{"id":1969,"date":"2023-07-07T16:27:44","date_gmt":"2023-07-07T08:27:44","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=1969"},"modified":"2023-07-07T16:27:44","modified_gmt":"2023-07-07T08:27:44","slug":"pemberian-pelatihan-tanaman-hidroponik-di-desa-rejosari-oleh-mahasiswa-kkn-r-23-untag-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pemberian-pelatihan-tanaman-hidroponik-di-desa-rejosari-oleh-mahasiswa-kkn-r-23-untag-surabaya\/1969\/","title":{"rendered":"Pemberian Pelatihan Tanaman Hidroponik Di Desa Rejosari Oleh Mahasiswa KKN R-23 Untag Surabaya"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Mojokerto,7 Juli 2023-Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) R-23 UNTAG Surabaya berinisiatif memberikan pelatihan tentang tanaman hidroponik kepada karang taruna Desa Rejosari. Langkah ini diambil sebagai solusi inovatif dalam mengatasi keterbatasan lahan pertanian di wilayah tersebut. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang terbatas dengan cara yang efisien dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Tanaman hidroponik adalah metode bertanam tanpa menggunakan tanah. Tanaman tumbuh dalam larutan nutrisi yang terkendali, memanfaatkan air sebagai media utama. Keuntungan utama dari teknik ini adalah bahwa tanaman dapat tumbuh dengan lebih efisien dan produktif dalam ruang yang lebih kecil daripada metode pertanian konvensional. Oleh karena itu, tanaman hidroponik menjadi alternatif yang menarik untuk mengatasi keterbatasan lahan di desa seperti Rejosari.<\/p>\n<p>Dalam pelatihan yang berlangsung dari tanggal 3 sampai 14 juli para mahasiswa secara intensif memberikan pelatihan tanaman hidroponik kepada masyarakat Desa Rejosari. Pelatihan yang diberikan oleh KKN R-23 ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada petani lokal agar mereka dapat mengadopsi metode hidroponik dalam usaha pertanian mereka. Dalam pelatihan tersebut, para karang taruna diajarkan mengenai prinsip-prinsip dasar tanaman hidroponik, seperti penggunaan larutan nutrisi, teknik pengaturan pH, serta manajemen air. Mahasiswa KKN R-23 juga memberikan pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman yang cocok untuk ditanam secara hidroponik, serta teknik perawatan. Selain itu, pelatihan ini juga mencakup aspek-aspek ekonomi dan keberlanjutan. Para peserta diajarkan tentang peluang pasar untuk produk-produk hidroponik dan bagaimana membangun bisnis yang berkelanjutan dari tanaman hidroponik. Tujuan pelatihan ini adalah untuk membantu meningkatkan pendapatan dan mempromosikan kemandirian pangan di desa Rejosari.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/hasil.webp\" alt=\"\" width=\"389\" height=\"259\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1971\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/hasil.webp 389w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/hasil-300x200.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/hasil-150x100.webp 150w\" sizes=\"(max-width: 389px) 100vw, 389px\" \/><\/p>\n<p>Hasil dari pelatihan ini sangat positif. Para petani di Desa Rejosari antusias dalam mengadopsi teknik hidroponik dan mengaplikasikannya di lahan-lahan terbatas mereka. Dengan memanfaatkan ruang vertikal dan sistem rak, mereka dapat menanam lebih banyak tanaman dalam jumlah yang lebih sedikit lahan.Selain manfaat langsung dalam memperoleh hasil panen yang lebih baik, metode hidroponik juga memiliki keuntungan lingkungan yang signifikan seperti penggunaan air yang lebih efisien dan pengurangan penggunaan pestisida Hal ini sejalan dengan upaya global untuk mencapai pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Mahasiswa KKN R-23 percaya bahwa melalui inovasi pertanian seperti tanaman hidroponik, desa-desa seperti Rejosari dapat menjadi contoh bagi komunitas lain dalam mengatasi keterbatasan lahan dan mencapai kemandirian pangan. Dukungan dan investasi lebih lanjut dalam pelatihan semacam ini akan membantu menciptakan masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan bagi desa-desa di seluruh Indonesia<\/p>\n<p>Penulis &amp; peserta KKN : <strong>Emi Aulia Sari<\/strong><br \/>\nNama Universitas : <strong>Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya<\/strong><br \/>\nKelompok KKN : <strong>R23<\/strong><br \/>\nDosen Pembimbing Lapangan : <strong>Afrigh Fajar Rosyidiin,S.ST.,M.T.<\/strong><br \/>\nTema : <strong>Pemberian Pelatihan Tanaman Hidroponik di Desa<\/strong><br \/>\n<strong>Rejosari Sebagai Solusi Keterbatasan Lahan<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Mojokerto,7 Juli 2023-Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) R-23 UNTAG Surabaya berinisiatif memberikan pelatihan tentang tanaman hidroponik kepada karang taruna Desa Rejosari. Langkah ini diambil sebagai solusi inovatif dalam mengatasi keterbatasan lahan pertanian di wilayah tersebut. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang terbatas dengan cara yang efisien dan ramah lingkungan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1970,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[49,50,46,45,48,47],"class_list":["post-1969","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter","tag-ecocampus","tag-kampuskompeten","tag-kitauntagsurabaya","tag-untagsurabaya","tag-untagsurabayakeren","tag-untukindonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1969"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1969\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1970"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}