{"id":17822,"date":"2024-12-26T00:43:39","date_gmt":"2024-12-25T16:43:39","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=17822"},"modified":"2024-12-26T00:46:16","modified_gmt":"2024-12-25T16:46:16","slug":"puluhan-bajingan-gelar-aksi-di-tugu-jogja-warganet-heboh-dan-terkecoh-dengan-pesannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/puluhan-bajingan-gelar-aksi-di-tugu-jogja-warganet-heboh-dan-terkecoh-dengan-pesannya\/17822\/","title":{"rendered":"Puluhan \u2018Bajingan\u2019 Gelar Aksi di Tugu Jogja, Warganet Heboh dan Terkecoh dengan Pesannya"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_17824\" aria-describedby=\"caption-attachment-17824\" style=\"width: 272px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar1-3.jpg\" alt=\"\" width=\"272\" height=\"326\" class=\"size-full wp-image-17824\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar1-3.jpg 272w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar1-3-250x300.jpg 250w\" sizes=\"(max-width: 272px) 100vw, 272px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-17824\" class=\"wp-caption-text\">Bagan 1Resource @merapi_uncover<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JurnaPost.com<\/strong> &#8211; Unjuk rasa yang melibatkan kelompok tertentu memang bisa memicu beragam reaksi di kalangan masyarakat, termasuk warganet. Reaksi yang ditampilkan pun beragam, seperti reaksi yang ditunjukkan oleh wargannet atas unggahan Timotius Aquino di akun X @merapi_uncover yang nyaris saja tergocek dengan kalimatnya.<\/p>\n<p>\u201cBreaking News] 08:14 Banyak bajingan unjuk rasa di area Tugu Jogja , mohon jangan lewat jalan tersebut apabila terburu buru\u201d laporan tersebut berasal dari warganet Timotius Aquino yang mengunggah video kepadatan di area tugu jogja.<\/p>\n<p>Diakui oleh beberapa warganet, bahwa tulisan tersebut hampir saja menyulut emosi mereka. Namun apabila menelisik lebij jauh, unggahan tersebut bukanlah sebuah umpatan atau makian, melainkan laporan dalam arti yang sebenarnya.<\/p>\n<p>\u201cTak arani kenopo kok misu-misuh? Ternyata pancen Bajingan tenan [aku kira kenapa kok pada ngumpat? Ternyata emang bajingan beneran\u201d ujar warganet<br \/>\n\u201cReal Bajingan ini,\u201d ujar warganet lainnya.<\/p>\n<p>Dalam video yang disertakan memang terlihat banyaknya gerobak sapi yang memadati area tugu Jogja pada hari Senin (23\/12\/2024) ini. Supir atau kusir dari gerobak sapi inilah yang disebut \u201cbajingan\u201d oleh sang pengunggah dalam bahasa Jawa.<\/p>\n<p>Sebutan unik ini merujuk pada profesi kusir atau pengendali gerobak sapi di Yogyakarta dan sekitarnya. Di mana istilah \u201cbajingan\u201d ini seperti yang dilontarkan oleh salah satu warganet yaitu profesi kusir gerobak sapi yang multitelent.<\/p>\n<p>\u201cBajingan berasal dari &#8220;mbah Jingan&#8221; Seorang pengemudi gerobak sapi yang multi talent, bisa ngerjain pekerjaan apapun. ciri khasnya mengendarai gerobak sapi.  Namanya yang tersohor menyebabkan pengendara gerobak sapi sering disebut bajingan,\u201d timpal warganet.<\/p>\n<p>Inilah yang menjadikan kusir gerobak sapi disebut &#8220;bajingan&#8221; karena pekerjaan mereka identik dengan membawa muatan hasil panen, barang dagangan, atau kebutuhan lain melintasi jalan-jalan desa yang sering berlumpur dan sulit dilalui. Istilah ini sama sekali tidak memiliki konotasi negatif pada awalnya, melainkan hanya menunjuk pada profesi tertentu yang cukup penting dalam masyarakat pedesaan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_17823\" aria-describedby=\"caption-attachment-17823\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar2.jpg\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"339\" class=\"size-full wp-image-17823\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar2.jpg 602w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar2-300x169.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-17823\" class=\"wp-caption-text\">Bagan 2Resource Foto : Djoksuwarno<\/figcaption><\/figure>\n<p>Gerobak sapi biasanya ditarik oleh dua ekor sapi dan menjadi salah satu simbol kehidupan masyarakat Jawa yang agraris. Para bajingan harus memiliki keterampilan khusus dalam mengendalikan sapi, menjaga ritme perjalanan, hingga memahami sifat hewan tersebut agar perjalanan berjalan lancar. <\/p>\n<p>Bajingan memiliki akar sejarah budaya yang menarik bahkan sering ditampilkan dalam festival lokal di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Salah satunya Festival Gerobak Sapi Yogyakarta. sebuah acara budaya yang bertujuan melestarikan tradisi gerobak sapi, kegiatan utamanya meliputi parade gerobak sapi hias, lomba hias dan kecepatan, pertunjukan seni tradisional, pasar rakyat, dan edukasi budaya.<\/p>\n<p>Meski gerobak sapi tidak lagi digunakan sebagai alat transportasi utama di era modern, profesi bajingan tetap dilestarikan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya lokal dan daya tarik wisata daerah setempat. Di mana wisatawan diajak untuk merasakan sensasi dan pengalaman unik menaiki gerobak sapi seraya menikmati pemandangan daerah pedesaan yang khas di Yogyakarta.<\/p>\n<p><strong>Demo Korban Pembangunan Apartemen Memanfaatkan Kearifan Lokal<\/strong><\/p>\n<p>Sementara dalam kasus ini, para bajingan dilibatkan dalam aksi unjuk rasa dalam bentuk protes menolak keras pembangunan apartemen dan menuntut kejelasan nasib para korban.<br \/>\nDilansir dari berbagai sumber, Edi Hardianto menjelaskan bahwa keterlibatan para bajingan dalam kegiatan unjuk rasa merupakan bentuk dari kekuatan dari para korban pembangunan apartemen ini. Perjungan menuntut kejelasan ini diibaratkan seekor sapi yang menarik gerobak dengan berjalan pelan dan kosisten, seperti itulah kondisi para pembeli unit apartemen yang belum mendapatkan legalitasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Edi menyebut bahwa pelibatan para bajingan ini juga merupakan sebagai upaya menjunjung tinggi budaya lokal sekaligus memperkenalkan lebih luas sehingga menjadi daya tarik bagi majunya wisata Yogyakarta.<\/p>\n<p>Penulis : <strong>Dimas Satya Prabowo<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnaPost.com &#8211; Unjuk rasa yang melibatkan kelompok tertentu memang bisa memicu beragam reaksi di kalangan masyarakat, termasuk warganet. Reaksi yang ditampilkan pun beragam, seperti reaksi yang ditunjukkan oleh wargannet atas unggahan Timotius Aquino di akun X @merapi_uncover yang nyaris saja tergocek dengan kalimatnya. \u201cBreaking News] 08:14 Banyak bajingan unjuk rasa di area Tugu Jogja , [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[245,246,247],"class_list":["post-17822","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","tag-demo","tag-tugu-jogja","tag-unjuk-rasa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17822"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17822\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}