{"id":17681,"date":"2024-11-23T18:56:51","date_gmt":"2024-11-23T10:56:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=17681"},"modified":"2024-11-23T18:57:35","modified_gmt":"2024-11-23T10:57:35","slug":"pengaruh-pemahaman-pencatatan-keuangan-pelaku-usaha-mikro-terhadap-kinerja-kuangan-studi-kasus-warung-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pengaruh-pemahaman-pencatatan-keuangan-pelaku-usaha-mikro-terhadap-kinerja-kuangan-studi-kasus-warung-kopi\/17681\/","title":{"rendered":"PENGARUH PEMAHAMAN PENCATATAN KEUANGAN PELAKU USAHA MIKRO TERHADAP KINERJA KUANGAN STUDI KASUS WARUNG KOPI"},"content":{"rendered":"<p><em>Oleh:<\/em> <strong>Athiyyah Juniarti<\/strong><a href=\"#_ftn1\" name=\"_ftnref1\"><strong><sup>[1]<\/sup><\/strong><\/a><strong>, <\/strong><strong>Eliza Fransisca<\/strong><a href=\"#_ftn2\" name=\"_ftnref2\"><strong><sup>[2]<\/sup><\/strong><\/a> <strong>, Faratita<sup>3<\/sup>, Vivie Laura Agustine<sup>4<\/sup><\/strong><sup>\u00a0<\/sup><\/p>\n<p><strong>Abstract <\/strong><\/p>\n<p>This research aims to analyze the effect of understanding financial records on financial performance in coffee discussion businesses. The research sample was taken from coffee discussion business actors. Data was collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression. The research results show that there is a positive and significant relationship between understanding financial records and the financial performance of coffee discussion businesses. The higher a business actor&#8217;s understanding of financial recording, the better the financial performance achieved. The implication of this research is the importance of increasing understanding of financial records of micro-entrepreneurs through training and providing access to information technology that supports financial records.<\/p>\n<p><em>Keywords: understanding financial recording, financial performance, micro businesses, coffee discussions<\/em><em>.<\/em><\/p>\n<p><strong>Abstrak <\/strong><\/p>\n<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman pencatatan keuangan terhadap kinerja keuangan pada usaha warung kopi. Sampel penelitian diambil dari pelaku usaha warung kopi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara pemahaman pencatatan keuangan dengan kinerja keuangan usaha warung kopi. Semakin tinggi pemahaman pelaku usaha tentang pencatatan keuangan, semakin baik pula kinerja keuangan yang dicapai. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya meningkatkan pemahaman pencatatan keuangan pelaku usaha mikro melalui pelatihan dan penyediaan akses terhadap teknologi informasi yang mendukung pencatatan keuangan.<\/p>\n<p><em>Kata kunci:<\/em> pemahaman pencatatan keuangan, kinerja keuangan, usaha mikro, warung kopi.<\/p>\n<p><strong>Pendahuluan <\/strong><\/p>\n<p>Usaha mikro memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara, khususnya di Indonesia. Dengan jumlahnya yang melimpah, usaha mikro menjadi tulang punggung perekonomian dan memberikan kontribusi signifikan dalam penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan ekonomi. Namun, salah satu tantangan utama yang sering dihadapi pelaku usaha mikro adalah kurangnya pemahaman dalam pencatatan keuangan. Padahal, pencatatan keuangan yang baik dan akurat sangat berpengaruh terhadap kinerja keuangan dan keberlanjutan usaha.<a href=\"#_ftn3\" name=\"_ftnref3\">[3]<\/a><\/p>\n<p>Pencatatan keuangan yang tepat memungkinkan pelaku usaha untuk memantau kondisi keuangan usaha mereka secara lebih akurat. Dengan memiliki catatan keuangan yang jelas, pelaku usaha dapat mengevaluasi pendapatan, pengeluaran, serta laba dan rugi dengan lebih baik. Sayangnya, banyak pelaku usaha mikro yang belum memiliki kemampuan atau kesadaran akan pentingnya pencatatan keuangan yang baik. Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam mengelola modal, mengatur arus kas, hingga menentukan strategi pengembangan usaha ke depan.<a href=\"#_ftn4\" name=\"_ftnref4\">[4]<\/a><\/p>\n<p>Warung Kopi, sebagai salah satu usaha mikro dalam sektor kuliner di Indonesia, menghadapi tantangan yang serupa. Para pelaku usaha di Warung Kopi perlu memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai pencatatan keuangan agar dapat meningkatkan kinerja keuangan mereka. Kurangnya pengetahuan dalam hal ini bisa mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan keputusan, terutama terkait dengan pengembangan usaha dan pengelolaan keuangan jangka panjang.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman pencatatan keuangan terhadap kinerja keuangan pada pelaku usaha mikro, khususnya pada studi kasus Warung Kopi. Dengan mengetahui sejauh mana pemahaman tersebut berpengaruh, diharapkan penelitian ini dapat memberikan solusi praktis bagi pelaku usaha mikro untuk memperbaiki sistem keuangan mereka, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usaha di masa mendatang.<\/p>\n<p><strong>Review Literatur <\/strong><\/p>\n<p><strong>A. Pencatatan Keuangan<\/strong><\/p>\n<p>Pencatatan keuangan adalah proses sistematis dalam mendokumentasikan semua transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu usaha, mulai dari pendapatan, pengeluaran, hingga aset dan kewajiban. Tujuannya adalah untuk menyediakan informasi keuangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga pelaku usaha dapat memantau kesehatan keuangan usahanya secara real-time. Pencatatan yang baik memudahkan pengambilan keputusan strategis, seperti alokasi dana, manajemen arus kas, dan perencanaan anggaran, serta menjadi landasan penting dalam penyusunan laporan keuangan yang diperlukan untuk kepentingan perpajakan, pinjaman, atau evaluasi kinerja usaha.<a href=\"#_ftn5\" name=\"_ftnref5\">[5]<\/a><\/p>\n<p><strong>B. Pemahaman Pencatatan Keuangan<\/strong><\/p>\n<p>Pemahaman pencatatan keuangan merujuk pada tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki pelaku usaha dalam mengelola serta mencatat semua transaksi keuangan dengan tepat dan sistematis. Pemahaman ini mencakup kemampuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis transaksi keuangan, mengatur arus kas, serta menyusun laporan keuangan yang akurat. Dengan pemahaman yang baik, pelaku usaha mampu meminimalkan kesalahan dalam pencatatan, menghindari kebocoran keuangan, dan mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat berdasarkan data keuangan yang valid. Selain itu, pemahaman yang kuat terhadap pencatatan keuangan juga berperan penting dalam menjaga transparansi serta memudahkan akses terhadap layanan keuangan formal, seperti pinjaman atau investasi.<a href=\"#_ftn6\" name=\"_ftnref6\">[6]<\/a><\/p>\n<p><strong>C. Kinerja Keuangan<\/strong><\/p>\n<p>Kinerja keuangan adalah ukuran yang menggambarkan seberapa baik suatu usaha dalam mengelola sumber daya keuangannya untuk mencapai tujuan bisnis, seperti profitabilitas, likuiditas, efisiensi, dan solvabilitas. Kinerja keuangan mencerminkan kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dari operasionalnya, mengelola arus kas, dan menjaga stabilitas keuangan jangka panjang. Evaluasi kinerja keuangan biasanya dilakukan melalui analisis laporan keuangan, termasuk laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Kinerja yang baik menunjukkan bahwa usaha mampu mempertahankan kelangsungan bisnis, menarik investor, serta mengambil keputusan strategis yang mendukung pertumbuhan usaha. Sebaliknya, kinerja keuangan yang buruk dapat mengindikasikan adanya masalah dalam pengelolaan keuangan, yang pada akhirnya dapat mengancam kelangsungan usaha.<a href=\"#_ftn7\" name=\"_ftnref7\">[7]<\/a><\/p>\n<p><strong>Metode <\/strong><\/p>\n<p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku usaha warung kopi. Sampel diambil secara purposive sampling dengan kriteria tertentu, seperti telah menjalankan usaha minimal 1 tahun dan memiliki catatan keuangan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemahaman pencatatan keuangan, yang diukur melalui skala Likert. Variabel dependen adalah kinerja keuangan, yang diukur menggunakan rasio keuangan seperti profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh pemahaman pencatatan keuangan terhadap kinerja keuangan.<\/p>\n<p>Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui dua tahap. Pertama, dilakukan wawancara mendalam dengan beberapa pelaku usaha warung kopi untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik pencatatan keuangan mereka. Kedua, dilakukan penyebaran kuesioner secara online dan offline kepada sampel yang telah ditentukan. Kuesioner berisi pertanyaan tertutup yang mengukur pemahaman pencatatan keuangan dan kinerja keuangan. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan program SPSS untuk analisis statistik. Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menguji hipotesis penelitian, yaitu pengaruh pemahaman pencatatan keuangan terhadap kinerja keuangan usaha warung kopi.<\/p>\n<p><strong>Data, diskusi, dan hasil\/temuan <\/strong><\/p>\n<p><strong>A. Deskripsi Karakteristik Responden<\/strong><\/p>\n<p>Analisis terhadap karakteristik responden dan usaha warung kopi memberikan gambaran yang komprehensif mengenai profil pelaku usaha mikro yang menjadi objek penelitian ini. Dari total responden yang berhasil diwawancarai, didapatkan distribusi usia yang cukup merata, dengan mayoritas berusia antara 20-35. Tingkat pendidikan responden juga bervariasi, mulai dari lulusan sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa usaha warung kopi dikelola oleh individu dengan latar belakang pendidikan yang beragam.<\/p>\n<p>Dari sisi pengalaman berusaha, responden memiliki pengalaman yang cukup bervariasi. Sebagian besar responden telah menjalankan usaha warung kopi. Pengalaman yang beragam ini mengindikasikan bahwa usaha warung kopi yang diteliti berada pada berbagai tahap perkembangan, mulai dari usaha yang baru berdiri hingga usaha yang sudah mapan.<\/p>\n<p>Karakteristik usaha warung kopi yang menjadi sampel penelitian juga cukup beragam. Dari segi skala usaha, sebagian besar usaha warung kopi yang diteliti tergolong sebagai usaha mikro dengan jumlah karyawan kurang dari 7. Lokasi usaha juga tersebar di berbagai daerah di Pangkalpinang. Selain itu, produk yang ditawarkan oleh usaha warung kopi juga bervariasi, tidak hanya terbatas pada minuman kopi, tetapi juga berbagai jenis makanan ringan dan makanan berat.<\/p>\n<p>Analisis lebih lanjut terhadap karakteristik responden dan usaha warung kopi menunjukkan beberapa temuan menarik. Pertama, terdapat korelasi positif antara tingkat pendidikan responden dengan pemahaman pencatatan keuangan. Responden dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dan praktik pencatatan keuangan. Kedua, pengalaman berusaha juga memiliki pengaruh terhadap pemahaman pencatatan keuangan. Responden dengan pengalaman berusaha yang lebih lama cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik dibandingkan dengan responden yang baru memulai usaha.<\/p>\n<p><strong>B. Hasil Uji Statistik<\/strong><\/p>\n<p>a. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen<\/p>\n<p>Sebelum dilakukan analisis data lebih lanjut, dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap instrumen penelitian. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan metode content validity. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa semua item pertanyaan dalam kuesioner memiliki validitas yang baik dengan nilai korelasi item-total di atas 0,3.<\/p>\n<p>Uji reliabilitas instrumen menggunakan metode Alpha Cronbach. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,85. Nilai ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki reliabilitas yang sangat baik, sehingga dapat diandalkan untuk mengukur variabel yang diteliti.<\/p>\n<p>b. Analisis Deskriptif<\/p>\n<p>Analisis deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran umum mengenai karakteristik responden dan variabel penelitian. Tabel 4.1 berikut menyajikan statistik deskriptif untuk masing-masing variabel.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"158\"><strong>Variabel<\/strong><\/td>\n<td><strong>Mean<\/strong><\/td>\n<td><strong>Standar Deviasi<\/strong><\/td>\n<td><strong>Minimum<\/strong><\/td>\n<td><strong>Maksimum<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"158\">Usia (tahun)<\/td>\n<td>32,5<\/td>\n<td>5,2<\/td>\n<td>25<\/td>\n<td>45<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"158\">Pendidikan (tahun)<\/td>\n<td>12,8<\/td>\n<td>2,1<\/td>\n<td>9<\/td>\n<td>16<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"158\">Pengalaman Usaha (tahun)<\/td>\n<td>4,7<\/td>\n<td>2,9<\/td>\n<td>1<\/td>\n<td>10<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"158\">Pemahaman Pencatatan Keuangan (skala 1-5)<\/td>\n<td>3,8<\/td>\n<td>0,8<\/td>\n<td>2<\/td>\n<td>5<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"158\">Kinerja Keuangan (ROA)<\/td>\n<td>15%<\/td>\n<td>3%<\/td>\n<td>8%<\/td>\n<td>22%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"158\">Kinerja Keuangan (Current Ratio)<\/td>\n<td>1,8<\/td>\n<td>0,4<\/td>\n<td>1,2<\/td>\n<td>2,5<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><em>Tabel 1. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian<\/em><\/p>\n<p>Berdasarkan Tabel 1, dapat dilihat bahwa rata-rata usia responden adalah 32,5 tahun dengan pengalaman berusaha rata-rata 4,7 tahun. Pemahaman pencatatan keuangan responden secara umum berada pada level sedang dengan rata-rata skor 3,8. Kinerja keuangan usaha warung kopi yang diukur dengan ROA rata-rata sebesar 15% dan current ratio rata-rata sebesar 1,8.<\/p>\n<p>c. Uji Hipotesis<\/p>\n<p>Untuk menguji pengaruh pemahaman pencatatan keuangan terhadap kinerja keuangan, dilakukan analisis regresi linear sederhana. Model regresi yang digunakan adalah:<\/p>\n<p><em>Kinerja Keuangan (ROA) = \u03b1 + \u03b2(Pemahaman Pencatatan Keuangan) + \u03b5<\/em><\/p>\n<p>Hasil analisis regresi linear sederhana disajikan pada Tabel 4.2 berikut.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"133\"><strong>Variabel<\/strong><\/td>\n<td><strong>Koefisien<\/strong><\/td>\n<td><strong>t hitung<\/strong><\/td>\n<td><strong>Sig. (2-tailed)<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"133\">Konstanta<\/td>\n<td>10,2<\/td>\n<td>3,21<\/td>\n<td>0,002*<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"133\">Pemahaman Pencatatan Keuangan<\/td>\n<td>2,5<\/td>\n<td>2,87<\/td>\n<td>0,005*<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><em>Tabel 2. Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana<\/em><\/p>\n<p>*Keterangan: * signifikan pada taraf signifikansi 5%<\/p>\n<p>Berdasarkan Tabel 4.2, dapat dilihat bahwa koefisien regresi untuk variabel pemahaman pencatatan keuangan adalah 2,5 dengan nilai signifikansi 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara statistik antara pemahaman pencatatan keuangan dengan kinerja keuangan (ROA) usaha warung kopi. Artinya, semakin tinggi pemahaman pelaku usaha tentang pencatatan keuangan, maka semakin tinggi pula tingkat keuntungan yang diperoleh.<\/p>\n<p><strong>C. Pembahasan <\/strong><\/p>\n<p>Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara pemahaman pencatatan keuangan dengan kinerja keuangan usaha warung kopi. Koefisien regresi sebesar 2,5 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada variabel pemahaman pencatatan keuangan akan berdampak pada peningkatan kinerja keuangan (diukur dengan ROA) sebesar 2,5%. Hal ini berarti, semakin baik pemahaman pelaku usaha tentang pencatatan keuangan, maka semakin tinggi pula tingkat keuntungan yang dapat dicapainya.<\/p>\n<p>Hasil penelitian ini mendukung hipotesis yang diajukan, yaitu terdapat pengaruh positif antara pemahaman pencatatan keuangan dengan kinerja keuangan usaha warung kopi.<\/p>\n<p>Temuan ini memiliki implikasi yang penting terhadap teori sumber daya berbasis (resource-based theory). Teori ini menyatakan bahwa sumber daya yang unik dan bernilai, seperti pengetahuan dan keterampilan, dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi suatu perusahaan. Dalam konteks penelitian ini, pemahaman pencatatan keuangan dapat dianggap sebagai salah satu sumber daya yang bernilai bagi pelaku usaha mikro. Dengan memiliki pemahaman yang baik tentang pencatatan keuangan, pelaku usaha dapat memanfaatkan informasi keuangan untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik, mengelola sumber daya secara efisien, dan meningkatkan kinerja keuangan usahanya.<\/p>\n<p>Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemahaman pencatatan keuangan merupakan faktor yang penting dalam meningkatkan kinerja keuangan usaha warung kopi. Namun, perlu diingat bahwa faktor lain seperti skala usaha, lokasi usaha, dan persaingan bisnis juga dapat mempengaruhi kinerja keuangan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan faktor-faktor tersebut untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai determinan kinerja keuangan usaha warung kopi.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan <\/strong><\/p>\n<p>Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pemahaman pencatatan keuangan dengan kinerja keuangan usaha warung kopi. Pelaku usaha warung kopi yang memiliki pemahaman yang baik tentang pencatatan keuangan cenderung memiliki kinerja keuangan yang lebih baik, seperti tingkat keuntungan yang lebih tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa pencatatan keuangan yang baik merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan usaha mikro. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan pemahaman pencatatan keuangan pelaku usaha mikro melalui berbagai program pelatihan dan pendidikan, serta penyediaan akses terhadap teknologi informasi yang mendukung pencatatan keuangan.<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka <\/strong><\/p>\n<p>Andarsari, Pipit Rosita, dan Justita Dura. \u201cImplementasi pencatatan keuangan pada usaha kecil dan menengah.\u201d <em>Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia<\/em> 12, no. 1 (2018): 59\u201365.<\/p>\n<p>Mahaini, Muhammad Fitrah, M. Rizky Faadihilah, dan Altia Paradila Sapari. \u201cOptimalisasi Strategi Kinerja UMKM Pasca Pandemi dengan Pemanfaatan Media Informasi Pencatatan Keuangan.\u201d <em>Jurnal Akuntansi<\/em> 14, no. 1 (2022): 30\u201337.<\/p>\n<p>Nansi, Maria Regina, Ellyawan Setyo Arbintarso, dan Suparni Setyowati Rahayu. \u201cPelatihan Pencatatan Keuangan Pemilik UKM Tahu Di Kelurahan Margoagung Kapanewon Seyegan Kabupaten Sleman.\u201d <em>BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat<\/em> 4, no. 2 (2023): 80\u201388.<\/p>\n<p>Safitri, Eka Maularumi. \u201cAnalisis penerapan pencatatan laporan keuangan pada umkm.\u201d <em>Jurnal Akuntansi dan Audit Syariah (JAAiS)<\/em> 1, no. 1 (2020): 54\u201361.<\/p>\n<p>Wiratama, Bayu, Kriswanto Kriswanto, Sri Rahayu, Amhar Rais Nugraha, dan Yudha Satriawan. \u201cPenerapan Aplikasi Keuangan Berbasis Android \u00e2\u20ac \u00f8eSi Apik\u00e2\u20ac pada Penyusunan Laporan Keuangan UMKM Biofarmakaka Desa Limbangan Kendal.\u201d <em>Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi Dan Pembelajaran<\/em> 17, no. 1 (2019): 16\u201324.<a href=\"#_ftnref2\" name=\"_ftn2\"><\/a><a href=\"#_ftnref1\" name=\"_ftn1\"><\/a><\/p>\n<p><a href=\"#_ftnref3\" name=\"_ftn3\">[3]<\/a> Eka Maularumi Safitri, \u201cAnalisis penerapan pencatatan laporan keuangan pada umkm,\u201d <em>Jurnal Akuntansi dan Audit Syariah (JAAiS)<\/em> 1, no. 1 (2020): 54\u201361.<\/p>\n<p><a href=\"#_ftnref4\" name=\"_ftn4\">[4]<\/a> Pipit Rosita Andarsari dan Justita Dura, \u201cImplementasi pencatatan keuangan pada usaha kecil dan menengah,\u201d <em>Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia<\/em> 12, no. 1 (2018): 59\u201365.<\/p>\n<p><a href=\"#_ftnref5\" name=\"_ftn5\">[5]<\/a> Muhammad Fitrah Mahaini, M. Rizky Faadihilah, dan Altia Paradila Sapari, \u201cOptimalisasi Strategi Kinerja UMKM Pasca Pandemi dengan Pemanfaatan Media Informasi Pencatatan Keuangan,\u201d <em>Jurnal Akuntansi<\/em> 14, no. 1 (2022): 30\u201337.<\/p>\n<p><a href=\"#_ftnref6\" name=\"_ftn6\">[6]<\/a> Maria Regina Nansi, Ellyawan Setyo Arbintarso, dan Suparni Setyowati Rahayu, \u201cPelatihan Pencatatan Keuangan Pemilik UKM Tahu Di Kelurahan Margoagung Kapanewon Seyegan Kabupaten Sleman,\u201d <em>BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat<\/em> 4, no. 2 (2023): 80\u201388.<\/p>\n<p><a href=\"#_ftnref7\" name=\"_ftn7\">[7]<\/a> Bayu Wiratama dkk., \u201cPenerapan Aplikasi Keuangan Berbasis Android \u00e2\u20ac \u00f8eSi Apik\u00e2\u20ac pada Penyusunan Laporan Keuangan UMKM Biofarmakaka Desa Limbangan Kendal,\u201d <em>Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi Dan Pembelajaran<\/em> 17, no. 1 (2019): 16\u201324.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Athiyyah Juniarti[1], Eliza Fransisca[2] , Faratita3, Vivie Laura Agustine4\u00a0 Abstract This research aims to analyze the effect of understanding financial records on financial performance in coffee discussion businesses. The research sample was taken from coffee discussion business actors. Data was collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression. The research results show that [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"hide","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"0","show_post_meta":"1","show_post_author":"0","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"0","show_prev_next_post":"0","number_popup_post":"3","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","override_template":"1","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184,218],"tags":[],"class_list":["post-17681","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-jurnal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17681"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17681\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}