{"id":18863,"date":"2025-05-26T19:05:36","date_gmt":"2025-05-26T11:05:36","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=18863"},"modified":"2025-05-27T00:03:25","modified_gmt":"2025-05-26T16:03:25","slug":"manisnya-harapan-dari-kulit-manggis-alternatif-alami-untuk-penderita-diabetes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/manisnya-harapan-dari-kulit-manggis-alternatif-alami-untuk-penderita-diabetes\/18863\/","title":{"rendered":"Manisnya Harapan dari Kulit Manggis: Alternatif Alami untuk Penderita Diabetes"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung, JurnalPost.com, Jumat (25\/4<\/strong>) \u2013 Lima mahasiswa Universitas Lampung (Unila) meneliti potensi kulit manggis (Garcinia mangostana) sebagai alternatif obat alami untuk diabetes melitus (DM). Penelitian ini disusun sebagai bagian dari tugas mata kuliah Praktik Kepenulisan Karya Ilmiah oleh Ngakan Putu Agung Dharma Pratama, Risa Nurul Ramadani, Sepriana Putri Yukari, Nesya Anjalingga, dan Syifa Ananda Lupita, yang merupakan mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unila.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar1-19.jpg\" alt=\"\" width=\"579\" height=\"383\" class=\"aligncenter size-full wp-image-18864\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar1-19.jpg 579w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar1-19-300x198.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 579px) 100vw, 579px\" \/><\/p>\n<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terus meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia. Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme kronis yang ditandai oleh kadar glukosa darah yang tinggi akibat gangguan produksi atau kerja hormon insulin. Terdapat dua jenis utama DM, yaitu DM tipe 1 yang disebabkan oleh kerusakan sel \u03b2-pankreas sehingga tubuh tidak mampu memproduksi insulin, dan DM tipe 2 yang umumnya dipicu oleh resistensi insulin dan sering dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat (Almasdy dkk., 2015).<\/p>\n<p>Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2021 Indonesia menempati urutan kelima dunia dalam jumlah penderita diabetes, dengan estimasi sebanyak 19,47 juta jiwa. Angka ini diprediksi meningkat menjadi 28,57 juta jiwa pada tahun 2045. Peningkatan ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga menambah beban ekonomi dan sosial masyarakat. Ironisnya, sebagian besar penderita diabetes tidak menyadari kondisi mereka hingga komplikasi serius muncul, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan.<\/p>\n<p>Selama ini, terapi utama untuk diabetes melitus mengandalkan obat-obatan sintetik seperti metformin, sulfonilurea, dan insulin. Walaupun efektif, penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, di antaranya gangguan pencernaan, hipoglikemia, serta peningkatan risiko resistensi insulin. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi yang lebih aman, alami, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar2-12.jpg\" alt=\"\" width=\"303\" height=\"182\" class=\"aligncenter size-full wp-image-18865\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar2-12.jpg 303w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar2-12-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 303px) 100vw, 303px\" \/><\/p>\n<p>Kulit manggis merupakan salah satu bahan alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agen antidiabetes. Bagian ini sering kali dibuang sebagai limbah setelah daging buahnya dikonsumsi, padahal mengandung senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat. Kulit manggis diketahui kaya akan senyawa xanton, terutama \u03b1-mangostin, flavonoid, tanin, dan senyawa fenolik lainnya (Septiana dkk., 2023). Senyawa-senyawa ini telah diteliti memiliki aktivitas biologis yang luas, termasuk sebagai antioksidan, antiperadangan, dan antidiabetes. Dalam konteks diabetes melitus, \u03b1-mangostin diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh, menghambat aktivitas enzim \u03b1-glukosidase yang berperan dalam pemecahan karbohidrat menjadi glukosa, serta melindungi sel \u03b2-pankreas dari kerusakan akibat stres oksidatif. Mekanisme kerja tersebut menjadikan kulit manggis sebagai kandidat kuat untuk dikembangkan menjadi terapi tambahan dalam pengelolaan diabetes melitus.<\/p>\n<p>Dalam penelitian ini, tim berencana melakukan proses ekstraksi, isolasi, dan identifikasi senyawa aktif dari kulit manggis untuk menguji aktivitas hipoglikemik secara in vitro.<\/p>\n<p>Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan obat herbal antidiabetes yang efektif dan terjangkau bagi masyarakat. Melalui tugas ini, kelima mahasiswa berharap dapat mengasah kemampuan menulis karya ilmiah sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. <\/p>\n<p>Penulis:<br \/>\n1. Nesya Anjalingga<br \/>\n2. \u2060Ngakan Putu Agung Dharma Pratama<br \/>\n3. \u2060Risa Nurul Ramadani<br \/>\n4. \u2060Sepriana Putri Yukari<br \/>\n5. \u2060Syifa Ananda Lupita<\/p>\n<p>asal Kaampus: Universitas Lampung<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><br \/>\nAlmasdy, D., Sari, D. P., Suhatri, S., Darwin, D., &#038; Kurniasih, N. (2015). Evaluasi Penggunaan Obat Antidiabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-2 di Suatu Rumah Sakit Pemerintah Kota Padang \u201cSumatera Barat. Jurnal Sains Farmasi &#038; Klinis, 2(1), 104-110.<br \/>\nSeptiana, U. L., Pramudita, O. P., Retfiliastuti, I., &#038; Sholikhah, L. A. (2023). Analisis Potensi Senyawa Mangostin dalam Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai Agen Antiinflamasi. Jurnal Jendela Inovasi Daerah, 6(2), 72-86.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung, JurnalPost.com, Jumat (25\/4) \u2013 Lima mahasiswa Universitas Lampung (Unila) meneliti potensi kulit manggis (Garcinia mangostana) sebagai alternatif obat alami untuk diabetes melitus (DM). Penelitian ini disusun sebagai bagian dari tugas mata kuliah Praktik Kepenulisan Karya Ilmiah oleh Ngakan Putu Agung Dharma Pratama, Risa Nurul Ramadani, Sepriana Putri Yukari, Nesya Anjalingga, dan Syifa Ananda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18864,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-18863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18863"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18863\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18864"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}