{"id":1806,"date":"2023-07-06T21:25:30","date_gmt":"2023-07-06T13:25:30","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=1806"},"modified":"2023-07-06T21:25:30","modified_gmt":"2023-07-06T13:25:30","slug":"alami-ancaman-resesi-berkepanjangan-nicolas-maduro-buat-kebijakan-ekonomi-salah-satunya-bekerja-sama-dengan-amerika-latin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/alami-ancaman-resesi-berkepanjangan-nicolas-maduro-buat-kebijakan-ekonomi-salah-satunya-bekerja-sama-dengan-amerika-latin\/1806\/","title":{"rendered":"Alami Ancaman Resesi Berkepanjangan, Nicolas Maduro Buat Kebijakan Ekonomi, Salah Satunya Bekerja Sama dengan Amerika Latin"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <strong>Nur Azizah, Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Amerika Latin merupakan kawasan yang memiliki sejarah penindasan yang cukup panjang di bawah dominasinya Amerika Serikat. Hal ini yang akhirnya membuat Amerika Latin terjadi gelombang berdarah seperti perang, diktator, kudeta, korupsi, dan kemiskinan. Adapun negara-negara yang cukup banyak mendapatkan sorotan akibat adanya konflik yaitu negara Venezuela dan Kolombia. Pada tahun 2013 sendiri, perekonomian Venezuela tengah berada di suatu kondisi yang tidak baik. Pada saat itu bahkan Venezuela harus mengalami masalah resesi, inflasi, hutang, kelangkaan dan kekurangan cadangan devisa (Alfan, 2021). Padahal Venezuela sendiri masuk sebagai negara yang mempunyai minyak dengan jumlah yang cukup besar di dunia. Jumlahnya bahkan sangat besar jika dimanfaatkan untuk pengembangan negara. Akan tetapi dikarenakan adanya masalah internal, akhirnya membuat Venezuela akhirnya harus menghadapi permasalahan di negaranya.<\/p>\n<p>Pada masa kepemimpinanya Nicholas Maduro saja, Venezuela harus merasakan kondisi ekonomi yang cukup kritis (Salsabila &amp; Nuryanti , 2019). Adapun krisis ekonomi yang terjadi di Venezuela menyebabkan Venezeula harus mengalami inflasi yang sangat tinggi. Bahkan hingga di tahun 2018, tingkat inflasi tahunan di negara ini menapai hingga 1.300.000% (Salsabila &amp; Nuryanti , 2019). Penyebab dari krisis ekonomi yang terjadi di negara ini sendiri bisa dikatakan karena adanya penurunan harga minyak dunia di tahun 2014 sehingga pada akhirnya membuat perekonomian Venezuela ikut terpengaruhi. Negara Venezuela bahkan harus merasakan emigrasi, hiperinflasi, hingga masalah pangan (Christina, 2022).<\/p>\n<p>Melihat pada masalah ekonomi yang terus meningkat, pada akhirnya pemerintah Venezuela mengambil beberapa kebijakan agar bisa mengatasi permasalahan ini. Salah satu contoh upaya kebijakan yang diambil oleh pemerintah Venezuela itu sendiri adalah melakukan diverifikasi ekonomi agar Venezuela bukan cuma bergantung pada minyak mereka saja, akan tetapi juga harus mengandalkan pada sektor lainnya agar bisa menggerakan roda ekonomi. Seperti misalnya adalah menggerakan ekonomi melalu bidang industri, farmasi, pariwisata, petrokimia, pertanian, hingga telekomunikasi. (Salsabila &amp; Nuryanti , 2019)<\/p>\n<p>Bahkan dari pemerintah Venezuela juga mengambil langkah agar bisa menstabilakan kembali harga pangan di negara mereka dengan cara mulai menggelontarkan anggaran mereka untuk bisa memenuhi pangan. Selain itu di masa pemerintahan Nicholas Maduro juga berusaha untuk mendongkrak kembali produksi minyak mereka karena selama ini memang sektor minyak menjadi penggerak ekonomi utamanya mereka. Bahkan pada bidang kesehatan, Nicholas Maduro juga membuat kebijakan untuk bisa meningkatkan kesehatan masyarakat. Pada level kerjasama internasional dengan Amerika latin, di sini Nicholas Maduro bahkan juga melakukan kerjasama dengan negara-negara Mecosur, dan ALBA agar bisa membantu Venezuela dalam menyediakan sumber daya untuk ekonominya mereka.<\/p>\n<p>Pemerintah Venezuela juga berupaya untuk semakin meningkatkan hubungan kerjasamanya dengan kawasan Amerika Latinnya karena mengingat bahwa Amerika Latin sendiri memiliki pengaruh dengan Amerika Serikat, dan Amerika Serikat sendiri adalah negara yang selama ini memiliki posisi penting di wilayah regional Amerika di lingkup global. Oleh sebab itu pula di sini Venezuela semakin mempererat hubungan regionalnya mereka agar bisa memberikan bantuan kepada negara mereka. Bahkan berkat adanya hubungan kerjasama ini pada akhirnya negara-negara di Amerika Latin banyak yang kemudian menyerukan untuk memberikan bantuan pada Venezuela khususnya pada para pengungsi Venezuela. (Revita, 2020) Hal ini maka dapat disimpulkan dan dapat terlihat bahwa sebenarnya terdapat beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah Venezuela pada masa pemerintahannya Nicholas Maduro. Mulai dari kebijakan di level nasional hingga bahkan kerjasama level internasional bersama dengan negara-negara Amerika Latin.<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/p>\n<p>Alfan. (2021). Kepentingan Nicolas Maduro Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan<br \/>\nKolombia Tahun 2019. JOM FISIP Vol 8<br \/>\nChristiana, dkk (2022). Keterlibatan Amerika Serikat dalam Krisis Venezuela Pada Masa<br \/>\nPemerintahan Nicolas Maduro. eJournal Ilmu Hubungan International Vol 10, No.1<br \/>\nRevita, dkk (2020). Analisis Kebijakan Alba &amp; PedroCaribe Nicolas Maduro Moros untuk<br \/>\nMenghadapi Dominasi Politik Neoliberalisme Amerika Serikat di Venezuela Pada<br \/>\n2015-2017. Indonesian Journal of Peace and Security Studies Vol 2, No.2<br \/>\nSalsabila &amp; Nuryanti. (2019). Strategi Kebijakan Pemerintah Venezuela di Tengah Krisis. Jurnal<br \/>\nSosial Politik Vol 5, No.2<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Nur Azizah, Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. JurnalPost.com &#8211; Amerika Latin merupakan kawasan yang memiliki sejarah penindasan yang cukup panjang di bawah dominasinya Amerika Serikat. Hal ini yang akhirnya membuat Amerika Latin terjadi gelombang berdarah seperti perang, diktator, kudeta, korupsi, dan kemiskinan. Adapun negara-negara yang cukup banyak mendapatkan sorotan akibat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1807,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-1806","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1806","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1806"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1806\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1807"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}