{"id":1771,"date":"2023-07-06T19:56:44","date_gmt":"2023-07-06T11:56:44","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=1771"},"modified":"2023-07-06T19:56:44","modified_gmt":"2023-07-06T11:56:44","slug":"pemanfaatan-lahan-pekarangan-sempit-di-wilayah-perkotaan-menjadi-budidaya-tanaman-buah-dalam-pot-tabulampot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pemanfaatan-lahan-pekarangan-sempit-di-wilayah-perkotaan-menjadi-budidaya-tanaman-buah-dalam-pot-tabulampot\/1771\/","title":{"rendered":"Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sempit Di Wilayah Perkotaan Menjadi Budidaya Tanaman Buah Dalam Pot (TABULAMPOT)"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Kita mungkin sudah tidak asing dengan kata tabulampot. Sebenarnya apasih tabulampot itu? dan bagaimana cara membuat dan merawatnya?. Di artikel ini kita akan membahas lebih dalam tentang Tabulampot.<\/p>\n<p>Tabulampot atau Tanaman buah dalam pot adalah salah satu solusi menanam buah tetapi tidak memiliki lahan yang luas. Pasalnya cara menanam tanaman ini tidak membutuhkan lahan yang luas seperti menanam buah pada umumnya melainkan hanya membutuhkan sebuah pot. Seperti Namanya tanaman ini dapat diproduksi dalam pot yang dapat dijadikan hiasan atau memang diproduksi buahnya. Tanaman ini dapat dibudidaya dengan memanfatkan lahan pekarangan atau lahan sempit lainnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1773\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/jjjjjjj67.webp\" alt=\"\" width=\"365\" height=\"487\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/jjjjjjj67.webp 365w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/jjjjjjj67-225x300.webp 225w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/jjjjjjj67-150x200.webp 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/jjjjjjj67-300x400.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 365px) 100vw, 365px\" \/><\/p>\n<p>Ada beberapa jenis tanaman buah yang umumnya ditanam dalam pot seperti mangga, jeruk, delima, jambu biji, sawo, dll. Seperti yang terlihat pada gambar Amanda Ayun Salsabila Mahasiswa UPN \u201cVeteran\u201d Jawa Timur sedang melakukan Tabulampot tanaman jeruk lemon. Bibit tersebut didapatkan dari hasil cangkokan jeruk lemon California di Seameo Biotrop.<\/p>\n<p><strong>Cara membuat tabulampot pun cukup sederhana, Berikut Langkah-langkahnya<\/strong><\/p>\n<p>1. <strong>Pemilihan bibit<\/strong><br \/>\npemilihan bibit yang digunakan untuk metode tanam tabulampot lebih baik menggunakan hasil perbanyakan vegetatif seperti stek, okulasi, cangkok, dll. Pada perbanyakan tanaman secara vegetatif, maka sifat tanaman bisa diprediksi mirip dengan induknya. Sehingga dapat menentukan bibit tanaman yang unggul baik dari segi ketahanan maupun produksi.<\/p>\n<p>2. <strong>Pembuatan media tanam<\/strong><br \/>\nMedia tabulampot yang baik adalah media yang dapat menyimpan air dengan baik serta menjalankan peran aktif sebagai pemasok nutrisi tanaman. Pada umumnya campuran media yang digunakan dalam pembuatan media tanam tabulampot adalah 1:1:1 (campuran tanah, pupuk kompos, dan arang sekam). Setelah pencampuran media tanam, selanjutnya adalah memasukkan media tanam tersebut ke dalam wadah (planter<br \/>\nbag). Wadah yang digunakan harus memiliki ruang untuk turunnya air sehingga<br \/>\nair yang tertampung ke dalam wadah tabulampot tidak menggenang.<\/p>\n<p>3. <strong>Penanaman bibit tanaman <\/strong><br \/>\nTerdapat langkah-langkah yang dilakukan untuk memindahkan bibit tanaman ke dalam wadah tabulampot adalah sebagai berikut.<br \/>\na. Siapkan media tanam yang terdiri atas campuran 1:1:1 antara tanah, pupuk kompos dan arang sekam. Kemudian ayak bahan-bahan tersebut hingga teksturnya lebih halus.<br \/>\nb. Siapkan wadah pot (planter bag). Sesuaikan ukuran pot dengan ukuran tanaman, jika tanaman semakin membesar, bisa dilakukan penggantian pot sekaligus peremajaan media tanam.<br \/>\nc. Isikan media tanam ke dalam wadah pot hingga setengahnya terisi.<br \/>\nd. Pangkas sebagian daun sekunder pada bibit untuk mengurangi terjadinya penguapan.<br \/>\ne. Tanam bibit ke dalam media yang disediakan kemudian timbun bibit dengan media tanam hingga pangkal batang.<br \/>\nf. Tekan dan padatkan media tanam disekitar pangkal batang tanaman agar tanaman tertopang kuat pada media tanam.<br \/>\ng. Kemudian siram dengan air secukupnya dan tempatkan tabulampot ke dalam tempat yang teduh agar dapat beradaptasi dengan lingkungan.<br \/>\nh. Setelah 1 minggu tanam, tabulampot dapat dipindahkan ke tempat yang terbuka dengan paparan sinar matahari yang baik.<br \/>\n4. Perawatan<\/p>\n<p>Perawatan dilakukan dengan beberapa kegiatan, yaitu penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan. Penyiraman dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dalam pot, sehingga diperlukan pengecekan rutin, dan pengecekan ini dapat dilakukan pada waktu pagi, siang, ataupun sore hari. Pemupukan tabulampot tidak difokuskan pada perkembangan fisik tanaman, karena tabulampot pada dasarnya bertujuan untuk ditanam di dalam pot yang cenderung kecil, sehingga pupuk dasar yang dapat digunakan adalah pupuk kandang yang telah benar-benar terfermentasi sempurna. Pemangkasan merupakan hal yang perlu diperhatikan saat melakukan budidaya tabulampot, karena pemangkasan tidak hanya bertujuan untuk mempercantik tanaman, tetapi juga untuk mempertahankan bentuk dan mengoptimalkan fase pembungaan dan pembuahan pada tabulampot.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Kita mungkin sudah tidak asing dengan kata tabulampot. Sebenarnya apasih tabulampot itu? dan bagaimana cara membuat dan merawatnya?. Di artikel ini kita akan membahas lebih dalam tentang Tabulampot. Tabulampot atau Tanaman buah dalam pot adalah salah satu solusi menanam buah tetapi tidak memiliki lahan yang luas. Pasalnya cara menanam tanaman ini tidak membutuhkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1772,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1771","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1771","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1771"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1771\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1772"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1771"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1771"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1771"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}