{"id":17765,"date":"2024-12-09T07:17:04","date_gmt":"2024-12-08T23:17:04","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=17765"},"modified":"2024-12-09T07:17:04","modified_gmt":"2024-12-08T23:17:04","slug":"polemik-kekalahan-andhika-hendi-pada-pilgub-jateng-di-kandang-banteng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/polemik-kekalahan-andhika-hendi-pada-pilgub-jateng-di-kandang-banteng\/17765\/","title":{"rendered":"Polemik Kekalahan Andhika-Hendi pada Pilgub Jateng di Kandang Banteng"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-17766\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-WhatsApp-2024-12-09-pukul-06.06.28_90a0b936.jpg\" alt=\"\" width=\"408\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-WhatsApp-2024-12-09-pukul-06.06.28_90a0b936.jpg 1500w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-WhatsApp-2024-12-09-pukul-06.06.28_90a0b936-300x300.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-WhatsApp-2024-12-09-pukul-06.06.28_90a0b936-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-WhatsApp-2024-12-09-pukul-06.06.28_90a0b936-150x150.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-WhatsApp-2024-12-09-pukul-06.06.28_90a0b936-768x768.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-WhatsApp-2024-12-09-pukul-06.06.28_90a0b936-75x75.jpg 75w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-WhatsApp-2024-12-09-pukul-06.06.28_90a0b936-350x350.jpg 350w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-WhatsApp-2024-12-09-pukul-06.06.28_90a0b936-750x750.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-WhatsApp-2024-12-09-pukul-06.06.28_90a0b936-1140x1140.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 408px) 100vw, 408px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Pasangan Andhika-Hendi menjadi calon gubernur dan calon wakil gubernur yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dalam Pilgub ini, Andhika-Hendi harus bersaing dengan Luthfi-Taj Yassin yang diketahui mendapat dukungan dari Jokowi dan Prabowo. Kekalahan Andhika-Hendi menjadi sebuah polemic yang cukup menegangkan di Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan Jawa Tengah menjadi daerah kekuasaan PDIP selama 20 tahun terakhir. Seperti diketahui, bahwa Andhika-Hendi ini berlatar belakang nasionalis. Sementara, Luthfi berlatar belakang nasionalis dan untuk Taj Yassin berlatar belakang agamis.<\/p>\n<p>Latar belakang dari para calon tersebut sangat memberikan pengaruh yang besar dalam menarik perhatian warga Jawa Tengah. Setiap calon memiliki daya tarik tersendiri. Akan tetapi, keterlibatan Presiden ke-7 Jokowi dan Prabowo yang secara terang-terangan memberikan dukungan kepada Luthfi-Taj Yassin membuat para warga ikut serta memberikan dukungan mereka kepada Luthfi-Taj Yassin. Keterlibatan Jokowi dan Prabowo ini sangat mempengaruhi suara bagi Andhika-Hendi. Dimana, mereka harus mengalami kekalahan telak di kandang sendiri. Kekalahan Andhika-Hendi ini menjadi sebuah tanda tanya besar terkait dengan kejayaan PDIP di Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Menurut Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, kekalahan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Andhika-Hendi dalam hitung cepat pilkada Jawa Tengah disebabkan karena turunnya dominasi PDIP di Jawa Tengah. Ia pun tak memungkiri bahwa ada dukungan Presiden ke-7 Joko Widodo yang ikut berkampanye mendukung Luthfi-Taj Yassin pada Pilkada Jateng 2024. Dengan turun langsungnya Presiden ke-7 Joko Widodo ini menjadi factor kuat kemenangan Luthfi-Taj Yassin.<\/p>\n<p>Dimana hal ini, menjadi kekalahan telak bagi Andhika-Hendi di kandang sendiri. Menurutnya, pasangan Andhika-Hendi merupakan calon yang kompetitif untuk menyaingi Luthfi-Taj Yassin. Akan tetapi semua berubah tak kala Jokowi turun gunung memberikan dukungan pada Luthfi-Taj Yassin yang secara otomatis di detik-detik terakhir mengalami kenaikan elektabilitas. Keikutsertaan Jokowi dalam mendukung salah satu paslon tersebut menjadi daya Tarik dan pemantik penggerak. Hal tersebut, membuat kekalahan telak bagi Andhika-Hendi di kandang sendiri. Hal ini dikarenakan, pihak pendukung Andhika-Hendi seperti Megawati atau pak Ganjar tidak turun langsung dalam memberikan dukungan kepada paslon Andhika-Hendi.<\/p>\n<p>Penulis: <strong>Ikmah Wati dan Tri Nita Rahmawati<\/strong><br \/>\nMata Kuliah: <strong>Pendidikan Politik<\/strong><br \/>\nDiampu oleh <strong>Dr. Herdi Wisman Jaya<\/strong><br \/>\n<strong>Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan<\/strong><br \/>\n<strong>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan<br \/>\nUniversitas Pamulang<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Pasangan Andhika-Hendi menjadi calon gubernur dan calon wakil gubernur yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dalam Pilgub ini, Andhika-Hendi harus bersaing dengan Luthfi-Taj Yassin yang diketahui mendapat dukungan dari Jokowi dan Prabowo. Kekalahan Andhika-Hendi menjadi sebuah polemic yang cukup menegangkan di Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan Jawa Tengah menjadi daerah kekuasaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17766,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-17765","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17765"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17765\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17766"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}