{"id":18164,"date":"2025-03-11T18:56:26","date_gmt":"2025-03-11T10:56:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=18164"},"modified":"2025-03-11T18:56:26","modified_gmt":"2025-03-11T10:56:26","slug":"dr-ir-dahri-tanjung-m-si-perjalanan-akademik-dan-dedikasi-di-dunia-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/dr-ir-dahri-tanjung-m-si-perjalanan-akademik-dan-dedikasi-di-dunia-pendidikan\/18164\/","title":{"rendered":"Dr. Ir. Dahri Tanjung, M.Si.: Perjalanan Akademik dan Dedikasi di Dunia Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/foto-new.png\" alt=\"\" width=\"246\" height=\"281\" class=\"aligncenter size-full wp-image-18165\" \/><\/p>\n<p><strong>Bogor, 21 Februari 2025<\/strong> \u2013 Dr. Ir. Dahri Tanjung, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang telah mengabdikan dirinya di bidang agribisnis selama lebih dari tiga dekade. Saat ini, beliau menjabat sebagai dosen di Program Studi Manajemen Agribisnis (MAB) Sekolah Vokasi IPB University. Tahun ini, ia juga dipercaya menjadi anggota Senat Sekolah Vokasi dan direncanakan akan memimpin Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Sukabumi yang mengelola Prodi MAB.<\/p>\n<p><strong>Masa Muda dan Pendidikan<\/strong><br \/>\nLahir di Padangsidimpuan, Sumatra Utara, pada 19 April 1963, Dr. Dahri akan genap berusia 62 tahun pada 2025. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di kampung halaman, menyelesaikan pendidikan dasar hingga SMA di sana. Perjalanan akademiknya membawanya ke Bogor setelah diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui *<\/p>\n<p>jalur undangan, yang saat itu dikenal sebagai Proyek Perintis 2 yaitu sebuah program yang digagas oleh Prof. Andi Hakim Nasution dan kini dikenal sebagai Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).<\/p>\n<p>Dr. Dahri meraih gelar Sarjana Pertanian dari Fakultas Pertanian, jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (sekarang bagian dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen \u2013 FEM) pada tahun 1989. Setelah lulus, ia aktif dalam berbagai penelitian dosen. Tantangan akademik sempat ia hadapi sejak awal, salah satunya adalah gegar budaya saat pertama kali pindah ke Bogor, yang menyebabkan IPK-nya sempat rendah. Namun, ia tetap bertekad membuktikan kemampuannya dan terus berkarya.<\/p>\n<p>Pada tahun 1990, ia sempat bekerja sebagai pegawai honorer di Kementerian Transmigrasi di Bengkulu, tetapi hanya bertahan satu tahun sebelum kembali ke Bogor untuk terlibat lebih dalam di dunia penelitian. Atas rekomendasi Prof. Andi Hakim Nasution, ia bergabung dengan Pusat Studi Pertanian dan Pedesaan (PSP) sebagai asisten peneliti. Tahun 1995, Dr. Dahri melanjutkan studi S2 Ekonomi Pertanian dengan beasiswa dari kantor dan berhasil lulus pada tahun 1999.<\/p>\n<p>Setelah sepuluh tahun, ia kembali menempuh pendidikan S3 di IPB dan berhasil lulus pada tahun 2015 dengan predikat cum laude. Selama studi doktoralnya, ia mulai mengajar di Sekolah Vokasi IPB dalam mata kuliah Ekonomi Makro dan Mikro.<\/p>\n<p><strong>Karier dan Kontribusi Akademik<\/strong><br \/>\nSetelah 12 tahun menjadi peneliti di Bogor, Dr. Dahri akhirnya diterima sebagai CPNS pada tahun 2006 dan resmi menjadi pegawai negeri. Kariernya di IPB semakin berkembang hingga pada tahun 2017, ia mengajukan diri sebagai dosen di Sekolah Vokasi IPB University, Program Studi Manajemen Agribisnis (MAB). Awalnya, ia mengajar dengan status peneliti, tetapi setelah mendapat persetujuan Prof. Arif Daryanto, ia resmi menjadi dosen tetap.<\/p>\n<p>Sebagai seorang peneliti, Dr. Dahri telah melakukan berbagai penelitian di hampir seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, bahkan hingga perbatasan Papua Nugini. Salah satu penelitian yang paling berkesan baginya adalah proyek pemetaan sosial ekonomi masyarakat sepanjang jalur pipa minyak dari Pekanbaru ke Dumai yang diselenggarakan oleh PT Chevron pada tahun 2012. Dalam proyek ini, ia menerima honor cukup besar, mencapai Rp3 juta per hari selama satu tahun.<\/p>\n<p>Selain itu, pada tahun 2005, Dr. Dahri juga melakukan penelitian di Puncak Jaya Wijaya, Ibukota Enarotali dari Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah. Tantangan berat di daerah ekstrem ini bahkan membuatnya tidak mandi selama tiga hingga empat hari karena suhu yang sangat dingin.<\/p>\n<p><strong>Prestasi dan Harapan Masa Depan\u00a0 <\/strong><br \/>\nSebagai akademisi, Dr. Dahri telah meraih berbagai pencapaian, termasuk menjadi dosen terbaik selama tiga semester berturut-turut. Pada tahun 2023, ia mencalonkan diri sebagai Dekan Sekolah Vokasi IPB, bersaing dengan Dr. Aceng, meskipun akhirnya Dr. Aceng yang terpilih sebagai dekan.<\/p>\n<p>Semasa kuliah, ia juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Mahasiswa Daerah Tapanuli Selatan selama dua tahun. Kini, ia masih memiliki ambisi besar, yaitu meraih gelar Profesor di bidang Agribisnis.<\/p>\n<p>Dengan pengalaman akademik dan penelitian yang kaya, Dr. Dahri terus berkontribusi bagi dunia pendidikan, khususnya di bidang Manajemen Agribisnis. Kepercayaannya untuk memimpin PSDKU Sukabumi menjadi tantangan baru yang siap ia jalani demi mencetak generasi penerus yang unggul di bidang agribisnis.<\/p>\n<p><strong>Keterlibatan dalam Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) <\/strong><br \/>\nPada tahun 2024,\u00a0 Dr. Dahri terlibat dalam Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) yang diselenggarakan oleh IPB University. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usahatani melalui penerapan teknologi ramah lingkungan. Dr. Dahri bersama timnya melaksanakan program ini di Desa Runding, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada 8 Agustus 2024.<\/p>\n<p><strong>Publikasi dan Karya Ilmiah<\/strong><br \/>\nSebagai peneliti aktif, Dr. Dahri telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah. Beberapa di antaranya adalah:<\/p>\n<p>&#8211; &#8220;<em>The Roles of Innovations for Village Development in Rural-Urban Linkages in West Java Province<\/em>&#8221; yang dipublikasikan dalam <em>IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.\u00a0 <\/em><\/p>\n<p>Dengan dedikasi dan pengabdiannya, Dr. Dahri Tanjung terus menginspirasi banyak mahasiswa dan peneliti muda. Kiprahnya di dunia akademik dan agribisnis menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah dapat mengantarkan seseorang mencapai kesuksesan.<\/p>\n<p>Penulis : Salimah Renata Ghassani<br \/>\nJ0401231009<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor, 21 Februari 2025 \u2013 Dr. Ir. Dahri Tanjung, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang telah mengabdikan dirinya di bidang agribisnis selama lebih dari tiga dekade. Saat ini, beliau menjabat sebagai dosen di Program Studi Manajemen Agribisnis (MAB) Sekolah Vokasi IPB University. Tahun ini, ia juga dipercaya menjadi anggota Senat Sekolah Vokasi dan direncanakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18165,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-18164","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18164"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18164\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}