{"id":18465,"date":"2025-04-08T02:39:13","date_gmt":"2025-04-07T18:39:13","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=18465"},"modified":"2025-04-08T02:39:13","modified_gmt":"2025-04-07T18:39:13","slug":"pasar-gadang-pusat-perdagangan-yang-tak-pernah-istirahat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pasar-gadang-pusat-perdagangan-yang-tak-pernah-istirahat\/18465\/","title":{"rendered":"Pasar Gadang Pusat Perdagangan Yang Tak Pernah Istirahat"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_18466\" aria-describedby=\"caption-attachment-18466\" style=\"width: 1379px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Gambar1.jpg\" alt=\"\" width=\"1379\" height=\"715\" class=\"size-full wp-image-18466\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Gambar1.jpg 1379w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Gambar1-300x156.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Gambar1-1024x531.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Gambar1-768x398.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Gambar1-750x389.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Gambar1-1140x591.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1379px) 100vw, 1379px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-18466\" class=\"wp-caption-text\">Kemacetan sore hari di Pasar Gadang Malang oleh Darmono\/Radar Malang.<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Pasar Gadang adalah salah satu pusat pasar tradisional di malang yang tidak pernah sepi oleh pengunjung, baik pengunjung dari malang ataupun daerah lain. Aktivitas Pasar Gadang sangat berperan penting dalam pendapatan daerah serta ekonomi di lingkungan sekitar nya. Pasar ini terletak di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, pasar ini bersebelahan dengan teminal gadang yang terkoneksi dengan bus dan angkot antar kota maupun luar kota. Akses dari Pasar yang mudah di jangkau dan jumlah pedagang yang sangat banyak, serta harga yang bahan pokok pangan yang lebih murah dibanding pasar tradisional pada umum nya membuat pasar ini disebut pasar induk yang tidak pernah sepi, bahkan tengah malam pun masih terlihat aktivitas bongkar muat maupun transaksi pembelian di pasar ini. Pasar ini berdiri sejak tahun 1982 dengan luas sekitar 3 Ha, untuk menunjang kebutuhan daerah sekitarnya.<\/p>\n<p>Yang menarik adalah pasar ini tidak hanya melayani penjualan namun juga pembelian, produk yang dijual di pasar ini macam-macam, mulai dari ikan, daging, ayam potong, sayur-sayuran, buah-buahan, serta bahan dapur seperti bawang merah, bawang putih dan sejenisnya, menurut data yang di dapat dari Dinas Pasar Kota Malang menyebutkan bahwa pedagan di pasar ini berjumlah 1.566 pedagang di pasar induk, dan 250 pedagang di pasar sayuran, \u201cSangat banyak pedagang, bisa dibilang pasar ini sudah terlalu padat, jumlah pembeli tiap bulan nya juga bertambah, pembeli juga bukan hanya dari warga sekitar pasar, dari daerah malang dan sekitar nya juga banyak, pedagang sayur keliling dan pedagang pasar kecil juga kulak barang disini, jadi kami berharap pasarnya di perbesar dan di renovasi\u201d ujar Muzaki, salah satu pedagang bawang merah di Pasar Gadang.<\/p>\n<p>\tPasar ini memang cenderung lebih padat di sore hingga malam hari, karena  pada sore hingga malam hari merupakan waktu pengiriman sayur, ikan, daging, ayam potong, buah-buahan dan bumbu masak dapur, sebagian  besar pengunjung memilih datang sore hari dikarenakan barang yang dijual adalah barang yang baru dikirim oleh petani, nelayan dan distributor bahan pangan lain nya, \u201cLebih enak sore atau malam mas, barang nya baru dateng, pilihan nya juga banyak, jadi kita bisa milih yang bagus-bagus, kalo pagi atau siang biasanya tinggal sisa sisa mas, iyaa tetep bagus, tapi nggak seperti pas yang baru dateng dari petani nya,\u201d ucap salah satu pembeli di Pasar Gadang <\/p>\n<p>\tPada musim bulan ramadhan pasar juga dipenuhi oleh para pedagang yang membeli bahan baku makanan untuk berjualan takjil, selain itu banyak juga pembeli yang mempersiapkan isi dapur nya untuk menjelang hari raya, dan yang selalu ramai pembeli di pasar ini adalah tempe khas malang, seringkali pengunjung dari daerah Jawa Timur yang mampir ke pasar ini untuk membeli tempe khas malang yang harga nya sangat terjangkau, mereka juga biasanya membeli sayuran serta bawang merah dan bawang putih untuk dibuat persediaan selama beberapa minggu kedepan.<\/p>\n<p>Pasar ini memang benar benar tidak pernah istirahat, namun dibalik padat nya pengunjung, tedapat beberapa permasalahan yang hingga saat ini terjadi, mulai dari akses jalan di pasar yang berlubang, kemacetan di jam tertentu dan pengolahan limbah sampah organik maupun non organik yang kurang tertata membuat penumpukan sampah kurang nyaman untuk dilihat, selain itu pemisahan sampah basah dan kering pada tempat pembuangan sampah juga masih belum sepenuhnya di terapkan. Namun pemkot dan pedagang terus berupaya secara berkala agar kebersihan dan kenyamanan Pasar Gadang semakin baik kedepannya.<\/p>\n<p>Oleh :<br \/>\n<strong>Aditya Nico Novandi Siahaan<br \/>\nMahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi<br \/>\nFakultas Ilmu Sosial dan Politik<br \/>\nUniversitas 17 Agustus 1945 Surabaya<\/p>\n<p>Dosen Pengampu<br \/>\nDrs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Pasar Gadang adalah salah satu pusat pasar tradisional di malang yang tidak pernah sepi oleh pengunjung, baik pengunjung dari malang ataupun daerah lain. Aktivitas Pasar Gadang sangat berperan penting dalam pendapatan daerah serta ekonomi di lingkungan sekitar nya. Pasar ini terletak di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, pasar ini bersebelahan dengan teminal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18466,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-18465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18465"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18465\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}