{"id":1819,"date":"2023-07-06T21:42:25","date_gmt":"2023-07-06T13:42:25","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=1819"},"modified":"2023-07-06T21:42:25","modified_gmt":"2023-07-06T13:42:25","slug":"alasan-daya-tarik-masyarakat-amerika-serikat-pada-mobil-listrik-dan-sarana-penunjang-kendaraan-listrik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/alasan-daya-tarik-masyarakat-amerika-serikat-pada-mobil-listrik-dan-sarana-penunjang-kendaraan-listrik\/1819\/","title":{"rendered":"Alasan Daya Tarik Masyarakat Amerika Serikat Pada Mobil Listrik dan Sarana Penunjang Kendaraan Listrik"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Saat ini mulai beredar berbagai kendaraan dengan bahan bakar listrik. Kendaraan listrik sendiri merupakan kendaraan yang menggunakan sumber energi dari listrik yang berada di baterai. Kendaraan ini pertama kali mulai diinovasikan pada tahun 1880-an. Kendaraan listrik, terutama mobil sangat populer pada abad 19-20. Mobil listrik sendiri dibuat dengan tujuan untuk upaya mengurangi emisi gas CO2.<\/p>\n<p>Kendaraan listrik memiliki beberapa kelebihan apabila dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak. Salah satu kelebihan dari mobil listrik yaitu mengurangi emisi atau bahkan tidak menghasilkan emisi sama sekali. Selain itu, kendaraan ini juga dipastikan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca karena tidak membutuhkan bahan bakar fosil sebagai sumber tenaga untuk penggerak utamanya. Ketergantungan penggunaan minyak dari luar negeri otomati akan berkurang, kenaikan harga minyak bagi bebebrapa negara besar seperti Amerika dan negara-negara di Eropa tentu dapat memukul keadaan ekonomi mereka. Kemudian bagi negara berkembang, harga minyak yang sangat tinggi akan semakin memberatkan neraca pembayaran mereka, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi mereka.<\/p>\n<p>Mobil listrik sendiri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yaitu :<\/p>\n<p>&#8211; Kendaraan Hybrid, yaitu dimana mesin konvensional yang tidak mempunyai plug in hybrid dan masih menggunakan bahan bakar minyak. Mesin ini menghasilkan listrik dari pengisi daya pasif. Emisi CO2 yang dihasilkan dari kendaraan ini sekitar 80 gram\/km.<\/p>\n<p>&#8211; Plug In Hybrid, yaitu dua buah jenis mesin bensin dan juga listrik yang digabungkan. Tenaga dari mesin jenis ini dihasilkan dari mesin konvensional dengan motor elektrik dengan small high voltage battery. Emisi CO2 yang dihasilkan dari mesin ini berkisar pada 50 gram\/km.<\/p>\n<p>Sampai saat ini, Tesla milik Elon Musk masih memiliki peminat terbanyak di Amerika yaitu sebanyak 65% dari total penjualan kendaraan listrik. Kemudian diikuti oleh Ford yang berhasil menduduki peringkat kedua total penjualan kendaraan listrik terbanyak yaitu sebanyak 61.676 unit pada tahun 2022.<\/p>\n<p>Seperti pada penjelasan di atas, akhir-akhir ini mobil listrik mulai populer dimana penjualannya setiap tahun mengalami peningkatan. Salah satunya adalah Amerika yang merupakan pasar mobil listrik kedua setelah Cina. Di Amerika penjualan mobil listrik mengalami peningkatan yang cukup besar. Dalam tiga bulan sejak awal tahun 2023 saja, penjualan mobil listrik di Amerika telah meningkat sebanyak 32 persen. Pada tahun 2022 saja penjualan mobil listrik di AS telah tembus sebanyak 800.000 unit dan jumlah ini telah hampir mencapai dua kali lipat penjualan pada tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Pada tahun 2022, Pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden telah bekerjasama dengan negara bagian dan juga sektor swasta akan membangun jaringan nasional pengisian daya kendaraan listrik pada tahun 2030. Hal ini dilakukan agar ekspansi kendaraan listrik semakin luas. Dengan ekspansi kendaraan listrik yang semakin luas maka akan berbanding lurus dengan upaya memerangi krisis perubahan iklim.<\/p>\n<p>Menurut Departemen Transportasi, AS telah mendistribusikan dana untuk membantu negara bagian untuk membuat stasiun pengisian daya elektrin di sepanjang Koridor Bahan Bakar Alternatif. Sarana ini diperkirakan membutuhkan dana hampir 40 miliar US dollar. Kemudian pemerintah AS juga memberikan insentif kepada industri melalui Undang-Undang Pengurangan Inflasi yang telah disahkan pada tahun 2022 lalu.<\/p>\n<p>Dari peningkatan yang ada dapat dijelaskan bahwa banyak masyarakat AS telah mengalami ketertarikan kepada kendaraan berenergikan listrik. Ketertarikan warga AS terhadap kendaraaan listrik ini bukanlah tanpa alasan. Menurut saya sarana dan prasarana penunjang penggunaan kendaraan listrik di AS sudah dapat terpenuhi dari diberikannya potongan harga pada penjualan kendaraan listrik dan telah memadainya persebaran pengisi daya kendaraan listrik.<\/p>\n<p>PENULIS : <strong>MUHAMMAD FARRAS PUTRA KIANY<\/strong><br \/>\nKAMPUS : <strong>UIN SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA<\/strong><\/p>\n<p><strong>REFERENSI<\/strong><br \/>\nNursyamsi, Muhammad. Penjualan Mobil Listrik Bekas Melonjak di AS. https:\/\/ekonomi.republika.co.id\/berita\/rssjpp370\/penjualan-mobil-listrik-bekas-melonjak-di-as.<br \/>\nPrastya, Mada. Pengertian Apa Itu Mobil Listrik dan Jenis-Jenisnya https:\/\/www.carmudi.co.id\/journal\/pengertian-apa-itu-mobil-listrik-dan-jenis-jenisnya\/.<br \/>\nTim. Mengenal Mobil Listrik Yang Kian Beragam dan Makin Diminati. https:\/\/www.assarent.co.id\/berita-promo\/mengenal-mobil-listrik-yang-kian-beragam-dan-makin-diminati-1.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Saat ini mulai beredar berbagai kendaraan dengan bahan bakar listrik. Kendaraan listrik sendiri merupakan kendaraan yang menggunakan sumber energi dari listrik yang berada di baterai. Kendaraan ini pertama kali mulai diinovasikan pada tahun 1880-an. Kendaraan listrik, terutama mobil sangat populer pada abad 19-20. Mobil listrik sendiri dibuat dengan tujuan untuk upaya mengurangi emisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1820,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-1819","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1819"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1819\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1820"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}