm.v6i1.16287<\/p>\n<p>Jannatin, R., Wardhana2, M. W., Haryanto, R., Pebriyanto, A., &amp; Banjarmasin, P. N. (2020). <em>PENERAPAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN UMKM<\/em>.<\/p>\n<p>Robby Aditya, &amp; R Yuniardi Rusdianto. (2023). Penerapan Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran UMKM. <em>Jurnal Pelayanan Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia<\/em>, <em>2<\/em>(2), 96\u2013102. https:\/\/doi.org\/10.55606\/jppmi.v2i2.386<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Andhika Nur Badri Al-Khumaidi1, Nur Syakbana2, Velira Ananda3, Mahaswara Argani Hari Atmaja4, Reginaldus Piperno Dafiamus5 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya andhikanurbadri789@gmail.com, nursyakbana2@gmail.com, veliraananda@gmail.com, mahaswaraaa@gmail.com, vikidavianus@gmail.com Abstract The community service program titled \u201cTransformation of Digital Marketing for Kacang Pedas Manis and Kacang Bawang ASIFHA\u201d was initiated by students of KKN Reguler 4, Universitas 17 Agustus 1945 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19893,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"hide","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"0","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","number_popup_post":"3","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","override_template":"1","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-19890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19890"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19890\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}