{"id":17811,"date":"2024-12-24T17:07:35","date_gmt":"2024-12-24T09:07:35","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=17811"},"modified":"2024-12-24T17:07:35","modified_gmt":"2024-12-24T09:07:35","slug":"hidup-bersama-kecerdasan-buatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/hidup-bersama-kecerdasan-buatan\/17811\/","title":{"rendered":"Hidup bersama kecerdasan buatan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ai-artificial-intelligence-technology-microchip-background-min-66965e52ed641514dc5a59d2.jpg\" alt=\"\" width=\"770\" height=\"431\" class=\"aligncenter size-full wp-image-17812\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ai-artificial-intelligence-technology-microchip-background-min-66965e52ed641514dc5a59d2.jpg 770w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ai-artificial-intelligence-technology-microchip-background-min-66965e52ed641514dc5a59d2-300x168.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ai-artificial-intelligence-technology-microchip-background-min-66965e52ed641514dc5a59d2-768x430.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ai-artificial-intelligence-technology-microchip-background-min-66965e52ed641514dc5a59d2-750x420.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 770px) 100vw, 770px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Artificial Intelligence (AI)  atau sering disebut dengan kecerdasan buatan semakin kerap terdengar pada kehidupan kita saat ini. Tidak dipungkiri jaringan digital menjadi jembatan seorang individu bersentuhan langsung dengan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan yang tertanam pada ekosistem digital memberikan dampak yang signifikan dalam membantu manusia beraktifitas. Bagaimana peran kecerdasan buatan meningkatkan produktifitas seorang individu? Dan apakah kecerdasan buatan selalu memberikan dampak positif? Yuk kita menyelami bagaimana kecerdasan buatan yang mungkin secara tidak sadari ada disekitar kita.<\/p>\n<p><strong>Jembatan Internet dan AI<\/strong><br \/>\nSeiring dengan majunya infrastruktur digital,seperti pemerataan jaringan internet dan teknologi digital,  penerapan kecerdasan buatan tumbuh dengan pesat dan menjamur disetiap lini kehidupan. Internet berperan sebagai tulang punggung utama dalam pengembangan dan penyebaran teknologi AI. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 221.563.479 jiwa, dengan pertumbuhan 2,67% dari tahun sebelumnya. <\/p>\n<p>Sebagai contoh, dalam dunia e-commerce, AI digunakan oleh penyedia Toko Online untuk menganalisis perilaku pencarian, riwayat pembelian, dan preferensi pelanggan untuk merekomendasikan produk yang relevan. Hasilnya, konsumen dapat menemukan produk dengan lebih cepat, sementara pelaku UMKM mendapat peluang lebih besar untuk menjual barang mereka kepada target audiens yang tepat. Hal ini secara tidak langsung, AI berperan dalam memajukan perekonomian negara. <\/p>\n<p>Tidak menutup kemungkinan internet dan AI memberikan pengaruh hingga daerah terpencil.  Kini semakin terlihat perpaduan pemanfaatan internet dan AI  menjadi motor utama transformasi di berbagai aspek kehidupan, membentuk masa depan yang lebih terhubung, efisien, dan inovatif. <\/p>\n<p><strong>Teknologi digital AI pada sektor umum<\/strong><br \/>\nTidak dipungkiri seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan Teknologi, penerapan teknologi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Teknologi digital tidak hanya berhenti pada perangkat keras seperti ponsel pintar dan komputer, tetapi juga perkembangan ekosistem perangkat lunak didalamnya. Dalam hal ini memberikan fitur baru yang membantu manusia menjalankan aktivitasnya. <\/p>\n<p><strong>Berikut adalah contoh penerapan AI pada berbagai sektor umum<\/strong> : <\/p>\n<p>a)\tPada sektor Pendidikan, AI digunakan untuk menciptakan sistem pembelajaran adaptif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu secara multiplatform. Dengan ini kesenjangan perangkat keras dapat diminimalisir dan dapat menjamah berbagai level elemen individu. <\/p>\n<p>b)\tDi bidang kesehatan, berbagai aplikasi berbasis AI diciptakan untuk membantu pelayan kesehatan dalam mengetahui histori pasien secara komprehensif dan memberikan analisis medis lebih cepat dan akurat. Seperti yang dilaporkan oleh sehatnegeriku.kemkes.go.id, Kemenkes RI akan mencoba pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di tiga rumah sakit ternama di Indonesia, yakni Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, Rumah Sakit Kanker Dharmais, dan Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang.  Tentu hal ini akan berdampak pada kecepatan pelayanan dan menghindari biaya lebih besar dengan cara melakukan tindakan preventif sebelum sakit menjadi parah.<\/p>\n<p>c)\tPada bidang transportasi, pada negara maju sudah menerapkan AI pada kendaraan bermotor sehingga dapat berjalan secara otomatis. Hal ini serupa juga telah dilakukan inisiasi oleh Tim Peneliti di Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan meluncurkan Intelligent Car (iCar). Pada prototypenya iCar saat ini beroperasi pada lingkungan kampus dan berencana memproduksi iCar secara massal sehingga dapat digunakan pula di public area seperti yang dikutip pada its.ac.id<\/p>\n<p>Secara umum pemanfaatan AI pada teknologi digital akan menambah nilai lebih dan meningkatkan kapabilitas kepada penggunanya baik di skala kecil maupun besar. Bagaimana dengan pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas sehari \u2013 hari?<\/p>\n<p><strong>Artificial Intelligence pada kehidupan sehari hari<\/strong><br \/>\nPada era saat ini, mayoritas orang memiliki smart phone maupun komputer pribadi baik untuk studi maupun bekerja. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan sehari-hari telah membuka peluang besar bagi individu untuk meningkatkan kapabilitas mereka. Selain itu mendukung pengembangan keterampilan dan peningkatan kemampuan secara berkelanjutan. Dengan adopsi teknologi ini, individu dapat bekerja lebih cerdas, belajar lebih efektif, dan hidup dengan lebih terorganisir. Adapun contoh pemanfaatannya :<\/p>\n<p><strong>1.\tPengelolaan Waktu dan Prioritas<\/strong><br \/>\nAplikasi manajemen tugas berbasis AI, seperti Google Calendar dan Todoist, dapat secara otomatis menyesuaikan jadwal berdasarkan prioritas, mengingatkan tenggat waktu, dan menyarankan perubahan agar individu tetap produktif<\/p>\n<p><strong>2.\tEfisiensi di Tempat Kerja<\/strong><br \/>\nDi dunia kerja, AI semakin banyak digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan kapabilitas individu dalam menyelesaikan tugas. Seperti halnya untuk membantu memperbaiki tata bahasa dan memperjelas tulisan, menjadikannya lebih profesional dan mudah dipahami. Selain itu, aplikasi untuk analisis data, seperti Microsoft Excel dengan fitur otomasinya, memungkinkan individu untuk mengolah data besar secara efisien dan dapat membuat dashboard untuk memudahkan membuat Keputusan<\/p>\n<p><strong>3.\tPengembangan Kreativitas dan Hobi<\/strong><br \/>\nSaat ini banyak beredar aplikasi mapun web online yang menyediakan bantuan AI untuk melakukan pengembangan dan customisasi gambar digital. Selain itu ada pula AI yang digunakan untuk membantu menyusun script programming yang dapat membantu individu membuat proyek dengan tidak perlu melakukan coding, yang tentu akan menguras waktu dan tenaga.<\/p>\n<p>Dari sudut pandang ini, AI telah merevolusi cara kita mengakses dan memproses informasi  secara positif. Namun, perlu diketahui dengan seluruh kemudahan akses ini, adapun etika yang harus dijunjung saat menggunakan AI. <\/p>\n<p>Bagaimana AI bekerja ?  Pada dasarnya, AI akan semakin pintar dan efisien sesuai dengan input yang telah diberikannya dari waktu ke waktu . Data input seluruh pengguna AI yang tersimpan serta terakumulasi tersebut akan digunakan AI untuk proses self-learning. AI menggunakan algoritma yang sangat kompleks yang memberikan kemampuan mencerna seluruh input yang masuk. Keakurasian hasil AI akan terus meningkat seiring dengan banyaknya data dan kebenaran data yang digunakan. Sebaliknya, jika input data yang digunakan memiliki bias, maka hasil dari AI akan ada bias. Dengan adanya kondisi ini, setiap hasil karya AI perlu dilakukan validasi kembali secara komprehensif. <\/p>\n<p>Kecerdasan buatan (AI) terus berkembang pesat, menghadirkan dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas sehari-hari. Kemampuan AI untuk belajar dari data, memberikan solusi yang efisien, dan mendukung produktivitas individu adalah bukti nyata revolusi digital yang sedang berlangsung.<\/p>\n<p>Namun, penting untuk diingat bahwa kemudahan dan manfaat yang ditawarkan AI juga disertai dengan tanggung jawab yang besar. Etika dalam penggunaan AI menjadi landasan utama agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara bijak dan tidak menimbulkan dampak negatif. Validasi hasil karya AI adalah langkah penting untuk memastikan keakuratan dan mengurangi potensi bias yang mungkin terjadi akibat data yang tidak seimbang.<\/p>\n<p>Dengan terus berkembangnya ekosistem digital dan infrastruktur teknologi, AI memiliki potensi tak terbatas untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Namun, peran manusia tetap menjadi kunci untuk memastikan bahwa teknologi ini digunakan dengan cara yang membawa manfaat positif bagi semua lapisan masyarakat. Sebagai pengguna, kita harus bijak memanfaatkan AI tidak hanya untuk meningkatkan kapabilitas individu tetapi juga untuk membangun kehidupan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Penulis : <strong>Unggul Wahyu Tri Purnomo Putro<\/strong><br \/>\nAffiliasi : <strong>Mahasiswa Program Magister, Departemen Teknik Elektro, ITS<\/strong><\/p>\n<p>Sumber :<br \/>\n<em>https:\/\/apjii.or .id\/berita\/d\/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang<br \/>\nhttps:\/\/sehatnegeriku. kemkes.go.id\/baca\/umum\/20240710\/3345954\/ai-mulai-wujudkan-efisiensi-pelayanan-kesehatan-indonesia\/<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Artificial Intelligence (AI) atau sering disebut dengan kecerdasan buatan semakin kerap terdengar pada kehidupan kita saat ini. Tidak dipungkiri jaringan digital menjadi jembatan seorang individu bersentuhan langsung dengan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan yang tertanam pada ekosistem digital memberikan dampak yang signifikan dalam membantu manusia beraktifitas. Bagaimana peran kecerdasan buatan meningkatkan produktifitas seorang individu? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17812,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-17811","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17811"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17811\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}