{"id":1978,"date":"2023-07-07T17:57:15","date_gmt":"2023-07-07T09:57:15","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=1978"},"modified":"2023-07-07T17:57:15","modified_gmt":"2023-07-07T09:57:15","slug":"artikel-perilaku-konsumen-dasar-dasar-perilaku-kelompok-dengan-memahami-kerja-tim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/artikel-perilaku-konsumen-dasar-dasar-perilaku-kelompok-dengan-memahami-kerja-tim\/1978\/","title":{"rendered":"ARTIKEL PERILAKU KONSUMEN DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK DENGAN MEMAHAMI KERJA TIM"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>\u00a0Disusun oleh:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>KELOMPOK 8<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Vonny<\/strong> <strong>Yuvilia<\/strong><br \/>\n<strong>202110160311667<\/strong><br \/>\n<strong>M Farhan<\/strong><br \/>\n<strong>202110160311693<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Noviana Nurfadillah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>202110160311701<\/strong><br \/>\n<strong>Haichal Billah<\/strong><br \/>\n<strong>202110160311705<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2023<\/strong><br \/>\n<strong>DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK DENGAN MEMAHAMI KERJA TIM<\/strong><br \/>\n<strong>Abstract<\/strong><\/p>\n<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dasar dasar perilaku kelompok dengan memahami kerja tim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar dasar perilaku kelompok dengan memahami kerja tim menjadi hal penting dan utama karena didalamnya terdapat komunikasi mengenai penjabaran suatu kegiatan. Sehingga diharapkan adanya perilaku kelompok yang baik dan sesuai dengan tim.<\/p>\n<p><strong>Kata kunci :<\/strong> Perilaku, Kelompok, Kerja Tim, Komunikasi<\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>\nPerilaku kelompok adalah interaksi dan dinamika antara anggota-anggota dalam suatu kelompok atau tim. Ini mencakup cara anggota berkomunikasi, bekerja sama, berkolaborasi, dan mempengaruhi satu sama lain dalam mencapai tujuan bersama. Perilaku kelompok melibatkan proses sosial, seperti membentuk norma, peran, sikap, kepercayaan, konflik, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan dalam konteks kelompok.<\/p>\n<p>Perilaku kelompok dan kerja tim memiliki keterkaitan erat. Perilaku kelompok yang efektif berkontribusi pada keberhasilan kerja tim, sementara kerja tim yang baik dapat mempengaruhi perilaku individu dalam kelompok. Perilaku kelompok yang baik melibatkan komunikasi yang efektif antara anggota tim. Komunikasi yang terbuka dan jelas memfasilitasi aliran informasi yang baik, berbagi ide, dan koordinasi tugas. Komunikasi yang buruk dapat menghambat kolaborasi dan pengambilan keputusan dalam kerja tim.<\/p>\n<p>Perilaku kelompok yang melibatkan kolaborasi yang aktif dan kerjasama antar anggota tim sangat penting dalam kerja tim yang sukses. Kolaborasi melibatkan berbagi pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya untuk mencapai tujuan bersama. Keberhasilan kerja tim tergantung pada kemampuan anggota tim untuk bekerja bersama secara harmonis. Perilaku kelompok dipengaruhi oleh norma dan peran yang berkembang dalam tim. Norma kelompok adalah aturan tak tertulis yang mengatur perilaku dan ekspektasi anggota tim. Peran kelompok mengacu pada tugas, tanggung jawab, dan kontribusi individu dalam kerja tim. Ketika norma dan peran kelompok diterima dan dipatuhi oleh anggota tim, kerja tim menjadi lebih terorganisir dan efisien.<\/p>\n<p>Perilaku kelompok terkait erat dengan pengambilan keputusan dalam kerja tim. Proses pengambilan keputusan yang baik membutuhkan kontribusi dan partisipasi dari semua anggota tim. Memahami cara mengelola konflik, mencapai konsensus, dan mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda adalah keterampilan yang penting dalam perilaku kelompok yang efektif. Keseluruhan, perilaku kelompok yang baik menciptakan lingkungan kerja tim yang positif, mendukung kolaborasi, dan memfasilitasi pencapaian tujuan bersama. Sebaliknya, kerja tim yang efektif dapat mempengaruhi perilaku individu dalam kelompok, meningkatkan komunikasi, kepercayaan, dan keterlibatan anggota tim.<\/p>\n<p>Adanya perilaku kelompok yang tidak sesuai dengan kerja tim dapat menyebabkan berbagai masalah dalam dinamika tim. Perilaku kelompok yang tidak sesuai dapat menyebabkan konflik dan ketegangan antara anggota tim. Anggota tim mungkin memiliki perbedaan pendapat, pertentangan, atau kebencian satu sama lain, yang mengganggu kolaborasi, komunikasi, dan kerjasama yang efektif. Perilaku kelompok yang tidak sesuai dapat menghambat komunikasi dan koordinasi dalam tim. Anggota tim mungkin tidak berbagi informasi dengan baik, menahan informasi penting, atau tidak bersedia berkomunikasi dengan anggota tim lainnya. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan, duplikasi kerja, atau kesalahan yang dapat mempengaruhi kinerja keseluruhan tim.<\/p>\n<p>Berdasarkan pada permasalahan yang ada tersebut, penting sekali untuk mengetahui dasar-dasar perilaku kelompok yang baik dengan memahami kerja tim.<\/p>\n<p><strong>Pembahasan<\/strong><br \/>\n<strong>Perilaku kelompok<\/strong><br \/>\nKelompok merupakan dua individu atau lebih yang saling berinteraksi dan ketergantungan, yang bergabung bersama untuk mencapai tujuan-tujuan khusus. Kelompok terbagi menjadi dua yaitu kelompok formal dan kelompok informal. Kelompok Formal adalah suatu kelompok rancangan yang ditetapkan dalam struktur organisasi. Sedangkan, kelompok Informal adalah suatu kelompok baik yang tidak terstruktur formal juga tidak ditetapkan organisasi, tampak dalam respon pada kepentingan untuk hubungan sosial.<\/p>\n<p>Kelompok terdiri dari kelompok komando, kelompok tugas pekerjaan, kelompok kepentingan pekerjaan dan kelompok persahabatan. Kelompok Komando adalah kelompok yang terdiri dari individu-individu yang melapor secara langsung kepada manajer. Kelompok Tugas Pekerjaan dilakukan bersama untuk menyelesaikan tugas. Kelompok Kepentingan Pekerjaan dilakukan secara bersama untuk mencapai tujuan khusus dimana tujuan tersebut diperhatikan. Kelompok Persahabatan adalah kelompok yang ditetapkan secara bersama-sama karena mereka memiliki satu atau lebih karakteristik yang sama. Tahapan tahapan perkembangan kelompok diantaranya :<\/p>\n<ol>\n<li>Forming Stage<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tahap pertama dalam perkembangan kelompok, dicirikan dengan banyaknya ketidakpastian.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Storming Stage<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tahap kedua dalam perkembangan kelompok, dicirikan dengan adanya konflik dalam kelompok.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Norming Stage<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tahap ketiga dalam perkembangan kelompok, dicirikan dengan terbentuknya kekohesifan.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Performing Stage<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tahap keempat dalam perkembangan kelompok, ketika kelompok sepenuhnya telah fungsional. Adjourning Stage Tahap terakhir dalam perkembangan kelompok untuk kelompok sementara, dicirikan dengan kesungguhan dalam penyelesaian aktivitas utk mengakhiri kegiatan<\/p>\n<p>Hal hal yang membentuk perilaku dalam kelompok :<\/p>\n<ul>\n<li>Norma<\/li>\n<\/ul>\n<p>Standar perilaku yang bisa diterima dalam kelompok yang digunakan secara bersamasama oleh anggota kelompok. Norma kelompok memberi tekanan dan mempengaruhi perilaku individu. Penyesuaian perilaku seseorang agar selaras dengan norma-norma kelompok Terjadi karena keinginan seseorang untuk diterima oleh kelompok Konformitas merupakan tekanan kelompok pada anggotanya untuk merubah perilaku. Perilaku menyimpang di tempat kerja (Anti Sosial) Perilaku disengaja yang melanggar norma-norma organisasional Individu lebih mungkin melakukan penyimpangan pada saat bekerja secara berkelompok<\/p>\n<ul>\n<li>Status<\/li>\n<\/ul>\n<p>Posisi atau tingkatan yang ditentukan secara sosial diberikan kepada kelompok atau anggota kelompok oleh orang lain.<\/p>\n<ul>\n<li>Ukuran<\/li>\n<\/ul>\n<p>Apakah ukuran dari sebuah kelompok mempengaruhi perilaku kelompok?<\/p>\n<ul>\n<li>Kelompok yang lebih kecil lebih cepat dalam menyelesaikan tugas daripada kelompok yang lebih besar<\/li>\n<li>Individu bekerja lebih baik dalam kelompok yang lebih kecil<\/li>\n<li>Dalam hal pemecahan masalah, kelompok besar memiliki nilai yang lebih baik daripada kelompok kecil<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Komposisi<\/li>\n<\/ul>\n<p>Suatu tingkatan dimana anggota kelompok berbagi atribut demografi bersama seperti : umur, jenis kelamin, ras, tingkat pendidikan, lamanya pengabdian di dalam organisasi<\/p>\n<ul>\n<li>Kekohesifan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tingkatan dimana anggota kelompok tertarik satu sama lain dan termotivasi untuk tetap di dalam kelompok. Untuk meningkatan Kepaduan Kelompok:<\/p>\n<ol>\n<li>Membuat kelompok yang lebih kecil.<\/li>\n<li>Mendorong kesepakatan dengan anggota<\/li>\n<li>Meningkatkan waktu bersama anggota<\/li>\n<li>Meningkatkan status kelompok dan merasakan kesulitan masuk dalam<\/li>\n<li>Mendorong persaingan dengan kelompok<\/li>\n<li>Memberikan penghargaan kepada kelompok dan bukan kepada<\/li>\n<li>Mengisolasi kelompok secara fisik<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Kerja tim<\/strong><br \/>\nKerja tim adalah proses di mana sekelompok individu bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama. Ini melibatkan kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi antara anggota tim untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kerja tim melibatkan pembagian tugas, pengerahan sumber daya, saling melengkapi, dan dukungan antara anggota tim. Dalam kerja tim yang efektif, anggota tim berbagi visi, tujuan, dan tanggung jawab yang jelas. Mereka bekerja bersama-sama, saling mendukung, dan memanfaatkan keahlian dan keterampilan individu untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada yang bisa dicapai secara individu. Kerja tim juga melibatkan komunikasi terbuka, saling menghargai, pemecahan masalah bersama, dan keterlibatan aktif dari semua anggota tim.<\/p>\n<p>Kerja tim yang baik dapat meningkatkan produktivitas, kreativitas, inovasi, dan efisiensi dalam mencapai tujuan. Selain itu, kerja tim yang efektif juga dapat meningkatkan kepuasan kerja anggota tim, memperkuat hubungan antaranggota tim, dan menciptakan lingkungan kerja yang kooperatif dan kolaboratif. Kerja tim yang sesuai dan terstruktur melibatkan pendekatan yang terorganisir dan efisien dalam upaya mencapai tujuan bersama. Tim perlu memiliki tujuan yang jelas dan dipahami bersama. Tujuan ini harus spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batasan waktu (SMART). Tujuan yang jelas memberikan arah dan fokus bagi tim dalam upaya mencapainya.<\/p>\n<p>Setiap anggota tim harus memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas dalam mencapai tujuan tim. Peran ini harus ditetapkan dan dikomunikasikan secara terbuka, sehingga semua anggota tim mengetahui apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana mereka berkontribusi dalam konteks kerja tim. Komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam kerja tim yang terstruktur. Anggota tim harus dapat berkomunikasi secara terbuka, jelas, dan saling mendengarkan. Informasi dan pembaruan harus disampaikan secara tepat waktu dan dengan cara yang sesuai untuk memastikan aliran informasi yang baik di antara anggota tim.<\/p>\n<p>Tim perlu memiliki jadwal pertemuan yang teratur untuk memastikan bahwa anggota tim dapat berinteraksi, berbagi pembaruan, dan membahas kemajuan. Jadwal yang teratur membantu menjaga akuntabilitas dan memastikan bahwa semua anggota tim berada pada halaman yang sama. Tugas-tugas harus dibagi secara adil di antara anggota tim berdasarkan keahlian, minat, dan peran masing-masing. Kolaborasi yang baik diperlukan untuk memastikan anggota tim saling mendukung, saling melengkapi, dan berkontribusi secara efektif dalam mencapai tujuan bersama.<\/p>\n<p>Tim harus memiliki proses yang terstruktur untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Metode seperti analisis SWOT, pemetaan pikiran, atau analisis keputusan dapat digunakan untuk memfasilitasi diskusi yang sistematis dan membantu tim mencapai keputusan yang tepat. Evaluasi berkala dan umpan balik membantu tim untuk mengukur kemajuan, mengidentifikasi permasalahan, dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Evaluasi dapat melibatkan peninjauan kinerja, refleksi tim, atau retrospektif, yang memungkinkan tim untuk belajar dari pengalaman dan mengoptimalkan kinerja mereka.<\/p>\n<p><strong>Keterkaitan antara perilaku kelompok yang baik dengan kerja tim yang ada<\/strong><br \/>\nKesesuaian antara perilaku kelompok yang baik dengan kerja tim yang sesuai dan terstruktur sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal. Perilaku kelompok yang baik, seperti komunikasi yang terbuka, jelas, dan saling mendengarkan, mendukung kerja tim yang terstruktur. Dalam kerja tim yang terstruktur, komunikasi yang efektif memastikan bahwa informasi penting disampaikan dengan tepat waktu, anggota tim memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, dan masalah dapat diatasi secara efisien.<\/p>\n<p>Perilaku kelompok yang baik, seperti kerjasama, saling mendukung, dan berbagi pengetahuan, memfasilitasi kerja tim yang sesuai dan terstruktur. Kolaborasi yang efektif memungkinkan anggota tim untuk saling melengkapi, membagikan ide, dan bekerja bersama-sama dalam memecahkan masalah dan mencapai tujuan tim. Perilaku kelompok yang baik mencakup pemahaman dan penerimaan terhadap peran dan tanggung jawab masing-masing anggota tim. Dalam kerja tim yang sesuai dan terstruktur, pengaturan peran dan tanggung jawab yang jelas memungkinkan anggota tim untuk bekerja dengan efisiensi, menghindari tumpang tindih, dan mengoptimalkan kontribusi mereka.<\/p>\n<p>Perilaku kelompok yang baik, seperti pemecahan masalah secara kolaboratif dan pengambilan keputusan berdasarkan konsensus, mendukung kerja tim yang sesuai dan terstruktur. Dalam kerja tim yang terstruktur, anggota tim bekerja bersama-sama untuk mengidentifikasi masalah, mengevaluasi opsi, dan mencapai keputusan yang terbaik untuk mencapai tujuan tim. Perilaku kelompok yang baik mencakup evaluasi diri dan penerimaan umpan balik untuk perbaikan. Dalam kerja tim yang sesuai dan terstruktur, evaluasi dan umpan balik menjadi instrumen penting untuk mengukur kemajuan tim, mengidentifikasi area perbaikan, dan mengimplementasikan tindakan yang diperlukan.<\/p>\n<p>Perilaku kelompok yang baik, seperti membangun kepercayaan dan memberikan penghargaan, sangat relevan dengan kerja tim yang sesuai dan terstruktur. Kepercayaan yang kuat antara anggota tim memperkuat kolaborasi, komunikasi, dan kinerja tim secara keseluruhan. Selain itu, penghargaan dan pengakuan atas kontribusi anggota tim memberikan motivasi dan meningkatkan keterikatan mereka terhadap tim.<\/p>\n<p><strong>Dampak yang terjadi jika perilaku kelompok dalam suatu kerja tim tidak maksimal<\/strong><br \/>\nJika perilaku kelompok dalam suatu kerja tim tidak maksimal, dapat terjadi sejumlah dampak negatif yang dapat menghambat kinerja dan pencapaian tujuan tim. Jika anggota tim tidak berkolaborasi secara efektif atau tidak berkoordinasi dengan baik, dapat terjadi tumpang tindih dalam tugas dan tanggung jawab. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan, konflik, atau bahkan kesalahan dalam pelaksanaan tugas, sehingga menghambat kemajuan tim.<\/p>\n<p>Jika anggota tim tidak berkomunikasi dengan baik atau terjadi kesalahan dalam komunikasi, informasi penting dapat terlewatkan atau disalahpahami. Hal ini dapat menyebabkan kekurangpahaman, ketidakjelasan, dan kesalahan dalam pelaksanaan tugas, serta menimbulkan konflik dan ketegangan di antara anggota tim. Jika anggota tim tidak mempercayai satu sama lain atau tidak bekerja secara solid, akan sulit untuk membangun kerja tim yang efektif. Kurangnya kepercayaan dapat menghambat kolaborasi, pembagian tugas, dan pengambilan keputusan bersama. Selain itu, kerja tim yang tidak solid dapat menurunkan semangat dan motivasi anggota tim.<\/p>\n<p>Jika terjadi perilaku kelompok yang tidak sesuai atau konflik antara anggota tim, hal ini dapat mengganggu hubungan antar anggota tim dan menciptakan suasana kerja yang tidak nyaman. Konflik yang tidak diselesaikan dengan baik dapat menghambat komunikasi, kolaborasi, dan kinerja tim secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Jika perilaku kelompok dalam kerja tim tidak maksimal, kinerja dan produktivitas tim dapat menurun. Kurangnya koordinasi, komunikasi yang buruk, kurangnya kolaborasi, dan ketidakpercayaan dapat menghambat pencapaian tujuan tim, memperlambat kemajuan, dan menunda penyelesaian tugas. Jika anggota tim tidak bekerja secara kolaboratif atau tidak mendukung ide-ide baru, tim mungkin kehilangan peluang untuk inovasi dan kreativitas. Kurangnya partisipasi dan pembagian gagasan dapat menghambat pengembangan solusi yang inovatif dan mencegah tim mencapai hasil yang optimal.<\/p>\n<p>Perilaku kelompok yang tidak maksimal dapat menciptakan iklim kerja yang negatif. Ketegangan, konflik, dan kurangnya kepercayaan dapat menciptakan suasana kerja yang tidak menyenangkan dan mempengaruhi motivasi dan kepuasan anggota tim. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, penting bagi anggota tim dan pemimpin tim untuk memperhatikan dan mengelola perilaku kelompok. Meningkatkan komunikasi, kolaborasi, kepercayaan, dan keterlibatan anggota tim serta mengatasi konflik dengan baik dapat membantu memperbaiki kinerja dan mencapai tujuan tim secara lebih efektif.<\/p>\n<p><strong>Penutup<\/strong><br \/>\n<strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Perilaku kelompok melibatkan proses sosial, seperti membentuk norma, peran, sikap, kepercayaan, konflik, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan dalam konteks kelompok. Perilaku kelompok dan kerja tim memiliki keterkaitan erat. Perilaku kelompok yang efektif berkontribusi pada keberhasilan kerja tim, sementara kerja tim yang baik dapat mempengaruhi perilaku individu dalam kelompok. Adanya perilaku kelompok yang tidak sesuai dengan kerja tim dapat menyebabkan berbagai masalah dalam dinamika tim. Perilaku kelompok yang tidak sesuai dapat menyebabkan konflik dan ketegangan antara anggota tim. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan, duplikasi kerja, atau kesalahan yang dapat mempengaruhi kinerja keseluruhan tim.<\/p>\n<p><strong>Saran<\/strong><br \/>\nSaran untuk perilaku kelompok dalam proses kerja tim adalah berkomunikasilah secara terbuka dengan anggota tim lainnya. Dengarkan dengan seksama dan sampaikan pendapat, ide, dan masalah dengan jelas. Jangan ragu untuk bertanya jika ada yang tidak dipahami. Komunikasi yang aktif membantu membangun pemahaman yang kuat dan mencegah miskomunikasi.<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><br \/>\nAbidin, J., &amp; Suryani, Y. (2020). Kajian Perilaku Kelompok dalam Organisasi.<\/p>\n<p><em>Jurnal Literasi Pendidikan Nusantara Volume 1 Nomor 2 <\/em>, 97-110.<\/p>\n<p>Arsyadana, A. (2019). Dasar-Dasar Perilaku Kelompok dan Memahami Tim Kerja dalam Lembaga Pendidikan Islam. <em>Prosiding Nasional Volume 2 <\/em>, 213-232.<\/p>\n<p>Rosmaniah1, S. M., Yuniarsih, T., &amp; Sojanah, J. (2022). Perilaku Kelompok Dan Organisasi Studi Kasus Di Unit Pelaksana Teknis Islamic Tutorial Center Universitas Pendidikan Indonesia. <em>Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran Volume 7 Nomor 2 <\/em>, 251-272.<\/p>\n<p>Telkom University. (2020). Perilaku Organisasi (Organizational Behavior).<\/p>\n<p><em>Presentation Power Point<\/em>, 1-30.<\/p>\n<p>Yudiarso, A. W. (2022). Perilaku Kelompok Dan Memahami Tim Kerja Dalam Lembaga Pendidikan Islam Agus. <em>Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Volume 10<\/em>, 85-94.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Disusun oleh: KELOMPOK 8 Vonny Yuvilia 202110160311667 M Farhan 202110160311693 Noviana Nurfadillah 202110160311701 Haichal Billah 202110160311705 PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2023 DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK DENGAN MEMAHAMI KERJA TIM Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dasar dasar perilaku kelompok dengan memahami kerja tim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1979,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-1978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-makalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1978"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1978\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}