{"id":19884,"date":"2025-07-21T20:41:30","date_gmt":"2025-07-21T12:41:30","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=19884"},"modified":"2025-07-21T20:41:30","modified_gmt":"2025-07-21T12:41:30","slug":"inovasi-kemasan-dan-branding-logo-sebagai-strategi-pemasaran-pada-umkm-nasi-goreng-cak-rids","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/inovasi-kemasan-dan-branding-logo-sebagai-strategi-pemasaran-pada-umkm-nasi-goreng-cak-rids\/19884\/","title":{"rendered":"Inovasi Kemasan dan Branding Logo sebagai Strategi Pemasaran pada UMKM Nasi Goreng Cak Rid&#8217;s"},"content":{"rendered":"<p>Dr. Estik Hari Prastiwi, SE.,\u00a0MM<br \/>\nEmail : <a href=\"mailto:estik@untag-sby.ac.id\"><em>estik@untag-sby.ac.id<\/em><\/a><br \/>\nAmeliyah Putri Natasyah\u00b9, Vania Abigail Putri Andrias\u00b2, Ni Ketut Ayu Puspita Sari\u00b3, Prianova Ardhi Dwi Nugraha\u2074, Haikal Wisnu Saputra\u2075<br \/>\nFakultas Ilmu Sosial dan Politik\u00b9, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik\u00b2, Fakultas Ekonomi dan Bisnis\u00b3, Fakultas Ekonomi dan Bisnis\u2074 , Fakultas Hukum\u2075<\/p>\n<p>Email : <a href=\"mailto:ameliyahputri12maret@gmail.com\"><em>ameliyahputri12maret@gmail.com<\/em><\/a><em>\u00b9, <\/em><a href=\"mailto:vaniaabigailpa@gmail.com\"><em>vaniaabigailpa@gmail.com<\/em><\/a><em>\u00b2, <\/em><a href=\"mailto:niketutayupuspitas@gmail.com\"><em>niketutayupuspitas@gmail.com<\/em><\/a><em>\u00b3, <\/em><a href=\"mailto:prianovaardidwinugraha@gmail.com\"><em>prianovaardidwinugraha@gmail.com<\/em><\/a><em>\u2074, <\/em><a href=\"mailto:haikalwisnu27@gmail.com\"><em>haikalwisnu27@gmail.com<\/em><\/a>\u2075<\/p>\n<p><strong>Abstract<\/strong><br \/>\nThe existence of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia plays an important role in supporting the economic growth of society. As time progresses, MSME actors are required to be more creative and innovative in marketing their products, including building an attractive visual image to attract more customers. The purpose of this community service activity is to increase the market value of UMKM products produced by the people of Ngembeh Village, Mojokerto Regency. One of them is the culinary MSME Nasi Goreng Cak Rid&#8217;s, which has great potential but is still weak in terms of branding. Through the Community Service Program (KKN), the service team provided assistance in the form of redesigning the logo and packaging to be more modern and aligned with the target market. This step marks the beginning of strengthening the business identity as well as a more effective marketing strategy.<\/p>\n<p><strong>Keywords:<\/strong> Packaging Innovation, Logo Branding, Marketing Strategy, MSMEs.<\/p>\n<p><strong>Abstrak<\/strong><br \/>\nKeberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Seiring perkembangan zaman, pelaku UMKM dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memasarkan produknya, termasuk membangun citra visual yang menarik agar mampu menarik pelanggan lebih banyak. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan nilai jual produk UMKM yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Ngembeh, Kab. Mojokerto. Salah satunya adalah UMKM kuliner Nasi Goreng Cak Rid&#8217;s yang memiliki potensi besar, namun masih lemah dalam aspek branding. Berdasarkan observasi, logo dan kemasan produk belum menarik secara visual. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), tim pengabdian memberikan pendampingan berupa perancangan ulang logo dan desain kemasan yang lebih modern dan sesuai target pasar. Langkah ini menjadi awal penguatan identitas usaha sekaligus strategi pemasaran yang lebih efektif.<\/p>\n<p><strong>Kata kunci<\/strong>: Inovasi Kemasan, Branding Logo, Strategi Pemasaran, UMKM.<\/p>\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><br \/>\nKeberadaan UMKM saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh perannya yang signifikan dalam mendukung perekonomian masyarakat. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Kontribusi UMKM dalam memperkuat ekonomi nasional terlihat melalui peningkatan peluang kerja, pengembangan teknologi, pembukaan pasar-pasar baru, serta pencapaian tingkat produksi yang sangat efisien (Irmayanti dkk, 2023). Melansir data dari Kadin Indonesia (2023), Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat besar dalam pertumbuhan perekonomian nasional. UMKM mencakup sekitar 99% dari total unit usaha yang ada di Indonesia. Pada tahun 2023, jumlah pelaku UMKM mencapai sekitar 66 juta. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61%, atau setara dengan Rp9.580 triliun. Selain itu, sektor ini juga menyerap sekitar 117 juta tenaga kerja, yang merupakan 97% dari total angkatan kerja di Indonesia.<\/p>\n<p>Di Kabupaten Mojokerto, tepatnya di Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, terdapat banyak pelaku UMKM yang aktif menjalankan usahanya. Namun, sebagian besar pelaku UMKM di wilayah tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pengelolaan usaha, pemasaran, dan penguatan identitas merek (branding). Salah satu permasalahan yang kerap ditemukan adalah kurangnya perhatian terhadap aspek visual produk, seperti desain logo dan kemasan, yang padahal sangat berpengaruh terhadap daya tarik konsumen saat ini. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan inovasi dalam pengembangan strategi pemasaran yang relevan dengan kebutuhan pasar. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada upaya peningkatan nilai jual produk UMKM melalui perbaikan branding visual, seperti yang dilakukan terhadap UMKM kuliner Nasi Goreng Cak Rid\u2019s di Desa Ngembeh. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat posisi UMKM lokal di pasar yang semakin kompetitif, serta memberikan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi desa.<\/p>\n<p>Pelatihan pengembangan produk kuliner seperti Nasi Goreng Cak Rid\u2019s menjadi salah satu fokus dalam meningkatkan potensi UMKM lokal di Desa Ngembeh. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), tim pengabdian masyarakat memberikan pendampingan dalam bentuk penguatan branding visual, meliputi perancangan ulang logo dan desain kemasan. Logo yang sebelumnya kurang mencerminkan identitas usaha diubah menjadi lebih modern dan mudah dikenali, sedangkan desain kemasan diperbarui agar lebih menarik dan sesuai dengan selera pasar, terutama konsumen muda. Kegiatan ini juga melibatkan diskusi aktif dengan pemilik usaha untuk menghasilkan visual produk yang autentik dan komunikatif. Diharapkan, langkah ini mampu meningkatkan daya tarik pasar sekaligus memperkuat posisi Nasi Goreng Cak Rid\u2019s sebagai produk unggulan desa yang kompetitif.<\/p>\n<p><strong>METODE<\/strong><br \/>\nPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali pemahaman mendalam mengenai fenomena branding UMKM di Desa Ngembeh. Pendekatan ini dipilih karena memberikan keleluasaan bagi peneliti dalam mengeksplorasi perspektif, pengalaman, serta makna yang dimiliki para pelaku UMKM terkait upaya pengembangan branding, mulai dari desain logo, kemasan produk, hingga inovasi rasa. Penelitian dilaksanakan secara langsung di lokasi Dusun Ngembeh, RT 08\/RW 02, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.<\/p>\n<p>Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan dan pendekatan partisipatif, dengan tahapan sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Sosialisasi dan Identifikasi Kebutuhan<br \/>\n<\/strong>Tahap awal dimulai dengan melakukan observasi dan wawancara kepada pemilik UMKM Nasi Goreng Cak Rid\u2019s untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi, khususnya dalam aspek pemasaran visual. Diskusi dilakukan untuk memahami persepsi pelaku usaha terkait logo, kemasan, serta target pasar yang ingin dicapai. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa branding visual belum optimal, sehingga dibutuhkan inovasi agar produk memiliki daya tarik lebih tinggi.<\/li>\n<li><strong> Pengumpulan Data dan Perencanaan Desain<br \/>\n<\/strong>Setelah kebutuhan teridentifikasi, tim pengabdian melakukan pengumpulan data visual dan referensi desain yang relevan dengan karakter produk dan selera pasar. Tim kemudian merancang konsep logo baru dan kemasan produk yang lebih modern, komunikatif, dan sesuai dengan identitas usaha. Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek fungsionalitas, estetika, dan ketersediaan sumber daya lokal untuk kemasan.<\/li>\n<li><strong> Implementasi Desain dan Pendampingan Teknis<br \/>\n<\/strong>Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan kepada pemilik UMKM terkait penggunaan desain baru. Tim menunjukkan proses digitalisasi logo, simulasi penerapan pada kemasan, serta memberikan saran mengenai pilihan bahan kemasan yang lebih menarik namun tetap ekonomis. Logo dan desain kemasan yang telah selesai kemudian diaplikasikan pada produk sebagai contoh awal.<\/li>\n<li><strong> Monitoring dan Evaluasi<br \/>\n<\/strong>Setelah implementasi, dilakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemilik usaha memahami dan dapat memanfaatkan branding baru dalam pemasaran. Monitoring dilakukan untuk menilai respon konsumen terhadap tampilan produk baru dan dampaknya terhadap minat beli. Umpan balik ini menjadi bahan refleksi sekaligus dasar perbaikan dalam pengembangan strategi pemasaran UMKM secara berkelanjutan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>HASIL DAN PEMBAHASAN<\/strong><br \/>\nUMKM kuliner Nasi Goreng Cak Rid\u2019s merupakan usaha kuliner menengah yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pemasaran dan branding visual. Produksi dilakukan secara konvensional dan berskala kecil, sementara strategi promosi masih terbatas, hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut (word of mouth). Kurangnya pemanfaatan media sosial dan teknologi pemasaran digital membuat jangkauan pasar menjadi sempit dan produk sulit bersaing di tengah maraknya usaha serupa.<\/p>\n<p>Salah satu permasalahan utama yang diidentifikasi adalah pada aspek logo dan kemasan produk yang masih sederhana dan belum mencerminkan identitas usaha secara kuat. Hal ini menjadi penting mengingat strategi branding berperan besar dalam memperkenalkan sekaligus membedakan produk dengan kompetitor di pasar. Menurut Prameswari (2018), strategi branding yang efektif dapat meningkatkan nilai jual dan daya tarik produk di mata konsumen, terutama melalui pembuatan logo yang menarik, penciptaan pesan merek yang kuat, soft campaign, dan inovasi kemasan.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), kegiatan ini yang berfokus pada inovasi kemasan dan branding logo sebagai strategi pemasaran telah memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha Nasi Goreng Cak Rid\u2019s. Melalui pendampingan dalam bentuk perancangan ulang logo, pengembangan desain kemasan, serta pengenalan inovasi rasa, pelaku UMKM mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya tampilan visual sebagai bagian dari strategi pemasaran. Kemasan dirancang lebih fungsional dan estetis agar mampu menarik minat konsumen sekaligus memperkuat citra produk. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pemilik usaha, kegiatan ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya identitas visual yang kuat, kemasan yang menarik, serta diferensiasi produk sebagai kunci untuk bersaing di pasar yang lebih luas.<\/p>\n<p><strong>SIMPULAN<\/strong><br \/>\nKegiatan pendampingan UMKM melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, menunjukkan bahwa penguatan branding visual memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan usaha kecil. UMKM kuliner Nasi Goreng Cak Rid\u2019s yang sebelumnya mengalami keterbatasan dalam aspek promosi dan identitas merek kini mulai mengalami peningkatan dalam daya tarik pasar berkat pembaruan logo dan desain kemasan. Melalui pendekatan partisipatif dan pelatihan langsung, pelaku usaha memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya estetika visual dalam strategi pemasaran produk. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa branding bukan sekadar elemen pelengkap, melainkan bagian strategis dalam membangun citra dan kepercayaan konsumen.<\/p>\n<p>Dengan mengedepankan inovasi dalam desain dan kemasan yang relevan dengan selera pasar, khususnya generasi muda, UMKM lokal memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu terus digalakkan di berbagai daerah guna memperkuat kapasitas UMKM sebagai pilar ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>\nAzizah, L. N., Rahmawati, N. S., Komalasari, T., Calesta, V. F., Savitra, T. A., Erlangga, A. D., &#8230; &amp; Ferdiansyah, I. (2025). PENINGKATAN BRANDING UMKM DESA WONOKROMO MELALUI KEMASAN, LOGO, SERTIFIKAT HALAL, DAN INOVASI RASA. <em>WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat<\/em>, <em>4<\/em>(2), 112-118.<\/p>\n<p>Irmayanti, D., Sari, N., &amp; Putra, R. (2023). <em>Peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional<\/em>. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 12(1), 45\u201356.<\/p>\n<p>Kadin Indonesia. (2023). <em>Peran UMKM dalam perekonomian nasional<\/em>.<a href=\"https:\/\/kadin.id\"> https:\/\/kadin.id<\/a><\/p>\n<p>Prameswari, D. (2018). <em>Strategi branding produk UMKM dalam meningkatkan daya saing di era digital<\/em>. Jurnal Komunikasi dan Bisnis, 5(2), 123\u2013135.<\/p>\n<p>Pudjoprastyono, H., Layli, R. M., Wicaksono, T. M. A., &amp; Faajri, M. S. (2023). Pemberdayaan UMKM Rolade Sawi Melalui Peningkatan Branding Digital dan Inovasi Kemasan. <em>Media Pengabdian Kepada Masyarakat (MPKM)<\/em>, <em>2<\/em>(01), 51-56.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. Estik Hari Prastiwi, SE.,\u00a0MM Email : estik@untag-sby.ac.id Ameliyah Putri Natasyah\u00b9, Vania Abigail Putri Andrias\u00b2, Ni Ketut Ayu Puspita Sari\u00b3, Prianova Ardhi Dwi Nugraha\u2074, Haikal Wisnu Saputra\u2075 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik\u00b9, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik\u00b2, Fakultas Ekonomi dan Bisnis\u00b3, Fakultas Ekonomi dan Bisnis\u2074 , Fakultas Hukum\u2075 Email : ameliyahputri12maret@gmail.com\u00b9, vaniaabigailpa@gmail.com\u00b2, niketutayupuspitas@gmail.com\u00b3, prianovaardidwinugraha@gmail.com\u2074, haikalwisnu27@gmail.com\u2075 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":532,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"hide","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"0","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","number_popup_post":"3","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"1","override_template":"1","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-19884","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19884"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19884\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}