{"id":18728,"date":"2025-05-22T12:37:27","date_gmt":"2025-05-22T04:37:27","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=18728"},"modified":"2025-05-22T12:37:27","modified_gmt":"2025-05-22T04:37:27","slug":"workshop-transformasi-pelayanan-publik-bertajuk-penerapan-etika-komunikasi-untuk-pelayanan-sigap-masyarakat-oleh-dosen-ilmu-komunikasi-upn-jawa-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/workshop-transformasi-pelayanan-publik-bertajuk-penerapan-etika-komunikasi-untuk-pelayanan-sigap-masyarakat-oleh-dosen-ilmu-komunikasi-upn-jawa-timur\/18728\/","title":{"rendered":"Workshop Transformasi Pelayanan Publik bertajuk Penerapan Etika Komunikasi untuk Pelayanan Sigap Masyarakat oleh Dosen Ilmu Komunikasi UPN Jawa Timur"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar-WhatsApp-2025-05-22-pukul-12.28.16_76ca74f9.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" class=\"aligncenter size-full wp-image-18729\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar-WhatsApp-2025-05-22-pukul-12.28.16_76ca74f9.jpg 1280w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar-WhatsApp-2025-05-22-pukul-12.28.16_76ca74f9-300x169.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar-WhatsApp-2025-05-22-pukul-12.28.16_76ca74f9-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar-WhatsApp-2025-05-22-pukul-12.28.16_76ca74f9-768x432.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar-WhatsApp-2025-05-22-pukul-12.28.16_76ca74f9-750x422.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gambar-WhatsApp-2025-05-22-pukul-12.28.16_76ca74f9-1140x641.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Dalam era keterbukaan informasi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan, pelayanan prima menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik. Pelayan publik dituntut tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga memberikan pengalaman layanan yang humanis, responsif, dan solutif. Pelayanan prima bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi standar profesionalitas yang harus dipegang teguh dalam setiap interaksi antara aparatur negara dan masyarakat.<\/p>\n<p>Salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan prima adalah penerapan etika komunikasi. Etika komunikasi menuntut pelayan publik untuk mampu menyampaikan informasi secara jelas, sopan, empatik, serta menghargai martabat setiap individu yang dilayani. Dalam praktiknya, komunikasi yang etis tidak hanya mencerminkan integritas pribadi aparat, tetapi juga memperkuat citra kelembagaan pemerintah sebagai pelayan masyarakat. Pelanggaran terhadap etika komunikasi, sekecil apapun, dapat menciptakan jarak emosional antara institusi dan publik yang dilayaninya.<\/p>\n<p>Komunikasi juga berperan vital dalam menghadirkan pelayanan yang sigap dan siap. Dalam konteks pelayanan publik, sigap berarti mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat, sementara siap berarti adanya kesiapan mental, emosional, dan prosedural dalam menghadapi berbagai dinamika pelayanan. Pelayan publik yang mampu membangun komunikasi efektif akan lebih mudah mengidentifikasi kebutuhan, menjawab keluhan, dan memberikan solusi yang memuaskan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi bukan hanya alat penyampai pesan, tetapi juga jembatan yang menghubungkan pemerintah dan rakyat dalam semangat pelayanan yang inklusif dan profesional.<\/p>\n<p>Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur bekerjasama dengan Polres Malang untuk memberikan Bimbingan Teknis workshop transformasi pelayanan publik bertajuk penerapan etika komunikasi untuk pelayanan sigap masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kepolisian Resor Kab. Malang. Kegiatan dilaksanakan pada Februari 2025 di Gedung Aula Polres Malang.<\/p>\n<p>Dalam sesi ini diisi oleh Dian Hutami Rahmawati, S.I.Kom., M.Med.Kom selaku dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur dan founder Lembaga Pelatihan Komunikasi @temanbitjara. Dalam sesinya, Dian mengatakan bahwa ada beberapa aspek yang harus diperhatikan agar komunikasi berjalan efektif dalam pelayanan public yakni: 1) Pelayanan yang baik dimulai dari penyampaian informasi yang jelas, mudah dipahami, dan tidak berbelit-belit. Hindari istilah teknis yang membingungkan. Gunakan bahasa yang komunikatif dan sesuai dengan karakter masyarakat yang dilayani. 2) Pelayanan publik yang baik mendorong interaksi dua arah. Bukan hanya menyampaikan informasi, tapi juga aktif mendengarkan keluhan, masukan, dan harapan masyarakat dengan penuh perhatian. Ini memperkuat rasa dihargai pada masyarakat. 3) Pelayan publik harus menyadari bahwa mereka melayani masyarakat dari berbagai latar belakang. Maka, penting untuk bersikap inklusif, tidak diskriminatif, dan tidak menghakimi, baik secara verbal maupun nonverbal.<\/p>\n<p>Sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, instansi kepolisian memiliki peran strategis sebagai pelayan publik yang senantiasa berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, polisi dituntut untuk tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjadi figur yang humanis, komunikatif, dan responsif dalam memberikan pelayanan. Pelayanan prima yang dibarengi dengan kesiapsiagaan dan kesigapan dalam merespons kebutuhan masyarakat menjadi wujud nyata dari pengabdian yang profesional dan bermartabat. Dengan membangun budaya komunikasi yang etis dan empatik, kepolisian akan semakin dipercaya dan dicintai masyarakat sebagai institusi yang hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk melayani dan melindungi dengan sepenuh hati.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Dalam era keterbukaan informasi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan, pelayanan prima menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik. Pelayan publik dituntut tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga memberikan pengalaman layanan yang humanis, responsif, dan solutif. Pelayanan prima bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi standar profesionalitas yang harus dipegang teguh dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18729,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-18728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18728"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18728\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}