{"id":18639,"date":"2025-05-06T16:45:51","date_gmt":"2025-05-06T08:45:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=18639"},"modified":"2025-05-06T16:45:51","modified_gmt":"2025-05-06T08:45:51","slug":"tingkat-pengetahuan-dan-analisis-sikap-serta-respon-masyarakat-surabaya-terhadap-kasus-korupsi-pengoplosan-bbm-pertamina-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/tingkat-pengetahuan-dan-analisis-sikap-serta-respon-masyarakat-surabaya-terhadap-kasus-korupsi-pengoplosan-bbm-pertamina-2025\/18639\/","title":{"rendered":"TINGKAT PENGETAHUAN DAN ANALISIS SIKAP SERTA RESPON MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP KASUS KORUPSI &#038; PENGOPLOSAN BBM PERTAMINA 2025"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/kejagung-ungkap-modus-pengoplosan-pertamax-800-2025-02-26-194734_0.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"460\" class=\"aligncenter size-full wp-image-18640\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/kejagung-ungkap-modus-pengoplosan-pertamax-800-2025-02-26-194734_0.jpg 800w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/kejagung-ungkap-modus-pengoplosan-pertamax-800-2025-02-26-194734_0-300x173.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/kejagung-ungkap-modus-pengoplosan-pertamax-800-2025-02-26-194734_0-768x442.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/kejagung-ungkap-modus-pengoplosan-pertamax-800-2025-02-26-194734_0-750x431.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Indonesia tidak pernah dijauhkan dari yang namanya KORUPSI. Bahkan dari zaman penjajahan negara Belanda pun sudah melekat kepada negara Indonesia. Baru-baru ini Masyarakat Indonesia yang dihitung dari Sabang sampai Merauke dihebohkan dengan adanya kasus korupsi dan juga pengoplosan BBM yang dilakukan oleh para pejabat tinggi di lingkungan Pertamina. <\/p>\n<p>Hal ini membuat seluruh Masyarakat Indonesia dan juga Masyarakat Surabaya merasakan kekecewaan yang mendalam, dikarenakan hampir seluruh Masyarakat di Indonesia mengisi bahan bakar kendaraan nya di SPBU milik Pertamina dimulai dari roda dua hingga roda empat dan juga kendaraan besar lainnya. <\/p>\n<p>Adanya kasus korupsi dan pengoplosan ini, membuat perspektif atau pandangan Masyarakat Indonesia berubah. Kota Surabaya adalah kota Metropolitan kedua setelah DKI Jakarta , yang dimana penduduknya sangat padat, kami melakukan kuisioner dan mengambil hasil respon Masyarakat Surabaya atas sikap mereka dan kepercayaan mereka kepada Pertamina. <\/p>\n<p>Dari hasil penelitian yang kami buat melalui Google Form menunjukan bahwa terdapat persentase sebanyak 100% dari 43 responden Masyarakat Surabaya yang memilih jawaban \u201cYa\u201d, pernah mendengar tentang kasus korupsi dan pengplosan BBM yang melibatkan Pertamina. Sebanyak 97,7% dari 43 responden Masyarakat Surabaya yang memilih jawaban \u201cYa\u201d sangat merugikan atau setuju bahwa kasus korupsi pengoplosan BBM di Pertamina merugikan negara. Dan lainnya tersisa 2.3% yang merasa tidak merugikan negara. <\/p>\n<p>Kasus ini sangat menggemparkan Masyarakat Indonesia. Dan 9 dari 10 orang merasakan kemarahan, kekecewaan, dan merasa kasus ini harus diusut sampai tuntas karena sudah dilakuan bertahun-tahun dan terungkap baru-baru ini. Pada kasus ini, yang dirugikan tidak hanya masyarakatnya namun juga negara Indonesia yang merugikan 17,4 triliun Rupiah. Warga Surabaya saat ini berbondong-bondong mengganti BBM di SPBU lainnya yang lebih terpercaya. Banyak cabang SPBU Pertamina di daerah-daerah Surabaya yang sepi customer hingga saat ini. <\/p>\n<p>Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Masyarakat Surabaya taupun diluar Kota Surabaya banyak yang sudah tidak menjadi pengguna BBM Pertamina setelah adanya kasus ini. Hasil respon dari para responden yang mengisi kuisioner  80% seorang pekerja dan 20% seorang pelajar sekolah dan mahasiswa mereka tidak lagi menggunakan BBM tersebut. Mereka setuju bahwa pengoplosan ini merusak kendaraan mereka. Kasus ini juga berdampak kepada para konsumen dikarrenakan harga yang mereka keluaarkan menyebabkan kendaraan mereka rusak.<\/p>\n<p>Dari kasus ini kita paham, bahwa Perusahaan yang sudah lama berdiri dan menjadi andalan banyak orang dan dipercayai banyak orang tetapi bila ditangani oleh orang yang serakah akan kekayaan akan beardampak buruk pada Perusahaan dan sama saja menenggelamkan diri sendiri kedalam jurang. Namun dari pihak Pertamina sudah mencoba untuk membangun Kembali rasa percaya Masyarakat Indonesia dan juga Masyarakat Surabaya untuk pengisisan BBM di Pertamina.<\/p>\n<p>Dosen Pengampu: <strong>Beta Puspitaning Ayodya S.Sos., M.A.<\/strong><br \/>\nMahasiswa: <strong>Cut Kilau Dara F., Mevalia Cahya P., Permata Indah L., M. Iqbal Elang S.<\/strong> <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Indonesia tidak pernah dijauhkan dari yang namanya KORUPSI. Bahkan dari zaman penjajahan negara Belanda pun sudah melekat kepada negara Indonesia. Baru-baru ini Masyarakat Indonesia yang dihitung dari Sabang sampai Merauke dihebohkan dengan adanya kasus korupsi dan juga pengoplosan BBM yang dilakukan oleh para pejabat tinggi di lingkungan Pertamina. Hal ini membuat seluruh Masyarakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18640,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-18639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18639"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18639\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}