{"id":19157,"date":"2025-06-17T17:02:24","date_gmt":"2025-06-17T09:02:24","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=19157"},"modified":"2025-06-17T17:02:24","modified_gmt":"2025-06-17T09:02:24","slug":"mbkm-untag-surabaya-gandeng-smpn-41-surabaya-untuk-pembukaan-kelas-konten-kreatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mbkm-untag-surabaya-gandeng-smpn-41-surabaya-untuk-pembukaan-kelas-konten-kreatif\/19157\/","title":{"rendered":"MBKM Untag Surabaya Gandeng SMPN 41 Surabaya Untuk Pembukaan Kelas Konten Kreatif"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Gambar1-24.jpg\" alt=\"\" width=\"285\" height=\"157\" class=\"aligncenter size-full wp-image-19159\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong><em>Surabaya, 3 Juni 2025 &#8211; <\/em>Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) resmi menjalin kerja sama dengan SMPN 41 Surabaya dalam pembukaan <em>Kelas Konten Kreatif <\/em>sebagai salah satu strategi untuk melatih mahasiswanya mendapatkan pengalaman kerja nyata dengan keterampilan, hard skill dan soft skill sebagai guru<em>. <\/em>Program ini memiliki tujuan untuk membekali siswa sekolah menengah pertama dengan keterampilan dasar di bidang kreatif, khususnya produksi konten media sosial. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dengan adanya kolaborasi antara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan SMPN 41 Surabaya memberi kesempatan kepada mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi untuk menunjukan kemampuannya yang sudah diasah selama perkuliahan untuk dilimpahkan kepada peserta didik sebagai keterampilan dasar.<\/p>\n<p>Dengan kesempatan ini Rizka Lailatul Fitria, Rakha Aditya Putra dan Selo Wibowo Eka Putra mahasiswa Progam Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berkesempatan melaksanakan program magang MBKM di SMPN 41 Surabaya untuk merasakan dunia kerja pendidikan sebagai guru atau mentor. Kelas ini dijalankan dengan metode <em>project &#8211; based learning<\/em>, dimana mahasiswa MBKM akan membimbing langsung peserta siswa dalam setiap sesi pelatihan. Selama pelatihan berlangsung para peserta didik akan diajak untuk mengenal dunia konten digital. Tidak hanya sekedar belajar membuat video, peserta didik diajak untuk memahami pesan, tujuan, serta dampak karya yang dihasilkan. Kelas ini menjadi cerminan bahwa pendidikan yang kolaboratif dan kontekstual mampu membuka ruang baru bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri dan bakat mereka dengan cara yang positif dan bermakna.<\/p>\n<p>Staff Humas SMPN 41 Surabaya, <strong>Yudi<\/strong> <strong>Hermawanto S. Pd<\/strong> menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program ini. menurutnya, kegiatan ini sangat relavan dengan kebutuhan pembelajaran abad ini yang menekankan pada penguasaan teknologi informasi dan komunikasi serta kemampuan berpikir kreatif.<\/p>\n<p>\u201cKami merasa sangat terbantu dengan adanya mahasiswa Untag Surabaya. Kegiatan ini memberikan warna baru dalam proses belajar siswa. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengalami langsung bagaimana bekerja dalam tim, menyusun konsep, hingga memproduksi karya digital,\u201d ujar beliau.<\/p>\n<p>Program kelas konten kreatif ini berlangsung dengan jadwal pertemuan mingguan. Materi yang diajarkan meliputi pengenalan konten kreator didunia digital, penulisan naskah, teknik dasar videografi, penggunaan aplikasi editing, storytelling dalam konten hingga strategi publikasi di media sosial. Setiap pertemuan akan dipandu oleh mahasiswa MBKM yang telah mendapatkan pelatihan sebelumnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Gambar2-5.jpg\" alt=\"\" width=\"286\" height=\"159\" class=\"aligncenter size-full wp-image-19158\" \/><\/p>\n<p>Salah satu mahasiswa peserta MBKM, <strong>Rizka Lailatul Fitria, <\/strong>mengatakan bahwa keterlibatan dalam program ini memberikan pengalaman belajar yang luar biasa.<\/p>\n<p>\u201cKami merasa tidak hanya belajar teori dikampus, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan peserta didik. Melatih adik-adik SMP dalam pembuatan konten adalah tanangan sekaligus kebanggaan tersendiri,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan digital siswa, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaboratif, kepedulian sosial, dan sikap kepemimpinan bagi mahasiswa. Selain itu, program ini menjadi langkah strategi dalam memperkuat jejaring antara perguruan tinggi dan sekolah, khususnya dalam pengembangan kurikulum yang adaptif terharap perubahan zaman. Dengan peluncuran program ini, Untag Surabaya dan SMPN 41 Surabaya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas jenjang pendidikan unuk membenetuk generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab di era yang serba digital ini. Kolaborasi antara mahasiswa Ilmu Komunikasi dan pihak sekolah menjadi wadah pembelajaran yang saling menguntungkan. Mahasiswa dapat menerapkan ilmunya secara langsung, sementara sekolah mendapatkan wawasan baru dalam bidang komunikasi.<\/p>\n<p>Salah satu Dosen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, <strong>Moh. Dey Prayogo. S.I.Kom., M.I.Kom <\/strong>mengatakan \u201cSekolah ini merupakan bentuk proses belajar yang sangat produktif untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam dunia praktik, selain itu juga dapat memberikan dampak terhadap pihak mitra atau sekolah untuk mengenal sejauh mana dinamika Ilmu Komunikasi baik itu media sosial ataupun dunia komunikasi lainnya\u201d.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.comSurabaya, 3 Juni 2025 &#8211; Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) resmi menjalin kerja sama dengan SMPN 41 Surabaya dalam pembukaan Kelas Konten Kreatif sebagai salah satu strategi untuk melatih mahasiswanya mendapatkan pengalaman kerja nyata dengan keterampilan, hard skill dan soft skill sebagai guru. Program ini memiliki tujuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19159,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-19157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19157"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19157\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}