{"id":18042,"date":"2025-02-12T19:35:23","date_gmt":"2025-02-12T11:35:23","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=18042"},"modified":"2025-02-12T19:42:53","modified_gmt":"2025-02-12T11:42:53","slug":"analisis-penerapan-model-problem-based-learning-dengan-media-wordwall-untuk-meningkatkan-keaktifan-siswa-mata-pelajaran-ipas-kelas-iva-sdn-42-pekanbaru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/analisis-penerapan-model-problem-based-learning-dengan-media-wordwall-untuk-meningkatkan-keaktifan-siswa-mata-pelajaran-ipas-kelas-iva-sdn-42-pekanbaru\/18042\/","title":{"rendered":"ANALISIS PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IVA SDN 42 PEKANBARU"},"content":{"rendered":"<p><strong>Riva Gusnaida<sup>1<\/sup>,Winda<sup>2<\/sup>, Suripah<sup>3<\/sup><\/strong><br \/>\n<a href=\"mailto:rivagusnaida@student.uir.ac.id\">rivagusnaida@student.uir.ac.id<\/a>, <a href=\"mailto:winda@student.uir.ac.id\">winda@student.uir.ac.id<\/a>, <a href=\"mailto:rifah@edu.uir.ac.id\">rifah@edu.uir.ac.id<\/a><\/p>\n<p><sup>1,2,3<\/sup>Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Riau<\/p>\n<h3>ABSTRAK<\/h3>\n<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model <em>Problem Based Learning <\/em>(PBL) dengan media Wordwall dalam meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SDN 42 Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis deskriptif-kualitatif terhadap literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL mampu mendorong keaktifan siswa melalui pembelajaran berbasis masalah yang melibatkan kerja sama, berpikir kritis, dan komunikasi. Media Wordwall mendukung penerapan PBL dengan menyediakan platform interaktif yang membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. Kombinasi PBL dan Wordwall memberikan dampak positif terhadap keaktifan dan pemahaman siswa, meskipun memerlukan kesiapan teknologi serta keterampilan guru dalam integrasi keduanya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam merancang pembelajaran inovatif yang efektif.<\/p>\n<p><strong>Kata Kunci <\/strong>: <em>Problem Based Learning<\/em>, Wordwall, keaktifan siswa<\/p>\n<p><strong><em>ABSTRACT<\/em><\/strong><br \/>\n<em>This study aims to analyze the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model with Wordwall media in enhancing student activeness in the IPAS subject for fourth-grade students at SDN 42 Pekanbaru. The research method used is a library study with descriptive-qualitative analysis of relevant literature. The results show that PBL can encourage student activeness through problem-based learning that involves collaboration, critical thinking, and communication. Wordwall media supports the implementation of PBL by providing an interactive platform that makes learning more engaging and enjoyable. The combination of PBL and Wordwall has a positive impact on student activeness and understanding,<\/em> <em>although it requires technological readiness and teacher skills for optimal integration. This study is expected to serve as a reference for educators in designing innovative and effective learning methods.<\/em><\/p>\n<p><strong><em>Keywords <\/em><\/strong><em>: Problem Based Learning, Wordwall, student activeness<\/em><\/p>\n<h3>PENDAHULUAN<\/h3>\n<p>Pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membentuk fondasi pengetahuan, keterampilan, dan karakter siswa. Salah satu mata pelajaran yang diajarkan di tingkat sekolah dasar adalah Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif siswa \u00a0(E. Y. Putri, n.d.).<\/p>\n<p>Mata pelajaran ini mencakup penguasaan konsep-konsep dasar yang mendukung pemahaman siswa terhadap berbagai fenomena alam dan sosial di sekitarnya. Dalam pembelajaran IPAS, guru diharapkan mampu memilih metode dan media yang efektif untuk mendorong keaktifan siswa di kelas.<\/p>\n<p>Keaktifan siswa merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran. Siswa yang aktif cenderung lebih mudah memahami materi pelajaran karena mereka terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan, seperti diskusi, kerja kelompok, dan eksplorasi masalah (Setiawan, 2024). Namun, dalam praktiknya, keaktifan siswa sering menjadi tantangan, terutama jika metode pembelajaran yang digunakan kurang relevan atau kurang menarik.<\/p>\n<p>Salah satu pendekatan pembelajaran yang dinilai efektif untuk meningkatkan keaktifan siswa adalah model Problem Based Learning (PBL). PBL adalah model pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menghadirkan masalah nyata sebagai\u00a0 stimulus\u00a0 untuk\u00a0 belajar.\u00a0 Melalui\u00a0 PBL,\u00a0 siswa\u00a0 didorong\u00a0 untuk mengidentifikasi masalah, mencari solusi, dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki (Aulia, 2019), (Zetriuslita et al., 2023). Model ini tidak hanya meningkatkan keaktifan siswa tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerjasama, dan komunikasi.<\/p>\n<p>Selain model pembelajaran, penggunaan media yang tepat juga berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan pembelajaran. Media berbasis teknologi, seperti Wordwall, menjadi salah satu alternatif yang menarik perhatian siswa (V. W. Putri, 2021). Wordwall adalah platform interaktif yang menyediakan berbagai jenis permainan edukatif, seperti kuis, teka-teki silang, dan roda keberuntungan. Dengan media ini, siswa dapat belajar sambil bermain, sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan memotivasi mereka untuk lebih aktif berpartisipasi.<\/p>\n<p>Penelitian mengenai penerapan model PBL dengan media Wordwall di kelas IVA SDN 42 Pekanbaru bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kombinasi metode dan media tersebut dapat meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPAS. SDN 42 Pekanbaru dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS, khususnya dalam hal partisipasi aktif siswa di kelas.<\/p>\n<p>Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dalam merancang metode dan media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, pembelajaran IPAS di SDN 42 Pekanbaru dapat menjadi lebih efektif dan bermakna.<\/p>\n<h3>METODE<\/h3>\n<p>Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) untuk menganalisis penerapan model <em>Problem Based Learning <\/em>(PBL) dengan media Wordwall dalam meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPAS. Studi kepustakaan merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi melalui kajian literatur, baik berupa buku, jurnal, artikel ilmiah, maupun sumber-sumber lain yang relevan dengan topik penelitian (Sugiyono, 2022) . Pendekatan ini digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai konsep, teori, dan praktik penerapan PBL dan Wordwall, serta hubungannya dengan keaktifan siswa dalam pembelajaran.<\/p>\n<p>Data yang diperoleh melalui kajian literatur dianalisis secara deskriptif- kualitatif. Tahapan analisis meliputi identifikasi, seleksi, interpretasi, dan sintesis informasi yang relevan dengan tujuan penelitian. Hasil analisis ini kemudian digunakan untuk mendeskripsikan manfaat, tantangan, dan efektivitas penerapan model PBL dengan media Wordwall, serta implikasinya terhadap keaktifan siswa. Dengan pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang dapat menjadi rujukan bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang interaktif dan inovatif.<\/p>\n<h3>HASIL DAN PEMBAHASAN<\/h3>\n<p>Penerapan model <em>Problem Based Learning <\/em>(PBL) dengan media Wordwall dalam pembelajaran IPAS menunjukkan potensi yang signifikan dalam meningkatkan keaktifan siswa. PBL mampu menciptakan pembelajaran yang terpusat pada siswa, di mana mereka dilibatkan secara aktif dalam proses penyelesaian masalah. Model ini mengarahkan siswa untuk berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, dan mengembangkan solusi kreatif terhadap masalah yang diberikan. Keaktifan siswa terlihat meningkat ketika mereka merasa memiliki tanggung jawab dalam memecahkan permasalahan secara mandiri maupun berkelompok.<\/p>\n<p>Hal ini sejalan dengan penelitian (Puspitasari et al., 2024) menunjukkan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media wordwall pada mata pelajaran IPAS kelas V SDN Mlatiharjo 02 memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen yang dilakukan, ditemukan bahwa model PBL mampu mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam memecahkan masalah nyata secara kolaboratif. Siswa terlibat secara maksimal pada setiap langkah pembelajaran. Siswa terlihat antusias dan termotivasi dalam mengeksplorasi informasi, menganalisis, atau mencari solusi yang tepat. Meskipun dalam praktiknya masih terdapat sebagian kecil siswa yang masih belum fokus pada kegiatan belajar.<\/p>\n<p>Penggunaan media wordwall juga dianggap efektif dalam memvisualisasikan konsep-konsep pembelajaran dan menciptakan suasana belajar yang menarik serta interaktif (Sinaga &amp; Soesanto, 2022). Media Wordwall, di sisi lain, berperan sebagai sarana interaktif yang mendukung pelaksanaan PBL. Melalui berbagai permainan edukatif yang ditawarkan, seperti kuis dan teka-teki silang, siswa tidak hanya terlibat secara aktif tetapi juga termotivasi untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. Penggunaan Wordwall membantu siswa memahami materi secara visual dan interaktif, sehingga pembelajaran terasa lebih menarik. Media ini juga memungkinkan guru untuk menyampaikan evaluasi secara real-time, yang memberikan umpan balik langsung kepada siswa.<\/p>\n<p>Salah satu faktor yang mendorong keberhasilan kombinasi PBL dan Wordwall adalah adanya keterlibatan emosional siswa dalam pembelajaran. Studi literatur menunjukkan bahwa siswa lebih termotivasi ketika mereka merasa terlibat secara langsung dalam aktivitas pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, dalam materi IPAS tentang lingkungan, siswa diajak untuk memecahkan masalah terkait pengelolaan sampah di sekolah (Yana &amp; Witri, n.d.). Dengan bantuan Wordwall, siswa dapat menyusun rencana pengelolaan yang interaktif dan didukung oleh kuis atau permainan yang memperkuat pemahaman mereka.<\/p>\n<p>Namun, hasil studi juga menunjukkan beberapa tantangan dalam penerapan kombinasi ini. Salah satunya adalah keterbatasan dalam penggunaan teknologi di kelas, terutama jika perangkat seperti komputer atau tablet tidak tersedia secara memadai. Selain itu, guru perlu memiliki kompetensi dalam mengintegrasikan model PBL dengan media Wordwall agar keduanya dapat berjalan secara sinergis. Dalam hal ini, pelatihan dan pendampingan bagi guru menjadi aspek penting untuk mendukung keberhasilan implementasi strategi pembelajaran ini.<\/p>\n<p>Efektivitas PBL dan Wordwall juga bergantung pada kesiapan siswa dalam menerima model pembelajaran yang baru. Beberapa siswa yang terbiasa dengan metode konvensional cenderung memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan pendekatan berbasis masalah yang lebih aktif. Studi menunjukkan bahwa dukungan guru, baik dalam bentuk pengarahan maupun motivasi, sangat diperlukan untuk memastikan semua siswa dapat berpartisipasi dengan baik.<\/p>\n<p>Selain meningkatkan keaktifan, kombinasi PBL dan Wordwall juga berdampak positif pada hasil belajar siswa. Studi literatur mengungkapkan bahwa siswa yang terlibat secara aktif dalam pembelajaran berbasis masalah cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap konsep-konsep yang diajarkan (Pramesti <em>et al<\/em>., 2023). Media Wordwall memperkuat hal ini dengan memberikan pengalaman belajar yang interaktif, sehingga siswa lebih mudah mengingat materi.<\/p>\n<p>Keaktifan siswa dalam pembelajaran berbasis PBL terlihat dalam beberapa indikator, seperti kemampuan mereka mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok. Wordwall turut mendukung proses ini dengan menyediakan platform yang memfasilitasi interaksi siswa secara lebih kreatif.<\/p>\n<p>Namun, penerapan PBL dan Wordwall juga memerlukan perencanaan yang matang. Guru perlu merancang masalah yang relevan dan menantang, sekaligus memastikan bahwa media Wordwall yang digunakan mendukung tujuan pembelajaran. Penggunaan Wordwall tanpa panduan yang jelas dapat mengurangi efektivitas pembelajaran, sehingga integrasi keduanya harus dilakukan secara strategis.<\/p>\n<p>Perlunya kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah dalam mendukung implementasi PBL dengan Wordwall. Fasilitas teknologi dan akses terhadap internet menjadi salah satu syarat utama agar media ini dapat digunakan secara optimal. Selain itu, adanya evaluasi secara berkala terhadap penerapan strategi ini juga penting untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang perlu diperbaiki.<\/p>\n<p>Penelitian (Setyaningrum et al., 2024) menunjukkan peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Pada tahap prasiklus, hanya 39% siswa yang mencapai ketuntasan, sementara 61% siswa belum tuntas. Setelah penerapan PBL, pada siklus 1 ketuntasan siswa meningkat menjadi 71%, dan pada siklus 2 seluruh siswa mencapai ketuntasan dengan persentase 100%. PBL terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep gaya gesek dan gaya otot melalui pemecahan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penerapan Problem Based Learning (PBL) dapat secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, terutama dalam memahami konsep- konsep abstrak seperti gaya. Metode ini juga efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif siswa.<\/p>\n<p>Penelitian (Pramesti <em>et al<\/em>., 2023) menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dengan media Wordwall di SDN Purwantoro 1 Malang kelas 1C dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Pada kegiatan pra siklus, keaktifan peserta didik hanya 50%, sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 62,85%. Sedangkan pada siklus II keaktifan sangat meningkat menjadi 86,42%. Penerapan model pembelajaran PBL dengan media Wordwall dapat meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SD.<\/p>\n<p>Penelitian (Yulianti <em>et al.<\/em>, 2024) menunjukkan bahwa keaktifan belajar peserta didik kelas IV A SD Inpres Bontoala 1 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sudah sesuai interval yang ditentukan. Dengan hasil 80% peserta didik dapat sudah dikatakan sangat aktif dalam mengikuti pembelajaran siklus II dan dapat dikatakan sudah berhasil dan tidak perlu dilanjutkan pada tahap siklus selanjutnya.<\/p>\n<p>Penelitian (Fitrianti et al., 2023) menunjukkan bahwa penggunaan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa menghasilkan siswa lebih aktif, berpikir kritis, dan mandiri. Dimana dengan model ini, siswa diminta untuk menemukan solusi dari masalah mereka, dan dengan bantuan media Wordwall, siswa menjadi lebih semangat dan tidak bosan karena dengan bantuan media ini, siswa dapat belajar sambil bermain.<\/p>\n<p>Penerapan model PBL dengan media Wordwall dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SDN 42 Pekanbaru memberikan gambaran positif terhadap peningkatan keaktifan siswa. Kombinasi keduanya mampu menciptakan lingkungan belajar yang interaktif, menyenangkan, dan bermakna. Dengan dukungan yang tepat dari semua pihak, strategi ini berpotensi menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.<\/p>\n<h1>PENUTUP<\/h1>\n<p>Penerapan model <em>Problem Based Learning <\/em>(PBL) dengan media Wordwall dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SDN 42 Pekanbaru efektif meningkatkan keaktifan siswa. Model PBL memberikan pengalaman belajar berbasis masalah yang mendorong siswa berpikir kritis dan bekerja sama, sementara Wordwall menyediakan media interaktif yang menarik dan memotivasi siswa. Kombinasi keduanya menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa, meskipun memerlukan kesiapan teknologi dan kompetensi guru untuk optimalisasi penerapannya.<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/p>\n<p>Aulia, N. (2019). Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Video Terhadap Kemampuan Membaca Bahasa Inggris Siswa. <em>Sustainability (Switzerland)<\/em>, <em>11<\/em>(1),\u00a0 1\u201314. <a href=\"http:\/\/Scioteca.Caf.Com\/Bitstream\/Handle\/123456789\/1091\/RED2017-Eng-\">Http:\/\/Scioteca.Caf.Com\/Bitstream\/Handle\/123456789\/1091\/RED2017-Eng-<\/a> 8ene.Pdf?Sequence=12&amp;Isallowed=Y%<a href=\"http:\/\/Dx.Doi.Org\/10.1016\/J.Regs\">0Ahttp:\/\/Dx.Doi.Org\/10.1016\/J.Regs<\/a> ciurbeco.2008.06.005%0Ahttps:\/\/Www.Researchgate.Net\/Publication\/30532 0484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTAR I<\/p>\n<p>Fitrianti, Syawal, &amp; Wahida. (2023). <em>Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Wordwall Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris<\/em>.<\/p>\n<p>Munawaroh, L. (2015). <em>Pengaruh Media Animasi Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Pada Konsep Sistem Peredaran Darah Manusia (Studi Eksperimen Di SD Islam Al- Ikhlas Cipete Jakarta Selatan)<\/em>. UIN Syarif Hidayaatullah.<\/p>\n<p>Pramesti, A. A., Ekowati, D. W., &amp; Febriyanti, F. (2023). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Menggunakan Media Wordwall Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa SD Pada Pelajaran Bahasa Indonesia. <em>Jurnal Simki Pedagogia<\/em>, <em>6<\/em>(2), 489\u2013499. Https:\/\/Doi.Org\/10.29407\/Jsp.V6i2.316<\/p>\n<p>Puspitasari, C., Reffiane, F., Darmaningsih, A., &amp; Setyawati, R. D. (2024). Analisis Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Dengan Wordwall Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SDN Mlatiharjo 02. <em>Nusra : Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan<\/em>, <em>5<\/em>(3), 1435\u20131443.<\/p>\n<p>Putri, E. Y. (n.d.). <em>KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMPN 02 MERAL<\/em>.<\/p>\n<p>Putri, V. W. (2021). <em>EKSPLORASI HASIL PENELITIAN YANG TERINTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMPUTER (TIK) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA<\/em>. <em>14<\/em>.<\/p>\n<p>Setiawan, I. M. D. (2024). Pengembangan Sistem E-Learning Berbasis Website Di SD Negeri 3 Sesetan. <em>PENDIPA Journal Of Science Education<\/em>, <em>8<\/em>(1), 103\u2013107. Https:\/\/Doi.Org\/10.33369\/Pendipa.8.1.103-107<\/p>\n<p>Setyaningrum, W. J., Wirawati, B., &amp; Suliyastuti, N. (2024). Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV-A SDN Pakis 1 Surabaya Universitas Wijaya Kusuma Surabaya , Indonesia ( PBL ), Yang Berfokus Pada Penggunaan Masalah Nyata Sebagai Sarana Pembelajaran . Membantu S. <em>Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa, Dan Matematika<\/em>, <em>2<\/em>(6), 97\u2013108.<\/p>\n<p>Sinaga, &amp; Soesanto, R. (2022). Upaya Membangun Kedisiplinan Melalui Media Pembelajaran Wordwall Dalam Pembelajaran Daring Pada Siswa Sekolah Dasar. <em>Jurnal Basicedu<\/em>, <em>6<\/em>(2), 1845\u20131857.<\/p>\n<p>Sugiyono. (2022). <em>Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&amp;D<\/em>. Alfabeta.<\/p>\n<p>Yana, E. F., &amp; Witri, G. (N.D.). <em>IMPLEMENTATION PROBLEM BASED LEARNING MODEL TO IMPROVEMENT SOCIAL STUDIES ( IPS ) STUDENT ACHIEVEMENT OF FOURTH GRADERES IV SDN 169 PEKANBARU MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN 169 PEKANBARU<\/em>. <em>Iv<\/em>, 1\u201314.<\/p>\n<p>Yulianti, Asrinda, S., Quraisy, A., &amp; Rafida. (2024). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Menggunakan Media Wordwall Untuk Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik Kelas VI Pada Pelajaran Bahasa Indonesia. <em>Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD Fkip Universitas Mandiri<\/em>, <em>10<\/em>(September), 59\u201369.<\/p>\n<p>Zetriuslita, Z., Ariawan, R., Suripah, S., &amp; Riyan Hidayat, R. (2023). Using Problem-Based Learning to Promote Students\u2019 Critical Thinking and Mathematical Problem-Solving Skills. <em>Jurnal Pendidikan Progresif<\/em>, <em>13<\/em>(2), 281\u2013295. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.23960\/jpp.v13.i2.202311\">https:\/\/doi.org\/10.23960\/jpp.v13.i2.202311<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Riva Gusnaida1,Winda2, Suripah3 rivagusnaida@student.uir.ac.id, winda@student.uir.ac.id, rifah@edu.uir.ac.id 1,2,3Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Riau ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media Wordwall dalam meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SDN 42 Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":532,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"hide","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"0","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","number_popup_post":"3","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","override_template":"1","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-18042","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18042","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18042"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18042\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18042"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18042"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18042"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}